<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638</id><updated>2009-11-11T09:29:45.082+07:00</updated><title type='text'>SEMBUH SEKETIKA DENGAN TERAPI ALIF</title><subtitle type='html'>Alternative medications &amp;amp; therapy based on Al Qur&amp;#39;an and Al Hadith. Visit the English version of this blog, HOLIPSYCHO ALIF THERAPY.
Pengobatan dan terapi berdasarkan kemurnian Al Qur&amp;#39;an dan Al Hadith. Untuk diskusi silahkan bergabung dalam grup FORUM ALIF atau Yahoo Group terapialif.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://terapi-alif.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default?orderby=updated'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;orderby=updated'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>86</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-209121021732450505</id><published>2009-01-14T11:13:00.002+07:00</published><updated>2009-01-14T11:27:59.497+07:00</updated><title type='text'>TIDAK MELAYANI PENGOBATAN</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagi mereka yang telah mengajukan permohonan untuk pengobatan saya mohon maaf, karena saya tidak bisa lagi melayani pengobatan.&lt;br /&gt; Saya harus istirahat lagi sampai waktu yang tidak ditentukan.&lt;br /&gt;Bagi mereka yang telah tuntas pengobatannya saya harap pelihara kesehatan sesuai dengan petunjuk yang telah saya berikan, karena anda paham dan alami bahwa nilai kesembuhan itu sangat mahal.&lt;br /&gt;Saya berharap segala sesuatu yang diungkapkan di blog ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya dalam arti dibukakan oleh Allah Taala pemahaman yang benar tentang penyakit non medis agar tidak menderita kerugian akibat salah mengenal penyakit.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-209121021732450505?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terapi-alif.blogspot.com/feeds/209121021732450505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=26232638&amp;postID=209121021732450505' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/209121021732450505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/209121021732450505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2009/01/tidak-melayani-pengobatan.html' title='TIDAK MELAYANI PENGOBATAN'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-8455763102316804027</id><published>2008-09-06T09:42:00.002+07:00</published><updated>2008-12-28T17:53:55.804+07:00</updated><title type='text'>MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 5</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Sekarang  kita masuk ke pembahasan ayat ketiga yang terjemahannya berbunyi : “ Dari kejahatan malam apabila gelap gulita “.&lt;br /&gt;Kejahatan apakah yang dimaksud oleh Allah dengan ayat ini, apakah kejahatan maling atau rampok yang datang pada malam hari. Seperti saya tegaskan sebelumnya bahwa ayat ini tidak terpisahkan dari ayat pertama. Kejahatan yang dimaksud disini adalah kejahatan yang melibatkan mahluk yang diciptakan oleh Allah Taala. Untuk menjelaskan ayat ini saya kutip terjemahan surat At Thaariq ayat 1 sampai dengan ayat 4;&lt;br /&gt;Ayat 1.&lt;br /&gt;Demi langit dan yang datang di malam hari.&lt;br /&gt;Ayat2&lt;br /&gt;Tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu.&lt;br /&gt;Ayat 3&lt;br /&gt;Yaitu bintang yang sinarnya menembus.&lt;br /&gt;Ayat 4&lt;br /&gt;Tidak ada satu jiwapun melainkan ada penjaganya.&lt;br /&gt;Empat ayat ini dalam penulisannya diberi tanda lam pada setiap nomor ayatnya. Ini berarti tidak bisa dipisahkan dalam pemahamannya, berhubungan satu sama lainnya. Karena bunyi ayat keempat bahwa setiap jiwa ada penjaganya, itu berarti pernyataan ayat sebelumnya bahwa bintang yang sinarnya menembus sangat berbahaya bagi setiap jiwa. Makanya setiap jiwa dijaga supaya tidak kena bahaya sinar yang menembus. Begitulah yang saya tangkap. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt; Terus terang sebelum saya terlibat dalam pengobatan, saya sulit menangkap makna keempat ayat ini. Kenyataan yang banyak saya temui, syetan yang melakukan kejahatan atau membantu kejahatan menggunakan kekuatan benda-benda langit. Sering saya temui orang yang sakit melihat dirinya di alam jin dan syetan terhubung dengan suatu benda langit salah satu bintang misalnya dengan garis cahaya lurus. Warnanya macam-macam, kebanyakan putih. Dalam science bidang astrofisika diterangkan bahwa benda-benda langit memancarkan partikel-partikel, diantaranya yang sangat berbahaya bagi kehidupan di muka bumi, tetapi disaring dan ditahan oleh lapisan atmosfir bumi, sehingga tidak sampai di muka bumi, kalaupun ada yang sampai, sudah sangat lemah, tidak lagi membahayakan kehidupan di bumi.&lt;br /&gt;Kita kembalikan pada konteks pembahasan surat Al Falaq bahwa kejahatan di malam hari apabila gelap adalah cahaya yang menembus dari bintang yang ada di falaq yang dipakai oleh makhluk-makhluk yang telah diciptakan oleh Allah Taala untuk melakukan kejahatan biasanya dengan pertolongan syetan. Dengan izin Allah Taala sesuai dengan ketentuan dan ketetapanNya, syetan meloloskan cahaya yang menembus tadi ke jiwa seseorang sehingga tersiksalah jiwa tersebut oleh sinar yang menembus yang membakar jiwa-jiwanya ( seperti saya tulis di blog ini bahwa setiap manusia memiliki banyak jiwa ). Jiwa-jiwa yang terkena sinar ini lepas dari satu kesatuan ikatan jiwa, kemudian dicuri syetan tersebut diikat dan dibawa ke suatu tempat penyiksaan. Biasanya para syetan yang melakukan aksi kejahatan dan atau membantu kejahatan berlangsung pada malam hari dan kebanyakan penyihir menjalankan sihirnya pada malam hari, terutama yang menggunakan kekuatan benda-benda langit.&lt;br /&gt;Lantas kita bertanya, kenapa jiwa-jiwa tadi bisa dibakar oleh sinar bintang yang menembus, padahal setiap jiwa ada penjaganya seperti yang dijelaskan dalam ayat 4 surat At Thariq. Jawabannya , jiwa-jiwa yang mengkuti ilham kedurhakaan tentu saja tidak akan di lindungi karena begitulah kemauan jiwa tersebut. Kalau dia mau dilindungi/dijaga tentu saja dia tidak akan durhaka pada Allah Penciptanya Yang Memelihara dan Menyempurnakannya, tentu dia akan mengikuti ilham ketaqwaan dalam arti dia tunduk dan berserah diri pada Allah Rabbnya. Dalam pembahasan sebelumnya sudah disinggung tentang ilham kedurhakaan dan ketaqwaan bagi setiap jiwa di surat As Syams.&lt;br /&gt;Dalam setiap diri manusia, ada jiwa yang taqwa, ada juga jiwa yang durhaka. Perbandingannya berbeda dari setiap orang, ada yang lebih banyak jiwa yang taqwa ada yang lebih banyak jiwa yang durhaka. Berapa besar prosentase perbandingannya,  tergantung dari amal perbuatan setiap orang. Hampir setiap manusia memiliki dua jenis jiwa ini. Jiwa yang durhakalah yang menjadi sisi lemah dari setiap diri manusia karena tidak diberi penjaga oleh Allah, karena dia sudah jadi milik syetan dan Iblis. Jiwa-jiwa yang menjadi milik syetan dan Iblis ini, diapakan oleh mereka, saya sudah tulis di blog ini, silahkan cari sendiri.&lt;br /&gt;Dengan ayat-ayat seperti ini Allah Taala Yang Maha Belas Kasih hendak mengajarkan kepada kita semua cara berdo’a dan bermunajat secara benar sesuai dengan kehendakNya yaitu berdo’a dengan ilmu. Kita diperintahkanNya untuk minta perlindungan, perlindungan dari apa, yaitu dari kejahatan. Kejahatan dari mana dan bagaimana kejahatan itu dijalankan. Begitulah kira-kira kehendak Allah Taala yang saya tangkap di surat Al Falaq dan An Nas. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung.&lt;br /&gt;CATATAN : Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih. &lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-8455763102316804027?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/8455763102316804027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/8455763102316804027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/menyingkap-rahasia-surat-al-falaq-dan_06.html' title='MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 5'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-47016055298259106</id><published>2008-09-03T07:45:00.001+07:00</published><updated>2008-12-28T17:46:22.254+07:00</updated><title type='text'>MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 3</title><content type='html'>Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Kata Qul ini tentu saja perintah dari Allah Taala, itu sudah jelas. Ada yang menafsirkan perintah itu ditujukan kepada Rasulullah saw, dengan menafsirkan :” Katakan hai Muhammad “. Kalau memang demikian penafsirannya, berarti hanya Rasulullah yang melaksanakan perintahnya, selain dari itu tidak boleh dan tidak berhak, sehingga kita juga tidak berhak melaksanakan perintah tersebut dan mendapatkan hasilnya. Oleh karenanya saya tidak setuju dengan penafsiran seperti itu.&lt;br /&gt;Keyakinan saya yang kuat, perintah itu ditujukan kepada semua manusia dan jin. Begitu seseorang mengucapkan qul, dia memerintahkan dirinya, seluruh elemen dan dimensi dirinya,jiwa-raganya, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, baik yang bisa dirasakan maupun yang tidak bisa dirasakan, baik yang bisa ditangkap oleh panca indera maupun yang tidak. Pokoknya semuanya, menyeluruh, istilah dalam Al Qur’an, kaffah.&lt;br /&gt;Perintah : “ Katakan ! “ berbeda dengan perintah : “  Bacalah !”. Perintah bacalah, kalau kita laksanakan tidak akan berpengaruh langsung pada kita karena apa yang kita ucapkan dan kita lakukan tidak datang dari diri kita, tidak membebani diri kita. Kalau perintah katakan,  sebelum kita laksanakan kita akan mempertimbangkan apakah akan dilakukan atau tidak. Kalau kita lakukan, kita bertanggung jawab penuh atas apa yang dikatakan, sementara perintah bacalah sifatnya hanya menyampaikan apa yang dibaca, pertanggung jawabannya berada pada yang member i perintah.&lt;br /&gt;Apa perintahnya. Kita disuruh berlindung pada Dia Allah dengan mengatakan : “ Aku berlindung pada Rabb-nya falaq “. Dalam bahasa Arab, bentuk kata kerja semacam ini disebut al fi’l al mudhari’. Ada yang menyebutnya mudhari’ saja, ada juga yang menyebutnya al fi’l mudhari’. Bentuk semacam ini digunakan untuk menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut sedang dilaksanakan dan terus menerus dilaksanakan sampai di masa yang akan datang. Jadi potongan kalimat “ aku berlindung “, menunjukkan bahwa kita saat mengucapkannya kita minta perlindungan dan permintaan itu terus melekat pada diri kita sampai kita bertemu langsung dengan Allah Taala di akherat nanti. Persoalannya bagi kita, dalam perjalanan  hidup menempuh hidup keseharian yang penuh hingar bingar duniawi, kita secara sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja, mungkin adakalanya kita meminta perlindungan selain Allah. Itu berarti kita ingkar akan ikrar kita tadi. Makanya ada diantara kita diingatkan oleh Allah Taala akan keingkaran tadi, salah satu diantaranya dengan penyakit. Peringatan semacam ini sangat besar hikmahnya kalau kita mau menyadari dan mau mengerti. Hal itu sebagai pertanda Allah Yang Maha Belas Kasih, kasihan pada kita agar kita sadar dan cepat-cepat memperbaiki kesalahan-kesalahan tadi, cepat-cepat mohon ampun dan tobat, agar tidak mendapat siksaan di akhirat nanti.&lt;br /&gt;Kalau ingin mendapatkan hasil yang lebih baik, ikrar tadi terus diperbarui dengan terus membaca dan mengamalkannya secara benar, dalam arti dengan pemahaman yang benar.&lt;br /&gt;Potongan ayat berikutnya Rabbil falaq, ada yang menafsirkan sebagai Tuhan yang memiliki subuh. Cukup lama saya mencari apa hubungannya antara ayat ini dengan ayat-ayat selanjutnya kalau penafsirannya seperti  ini. Saya tidak menemukan sama sekali . Tetapi begitu diletakkan penafsiran sesuai aslinya, yaitu Rabb-nya falaq, baru bisa nyambung.&lt;br /&gt;Dalam bahasa Arab, kata Rabb kalau diterjemahkan dalam  bahasa Indonesia : “ yang menciptakan, yang memelihara  ciptaannya tadi dan yang menyempurnakan ciptaannya tadi.&lt;br /&gt;Kata falaq dalam konteks ayat ini menurut saya lebih tepat diterjemahkan dengan seluruh makluk, baik yang hidup maupun yang mati dalam seluruh alam semesta,  termasuk bumi dan benda-benda langit di alam raya yang maha luas seperti  bintang, galaksi, matahari, planet  yang tidak terhitung jumlahnya,  manusia, syetan dan jin, yang akan disebut dalam ayat-ayat berikutnya. &lt;br /&gt;Begitu disatukan dua kata tadi menjadi satu kesatuan, maka penafsirannya menjadi pencipta, pemelihara dan penyempurna seluruh mahluk. Dengan penafsiran seperti ini, lebih gampang dicerna dan jelas bagi kita, betapa Maha Hebat Dia Allah Rabb Alam Semesta ini. Artinya setiap yang ada di alam semesta yang hidup maupun yang mati, sekecil dan sehalus apapun, tidak ada yang luput dari perhatian dan pengawasan Dia. Bagaimana Dia bisa memelihara dan menyempurnakan ciptaanNya kalau segala mahluk  yang ada di alam semesta dan alam semesta itu sendiri  tidak dalam perhatian dan pengawasan penuhNya setiap saat. Kita bisa menangkap bahwa dengan ayat ini Allah Taala ingin mengajarkan pada kita ilmu yang berkaitan dengan hajat kita seperti yang tertuang dalam ayat-ayat berikutnya. Agar kita bisa berdo’a dengan ilmu seperti yang diperintahkannya.&lt;br /&gt; Dengan memperkenalkan diri sebagai Rabb-nya falaq, Allah Taala hendak memberi  tahu kita bahwa kejahatan mahluk apapun semuanya  berada dibawah kekuasaanNya. Kalau Dia tidak izinkan, kejahatan itu tidak terlaksana, maka buyarlah kejahatan itu, makanya kita diperintahkan untuk minta perlindungan padaNya sebagai Rabb-nya falaq.&lt;br /&gt;Kalau kita membaca sejarah peradaban bangsa-bangsa jaman dulu seperti Mesir Kuno, Babolonia, Yunani Kuno dan sebagainya, kita menemukan bahwa mereka menyembah benda-benda langit tadi, meminta kekuatan dari sana. Begitu juga dengan penyihirnya. Dalam hal ini kita kenal dewa-dewa yang diasosiakan dengan benda-benda langit tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt; Bersambung&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-47016055298259106?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/47016055298259106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/47016055298259106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/menyingkap-rahasia-surat-al-falaq-dan_03.html' title='MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 3'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-4535209885585554944</id><published>2008-09-21T14:25:00.002+07:00</published><updated>2008-12-28T17:43:16.357+07:00</updated><title type='text'>MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 13</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Seperti saya ungkapkan sebelumnya, kejahatan yang paling hebat dan paling berat yang senantiasa mengintai dan atau menjajah setiap anak manusia adalah kejahatan yang disebutkan oleh Allah Taala pada ketiga ayat terakhir surat An Nas ini.&lt;br /&gt;Ayat keempat, terjemahannya berbunyi : “ Dari kejahatan ( bisikan ) syetan yang biasa bersembunyi”. Seperti itulah tafsir atau terjemahan yang kita temui di terjemahan-terjemahan dan atau tafsir-tafsir Al Qur’an yang ada. Kalau kita teliti dan renungkan secara mendalam terjemahan seperti  itu agak susah menangkapnya, karena kurang mewakili seperti apa yang dterangkan oleh Allah Taala dengan ayat tersebut.&lt;br /&gt;Kata waswaas, kalau kita cari dalam kamus bahsa Arab-Indonesia Al Munawir, ada tiga artinya ;&lt;br /&gt; 1.pikiran/bisikan hati yang jahat.&lt;br /&gt; 2. keraguan, kebimbangan, syak&lt;br /&gt; 3. syetan.&lt;br /&gt;Untuk lebih menangkap maksud dan makna kata tersebut mari kita lihat penggunaannya di ayat lain dalam Al Qur’an, yaitu di ayat 20 surat Al A’raf, ayat 120 surat Thahaa dan surat Qaf ayat 16. &lt;br /&gt;Kalau melihat penggunaannya pada surat Al A’raf dan surat Thahaa, maka tidak mungkin kata waswisu disitu berarti bisikan, karena dalam kedua ayat tersebut bahagian dari kalimatnya ada yang berbunyi : “ Syetan berkata……….” Tidak mengkin setelah berbisik kemudian syetan berkata kepada Adam dan Hawa. Disamping itu dalam Al Qur’an, untuk kata yang berarti berbisik digunakan kata najwa.&lt;br /&gt;Saya lebih memilih kata waswaas diartikan sebagai keraguan, kebimbangan dan syak. Inilah menurut saya yang paling tepat. Ini dibuktikan oleh penjelasan-penjelasan sejumlah kejadian dalam Al Qur’an yang berkaitan dengan penggunaan kata tersebut. Adam as setelah didatangi syetan yang pura-pura memberi nasehat, menyuruhnya makan buah terlarang, buah khuldi di surga, tidak langsung memakannya, ada prosesnya dan syetan  mendatangi  Adam dan Hawa lebih dari satu kali. Ada proses dalam diri Adam dan isterinya untuk sampai pada keputusan memakan buah tersebut. Makanya dalam surat Al Baqarah Allah Taala menerangkan : “ Maka digelincirkan oleh syaitan………….” ( fa’azalla humas syaitanu ). Tergelincir artinya tidak langsung jatuh, ada suatu proses sebelum jatuh.&lt;br /&gt;Dalam pertarungan di alam jin dan syetan atau dalam aktivitas sihir/santet, senjata yang paling ampuh untuk mengalahkan lawan yang tangguh adalah membuat lawan tersebut ragu, bimbang dan syak. Misalnya orang diserang sihir/santet atau kejahatan lainnya yang berhubungan dengan syetan, mereka digempur dengan mimpi buruk yang terus menerus dan berkepanjangan, sampai-sampai apa yang dimimpikan itu terus terbayang setiap saat pada kesehariannya. Korban tersebut suatu saat akan ragu, bimbang atau syak. Begitu dia ragu, maka dia membuka pintu bagi kejahatan itu masuk menghajar dirinya. Ada juga lewat mulut manusia secara lahiriah kata-kata atau kalimat yang disampaikan kepada korban yang akan menambah keraguan si korban.&lt;br /&gt;Melawan keraguan dan kebimbangan ini akan sangat sulit, apalagi keraguan ini datang dari bahagian paling dalam dari diri kita. Kita tidak tahu sebabnya, tahu-tahu perasaan kita tidak enak, firasat tidak enak yang terus menghantui, sebagai cermin bahwa sesuatu terjadi di alam jiwa kita, tetapi kita tidak tahu persis apa yang terjadi dan apa penyebabnya.&lt;br /&gt;Bersambung.&lt;br /&gt;CATATAN : Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih. &lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-4535209885585554944?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/4535209885585554944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/4535209885585554944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/menyingkap-rahasia-surat-al-falaq-dan_21.html' title='MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 13'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-4904549322331525295</id><published>2008-11-22T08:44:00.002+07:00</published><updated>2008-11-30T17:11:27.183+07:00</updated><title type='text'>KONSEP PENGOBATAN TERAPI ALIF</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang pernah datang berobat atau mengantar keluarganya berobat pada saya, tentu akan melihat bahwa methode penerapan Terapi Alif sangat mudah dan sangat sederhana, serta transparan, tidak ada hal yang ditutupi kecuali yang menyangkut rahasia pribadi si pasien. Bagi pasien yang bisa melihat alam jin dan syetan ( kebanyakan penderita bisa melihat ), akan sangat jelas dan transparan lagi melihat segala sesuatu yang berkaitan dengan penyakitnya. Apa yang menyebabkan dia sakit, apakah karena kesalahan sendiri atau penyakit dari turunannya, bagaimana masalah tadi bisa membawa derita penyakit pada dirinya, apakah yang terlibat dalam hal ini, syetan, jin atau Iblis, apakah hanya beberapa saja mereka yang terlibat atau melibatkan kerajaan-kerajaan jin, syetan dan atau Iblis, seberapa banyak kerajaan-kerajaan yang terlibat dan seberapa kuat mereka. Dalam hal pasien terkena santet/sihir akan ditambah lagi dengan komponen, siapa yang menyantetnya, dengan cara bagaimana, menggunakan media apa, apakah dilakukan sendiri oleh penyantet atau menggunakan jasa dukun saja, atau kombinasi keduanya, berapa banyak dukun yang terlibat, dengan cara bagaimana mereka melakukan penyerangan ( jenis sihir dan santet ), apakah dengan telepati, vodo, menggunakan jin, syetan atau Iblis, berapa banyak dan seberapa kuat mereka. Kemudian pasien akan melihat sendiri bagaimana proses penyelesaian masalah tadi secara tuntas, sampai dia sembuh total.&lt;br /&gt;Dari luar, proses pengobatan dengan Terapi Alif kelihatan sangat mudah, sederhana dan gampang, tetapi dibalik itu, di alam jin dan syetan saya harus bertarung melawan semua siapapun dan apapun yang terlibat dalam urusan pasien dalam arti yang berkaitan dengan penyakitnya. Semuanya harus dikalahkan atau ditundukkan agar si pasien bisa sembuh total, tidak boleh ada yang tersisa sedikitpun. Disinilah letak sisi beratnya penerapan Terapi Alif. Siapapun yang ingin menerapkan methode ini harus beretarung menyabung nyawa, kadang-kadang keluarga juga diganggu oleh jin, syetan dan Iblis yang sedang dihadapi. &lt;br /&gt;Seperti pernah saya tulis di blog ini, kadang-kadang pasien sudah sembuh total, tetapi urusan saya dengan para dukun, jin, syetan dan Iblis belum selesai, mereka kebanyakan tidak mau menerima kekalahan sehingga mereka minta bantuan, maka jadilah perang yang berkepanjangan, berminggu-minggu, berbulan-bulan, malah ada yang sampai tahunan. Alhamdulilah, saya jalani ini semua selama dua puluh tahun lebih dengan sabar dan tabah tawakkal pada Allah Taala senantiasa memohon pertolonganNya, tentu saja dengan ilmu disisiNya yang dibukakan pada saya, akhirnya bisa diselesaikan dengan baik dan tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dasar pandangan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; Seperti pernah saya tulis di blog ini, Terapi Alif memandang bahwa dibalik jasad setiap manusia, ada jiwa dan roh. Mereka yang sakit harus dibenahi jiwa-jiwanya yang membentuk kepribadian individu tersebut, karena jiwa-jiwa inilah yang bermasalah. Terapi Alif memandang, jiwa-jiwa yang saling terikat membentuk kepribadian seseorang ibarat sebuah buku yang hidup, disegel. Buku tersebut ada sampul, ada bab dan halamannya, berisi bukan tulisan, tetapi aktivitas jiwa baik rekaman masa lalu maupun aktivitas saat itu serta proyeksi masa datang. Aktivitas yang dimaksud termasuk interaksinya dengan jin, syetan, Iblis serta jiwa-jiwa manusia lain atau makhluk lainnya. Tebalnya buku tergantung berapa banyak aktivitas spiritual yang bersangkutan, sementara kualitas buku tergantung sungguh kualitas aktivitas spiritual dalam arti seberapa dalam dan seberapa intens aktivitas spiritual yang dia lakukan. Makin tinggi kualitas buku, makin tinggi juga faktor kesulitan untuk penyembuhannya, tentu saja makin berat juga tugas saya dalam menolongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tahap-tahap terapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali saya harus membuka segel buku tersebut, agar saya bisa tahu secara umum persoalan yang dihadapi pasien. Untuk keperluan ini saya butuh sejumlah informasi dari si pasien dan pasien harus jujur dan terbuka pada saya mengungkapkan segala informasi yang saya perlukan, karena hal ini merupakan komponen penting bagi saya untuk membuka segel buku tadi. Apabila pasien tidak jujur dan tidak terbuka, biasanya saya akan mengetahui hal ini. Ketidak jujuran ini akan menghalangi saya melihat persoalan pasien secara utuh dan sangat menyulitkan uapaya penyembuhan yang saya lakukan. Sebelumnya saya masih memberi toleransi terhadap pasien semacam ini dengan membujuknya untuk jujur dan terbuka, tetapi sejak saya terapkan cara baru setelah Ramadhan yang lalu, saya tidak mau lagi meladeni pasien semacam ini karena sangat menyulitkan dan berakibat menambah rasa sakit pada diri saya. Bagi saya pasien semacam ini tidak mungkin bisa sembuh total, tidak ada gunanya juga untuk ditolong meskipun dia menawarkan bayaran seberapapun.&lt;br /&gt;Setelah segel buku dibuka dengan sempurna, kemudian dibuka bab satu. Bab ini juga biasanya disegel, sehingga harus dibuka segelnya terlebih dahulu agar melihat isi babnya. Setelah itu dibuka segel yang ada di lembaran halaman untuk melihat isi halaman tersebut karena setiap halaman disegel pula.&lt;br /&gt;Membuka bab demi bab, halaman demi halaman harus berurut, tidak boleh melompat ke halaman yang lebih jauh karena bisa jadi akan sangat fatal bagi si pasien. Misalnya kalau saat itu berada di halaman 5, kemudian langsung buka halaman 10 biasanya si pasien sangat menderita. Apalagi pindah bab yang belum saatnya atau melompat ke bab yang jauh ada di belakang bisa jadi sangat fatal akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi setelah segel dibuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah segel buku saya buka, biasanya mereka yang bisa melihat alam jin dan syetan akan melihat persoalan-persoalan yang berkaitan dengan penyakitnya seperti yang saya ungkapkan di bahagian awal tulisan ini. Tetapi adakalanya tidak muncul semua, ada yang muncul pada setiap bab atau setiap halaman, macam-macam kasusnya. Semua persoalan yang muncul/terlihat oleh pasien harus dituntaskan sebelum membuka segel bab. Begitu juga selanjutnya, setelah membuka segel di bab, persoalan muncul harus dituntaskan sebelum membuka halaman demi halaman di bab itu. Kalau tidak dituntaskan, saya tidak bisa lihat apa isi bab, apa isi halaman sehingga saya tidak mungkin bisa membenahi halaman demi halaman yang bermasalah penyebab penyakit. Dalam hal ini dituntut kejujuran, kerbukaan serta kepatuhan pasien mengungkapkan apa saja yang harus saya ketahui.&lt;br /&gt;Menuntaskan persoalan-persoalan yang saya maksud diatas adalah mengenyahkan sama sekali persoalan-persoalan yang muncul. Misalnya kalau jin, syetan dan Iblis tidak mau pergi secara baik-baik, itu artinya mereka menantang perang, dan harus saya ladeni ini, seberapapun mereka atau sekuat apapun mereka. Kadang-kadang mereka mau tawar-menawar minta syarat macam-macam sebagai bayaran agar mereka pergi, tetapi saya tidak mau menggubris tawar-menawar semacam ini. Bagi saya, pilihan mereka hanya dua, pergi secara baik-baik dengan jujur tanpa tipuan, tidak kembali selama-lamanya atau perang habis-habisan. Begitu mereka menyatakan menantang atau perang, bagi saya hal itu tidak bisa lagi mereka tarik kembali, karena dari pengalaman,  begitu mereka tarik ulur antara perang dan tidak saya ladeni, itu sangat merugikan saya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Membenahi halaman demi halaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Membuka dan membenahi halaman demi halaman adalah bahagian akhir dari tahap penyembuhan dengan Terapi Alif. Apabila buku tadi terdiri seribu halaman, maka seribu halaman yang dibuka, apabila ada sejuta halaman, semua harus dibuka satu satu. Adakalanya hanya beberapa halaman dari buku tersebut yang bermasalah ( kasus ringan ), ada yang sebahagian dari buku itu bermasalah, ada juga yang hampir seluruhnya bermasalah. Disinilah letak pertahanan terakhir dari mereka-mereka yang terlibat dalam urusan penyakit pasien, boleh dikatakan disinilah akarnya dan harus dibersihkan sama sekali, kalau tidak bersih bisa tumbuh kembali kapanpun. Tentu saja semua biang keladinya harus di enyahkan, secara baik-baik atau dengan perang. Biasanya mereka yang telah bersih sama sekali tidak akan menderita penyakit yang sama di kemudian hari.  Dari apa yang saya beberkan tadi, tentu akan terbayang berapa lama dan berapa besar energy yang saya kerahkan untuk membenahi setiap halaman, setiap bab, sampai pasien bisa sembuh total. Bagi mereka yang biasa malang melintang di alam jin dan syetan tentu paham artinya bertarung dengan jin dan syetan, serta bagaimana rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Harga kejujuran dan keterbukaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi Terapi Alif, kejujuran dan keterbukaan pasien sama artinya otorisasi atau ijin dari si pasien buat yang mengobatinya untuk melihat dan membenahi isi buku, isi bab dan isi halaman. Kalau pasien tidak jujur dan tidak terbuka sama artinya bahwa pasien tersebut tidak mau sembuh sehingga tidak perlu ditolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Harga kepatuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Kepatuhan yang saya maksud disini adalah mengikuti petunjuk sepenuh hati dengan kemauan kuat dan menjauhi sama sekali semua larangan yang telah ditetapkan oleh yang mengobatinya. Kalau tidak patuh, misalnya si pasien pergi berobat ke dukun, kiyai, ustad, paranormal dan sebagainya, maka bab dan halaman yang telah dibenahi sebelumnya akan terkontaminasi atau tercemar lagi. Kalau sudah begini biasanya akan lebih sulit lagi dibenahi kalaupun biasa akan memakan waktu yang lama dan butuh tenaga yang cukup banyak untuk membenahinya. Biasanya mereka yang tidak patuh akan terdeteksi oleh saya. Setelah saya terapkan cara baru pengobatan dengan Terapi Alif, pasien yang tidak patuh saya hentikan penanganannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Harga disiplin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Hal lain yang penting diperhatikan oleh pasien yang berobat dengan Terapi Alif adalah kedisiplinan, terutama disiplin dalam memenuhi jadwal terapi yang telah ditentukan. Kalau hal ini dilanggar, bisa jadi bab atau halaman yang telah dibenahi akan kacau dan semrawut lagi, bisa jadi prosesnya diulang dari awal dengan kondisi yang lebih berat dan rumit dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bayar dimuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada cara baru yang saya terapkan, calon pasien yang mau berobat harus mengisi formulir. Salah satu point yang diisi, berupa pernyataan berapa dia mau bayar kalau sembuh, dan uang itu harus diserahkan sebelum terapi dimulai. Apabila tidak sembuh, uang tersebut dikembalikan utuh. Dengan menyerahkan uang tersebut dimuka, saya anggap calon pasien sangat serius ingin sembuh, dengan demikian bisa diharapkan dia akan patuh dan disiplin. Kalau tidak patuh dan tidak disiplin dalam syarat yang saya tetapkan, uangnya tidak bisa dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bayaran yang pantas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi calon pasien yang benar-benar ingin sembuh total, saya harap mereka bisa megira-ngira sendiri berapa harga yang pantas untuk kesembuhannya dari hasil upaya dan taruhan yang akan saya berikan seperti saya ungkapkan diatas. Jujur saya akui, apabila saya nilai bayaran itu tidak sepadan dengan apa yang saya berikan, saya akan tolak calon pasien tersebut. Sebagai ilustrasi, saya mengobati satu gigi ke klinik, saya harus bolak-balik sebanyak tujuh kali dengan penuh kesugguhan dan disiplin dan biaya yang saya keluarkan hampir dua juta rupiah. Pada posting yang berjudul UPAH PENGOBATAN di blog ini saya ungkapkan tentang sebuah riwayat sahabat Rasulullah saw yang mengobati seorang kepala suku dengan upah 30 ekor kambing dan Rasulullah saw meminta jatah juga dari upah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Penanganan satu satu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada cara baru yang saya terapkan, pasien ditangani satu-satu, tidak menumpuk seperti sebelumnya. Sebelum seorang pasien sembuh total, saya tidak akan menangani pasien lain. Alhamdulilah dengan cara ini sangat efektive dan efisien, tidak menyulitkan saya karena hal-hal yang tidak perlu terjadi bisa dihindari.&lt;br /&gt;Bagi mereka yang pernah berobat pada saya, tentu bisa memahami lebih mudah apa yang saya tulis. Mereka yang menderita kasus berat dan rumit merasakan betapa berharganya kesabaran, ketabahan, kepatuhan dan disiplin selama proses penyembuhan agar bisa sembuh total. Mudah-mudahan tulisan ini berguna bagi anda yang ingin berobat pada saya atau mereka yang tengah mengembangkan pengobatan alternative.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan yang ingin saya sampaikan disini, saya hanya meladeni mereka yang punya keinginan sembuh sepenuh hati yang ditunjukkannya dengan cara memenuhi persyaratan apa yang saya ungkapkan sebelumnya, Insyaallah, seberapa berat dan rumitnya penyakit non medis yang diderita, akan sembuh total. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalau saya nilai tidak bisa ditolong, tidak akan saya tangani, hanya mereka saya nilai bisa sembuh yang akan saya tangani.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-4904549322331525295?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terapi-alif.blogspot.com/feeds/4904549322331525295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=26232638&amp;postID=4904549322331525295' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/4904549322331525295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/4904549322331525295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/11/konsep-pengobatan-terapi-alif.html' title='KONSEP PENGOBATAN TERAPI ALIF'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-6205372796779014619</id><published>2008-11-20T09:28:00.001+07:00</published><updated>2008-11-24T11:08:51.295+07:00</updated><title type='text'>CIRI-CIRI PENYAKIT NON MEDIS</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;Sejumlah orang sulit mengenali apakah penyakit yang dideritanya penyakit medis atau non medis, malah ada yang tidak percaya sama sekali tentang penyakit non medis sehingga mereka tidak mendapatkan kesembuhan setelah berobat selama bertahun-tahun, belasan tahun bahkan ada yang puluhan tahun. Ada juga yang tidak tertolong akibat penangan yang tidak tepat dalam arti tidak sesuai dengan penyakit yang diderita. Misalnya penyakit non medis ditangani secara medis, demikian juga sebaliknya, penyakit medis ditangani secara non medis, tentu saja tidak membuahkan hasil apa-apa. Kasus non medis banyak saya temukan pada penyakit stres, depresi, tumor, kanker, hipertensi, ginjal, kandung kemih, gangguan syaraf dan otot. Banyak kasus penyakit non medis  yang telah saya tulis di blog ini tapi pada posting kali ini saya coba merangkum tentang  cirri-ciri penyakit non medis, atas dasar hasil pengamatan dari pengalaman  saya selama dua puluh tahun lebih menggeluti penyembuhan dengan Terapi Alif. Mudah-mudahan tulisan ini membantu anda mengenali secara dini jenis penyakit yang anda derita agar tidak salah memilih tempat untuk berobat, agar anda terhindar dari kerugian-kerugian yang sangat besar baik harta, tenaga maupun jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apabila diagnosa dokter terhadap penyakit anda berubah-berubah, patut dicurigai bahwa penyakit anda adalah penyakit non medis, bukan medis.&lt;br /&gt;2. Setelah anda bolak-balik sekian kali ke doker tetapi tidak menunjukkan perubahan apa-apa dalam arti kearah kesembuhan, itu juga patut dicurigai bahwa penyakit anda adalah non medis. Biasanya kalau memang sakitnya medis, paling lama setelah tiga kali minum obat sudah anda rasakan perubahannya, dan untuk penyakit kronis paling lama tiga hari sudah merasakan perubahannya.&lt;br /&gt;3. Apabila kesembuhan anda nikmati bersifat sementara dalam arti anda merasa bebas dari gangguan penyakit setelah minum obat, kemudian kambuh lagi setelah sekian lama, tetapi begitu minum obat sehat lagi dan begitu terus berulang, itu juga salah satu ciri penyakit non medis.&lt;br /&gt;4. Pihak medis telah memeriksa anda dengan sangat teliti, termasuk di scan, pemeriksaan laboratorium, tetapi tidak menemukan penyebab penyakit anda, sementara anda terus menderita sakit, itu juga patut dicurigai sebagai penyakit non medis.&lt;br /&gt;5. Sebelum sakit, apabila anda diganggu oleh perasaan, pikiran dan hati yang tidak enak dan gelisah yang tidak jelas ujung pangkalnya, itu suatu pertanda jelas penyakit non medis.&lt;br /&gt;6. Begitu juga dengan gangguan tidak bisa tidur, nafsu makan menurun drastis dengan sebab tidak jelas, kalaupun tidur diganggu mimpi buruk yang terus menerus atau yang berulang, baik sebelum sakit mapun setelah sakit, itu juga pertanda yang sangat jelas bahwa anda menderita penyakit non medis.&lt;br /&gt;7. Apabila anda merasakan seperti ada yang menempel, kadang-kadang terasa berat di daerah diantara kedua tulang belikat di belakang anda, atau di daerah tulang belikat, itu pertanda awal yang cukup jelas bahwa anda mendapat gangguan penyakit non medis. Hal tersebut makin jelas apabila gangguan di daerah tulang belikat dan sekitarnya menyebar sampai ke organ tubuh lainnya, seperti jantung, daerah dada, pinggang, perut, leher terutama bahagian belakang, kepala dan sebagainya. Biasanya yang diganggu salah satu organ yang saya sebut diatas, atau beberapa organ secara serempak.   &lt;br /&gt;8. Apabila anda merasa diri anda seperti melayang, lemas, tidak bergairah oleh sebab yang tidak jelas, itu juga pertanda penyakit non medis. Bahkan ada yang merasa seperti tidak pernah menjejak ke bumi, kadang-kadang ada yang merasa sulit membedakan apakah dia sedang bermimpi atau terjaga.&lt;br /&gt;9. Bila anda melihat alam jin dan syetan atau ada yang mengistilahkan halusinasi, itu juga pertanda yang sangat jelas bahwa anda menderita penyakit non medis.&lt;br /&gt;10. Sering mendengar bisisikan di kepala, telinga dan dada itu juga pertanda sangat jelas penyakit non medis.&lt;br /&gt;11. Sebelum sakit atau selama sakit, bila anda merasakan ada aliran yang masuk dari jari kaki dan atau jari tangan, tetapak kaki dan atau telapak, mengalir keatas, masuk ke tubuh, rasanya seperti kesemutan, itu juga suatu tanda penyakit non medis.&lt;br /&gt;12. Apabila anda merasakan sakit saat-saat tertentu saja, misalnya datangnya gangguan mulai waktu asyar, magrib, tengah malam, matahari terbit dan sebagainya itu juga patut dicurigai sebagai penyakit non medis.&lt;br /&gt;13. Apabila anda sering merasa dingin di kaki dan atau tangan, merasa panas/pedas di kaki dan tangan serta dibahagian lain di tubuh anda kadang-kadang merinding sampai membuat perasaan dan hati anda tidak enak, itu juga pertanda masuknya penyakit non medis.&lt;br /&gt;14. Apabila anda merasa tiba-tiba kepala, dada, jantung, leher, punggung, pinggang, perut atau organ tubuh lainnya seperti ditusuk benda tajam tanpa sebab yang jelas, itu juga salah satu pertanda penyakit non medis.&lt;br /&gt;15. Apabila anda merasa aneh, heran dan bingung dengan keadaan anda sendiri, perilaku anda sendiri ( perilaku lahiriah dan perilaku spiritual ) baik sebelum sakit maupun selama sakit, itu patut dicurigai sebagai penyakit non medis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ini yang bisa saya rangkum, mudah-mudahan ada manfaatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-6205372796779014619?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terapi-alif.blogspot.com/feeds/6205372796779014619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=26232638&amp;postID=6205372796779014619' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/6205372796779014619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/6205372796779014619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/11/ciri-ciri-penyakit-non-medis.html' title='CIRI-CIRI PENYAKIT NON MEDIS'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-7875164745653726978</id><published>2008-11-11T15:53:00.001+07:00</published><updated>2008-11-11T16:12:45.124+07:00</updated><title type='text'>Dua Kasus Berat</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada posting saya berjudul MAAF LAHIR BATHIN, saya ungkapkan bahwa habis lebaran rencananya saya menangani/mengobati satu kasus per minggu, ternyata itu tidak bisa terlaksana karena dua kasus yang saya tangani, termasuk dalam kategori berat.&lt;br /&gt;Kasus pertama kalau istilah psikologi mungkin disebut stress berat. Pada tahun 1977 penderita mengalami gangguan susah tidur, kemudian bolak-balik ke dokter tidak sembuh juga. Malah timbul keluhan baru, sakit maag. Setelah dia ke psiater ( dokter jiwa istilah si penderita ), maagnya sembuh dan susah tidurpun teratasi, tetapi harus secara rutin minum obat dari psiater. Tahun 1978 dia tidak mau lagi minum obat dari psiater, kemudian beralih ke pengobatan alternative. Daftar pengobatan alternative yang dia kunjungi dan jalani cupup panjang, tetapi tidak sembuh juga, malah penderitaannya makin parah, bukan susah tidur lagi yang dideritanya, tetapi belakang kepalanya sangat sakit setiap saat sehingga dia tidak bisa berpikir. Tahun 2000 dia kembali ke psiater dan minum obat dari psiater dua kali sehari malam dan pagi. Dia tidak pernah lalai minum obat meskipun hanya sekali, kalau tidak, menurut pengakuannya akan sangat berat penderitaannya kalau terlambat minum obat. Diapun secara rutin ke psiater untuk pemeriksaan rutin dan untuk mendapatkan resep obatnya.&lt;br /&gt;Dia dan keluarganya berupaya mencari tempat pengobatan yang bisa menuntaskan kasus penyakitnya. Akhirnya dia menemukan blog saya ini di internet bulan puasa yang lalu. Pertanyaan pertama yang muncul dari dia ketika ketemu saya, apakah penyakit saya bisa sembuh total, karena dia menjalani kehidupan yang normal tanpa ketergantungan pada obat. Saya katakan :” Insyaallah”.  Diapun menjalani terapi dengan sangat disiplin, patuh atas apa yang saya tetapkan dalam kaitan dengan terapi.&lt;br /&gt;Alhamdulilah, setelah dua minggu terapi, diapun sembuh total, tidak lagi minim obat sedikitpun.&lt;br /&gt;Kasus pertama kalau istilah saya adalah internal konflik. Cukup berat, tertapi tidak rumit.&lt;br /&gt;Kasus yang kedua adalah kasus yang sangat berat dan sangat rumit. Saya tidak pernah menemukan kasus semacam ini sebelumnya. Daftar pengobatan yang pernah dijalaninya baik medis maupun non medis sangat panjang. Kalau istilah saya kasus kedua ini termasuk disintegasi akibat faktor internal dan eksternal. Seperti yang saya ungkapkan dalam posting saya di blog ini, ibaratnya kasus kedua ini seperti adonan kue yang hampir saja jadi kue yang tidak bisa lagi diurai alias tidak bisa disembuhkan lagi. Mungkin istilah psikologinya depressi berat atau sangat berat.&lt;br /&gt;Tidak heran penderita dan keluarganya hampir putus asa, tetapi mereka terus berupaya tanpa mengenal lelah.&lt;br /&gt;Meskipun sampai saat ini kasus tersebut masih saya tangani dalam tahap penyelesaiaan akhir, Insyaallah atas pertolongan Allah Rabb Alam Semesta akan bisa tuntas.&lt;br /&gt;Alhamdulillah dengan tata cara baru yang saya terapkan, dalam upaya penyembuhan saya bekerja sangat efektif dan efisien sehingga penyembuhan kasus-kasus berat sebelumnya yang memakan waktu cukup lama, sekarang bisa lebih cepat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-7875164745653726978?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terapi-alif.blogspot.com/feeds/7875164745653726978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=26232638&amp;postID=7875164745653726978' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/7875164745653726978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/7875164745653726978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/11/dua-kasus-berat.html' title='Dua Kasus Berat'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-7250479933662080275</id><published>2008-08-31T08:08:00.003+07:00</published><updated>2008-10-23T19:35:19.514+07:00</updated><title type='text'>Maaf Lahir Bathin</title><content type='html'>Dengan nama Allah Yang Pemurah Lagi Maha Belaskasih.&lt;br /&gt;Ass wr wb.&lt;br /&gt;Saat ini kita masuk ke bulan Ramadhan. Dengan segala kerendahan hati dan ketulusan hati saya mohon maaf lahir dan bathin kalau saya punya kesalahan.&lt;br /&gt;Khusus pada teman-teman yang ingin berobat baik yang datang langsung ke rumah, lewat telepon dan email dalam kurun waktu sekian lama, saya mohon maaf karena belum bisa melayani anda. Saya masih butuh istirahat.&lt;br /&gt;Terus terang, saya sebenarnya tidak ingin lagi mengobati orang. Beban saya sangat berat akibat mengobati orang. Persoalan yang paling banyak menjadi beban tersebut disebabkan oleh para pasien kurang mau bekerjasama dalam proses penyembuhan terutama dalam hal kejujuran dan disiplin.&lt;br /&gt;Tapi saya akan coba lagi mulai mengobati setelah bulan Ramadhan ini. Untuk tahap awal saya coba hanya satu pasien dalam satu minggu. Kalau dalam kenyataannya saya masih berat, saya akan kurangi frekwensinya mungkin menjadi satu pasien dalam satu bulan. Dalam upaya mengurangi beban, saya telah menetapkan tata-cara yang baru pada siapapun yang mau datang berobat pada saya.&lt;br /&gt;Calon pasien atau keluarganya menghubungi saya hanya lewat email, saya tidak akan meladeni diluar itu. Dalam komunikasi lewat email akan saya tentukan apakah saya bersedia atau tidak mengobati yang bersangkutan. Kalau saya bersedia insyaallah saya akan tentukan jadwalnya.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat untuk anda, sekali lagi saya mohon maaf lahir bathin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wass wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;1. Bagi yang mengajukan permohonan untuk pengobatan, saya kirimkan formulir lewat email. Formulir yang telah diisi lengkap, harus dikirim kembali kepada saya lewat email juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari data yang ada di formulir yang dikirim kembali kepada saya itu, saya akan menentukan apakah saya bersedia mengobati yang bersangkutan atau tidak. Hal ini akan saya kabari lewat email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Calon pasien yang lebih dulu saya layani adalah mereka yang lebih dulu mengirim kembali formulir yang telah diisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dalam hal terdapat banyak calon pasien yang mengajukan permohonan, saya mohon anda bersabar menunggu jadwal anda untuk datang berobat ke tempat saya yang akan saya tentukan waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Saya hanya merespon mereka yang telah mengisi formulir secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kejujuran anda dalam mengungkapkan segala hal yang akan saya tanyakan, berkaitan erat dengan diagnosis penyakit anda, akan mempercepat proses penyembuhan penyakit anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ketidak disiplinan anda mematuhi jadwal pengobatan yang saya tetapkan dan pelanggaran terhadap larangan-larangan yang saya tetapkan akan menyulitkan dalam upaya penyambuhan, malah dalam kasus-kasus tertentu bisa memperparah penderitaan anda. ( Silahkan baca di blog saya ini, beberapa kasus serupa yang saya tulis )&lt;/span&gt;.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email saya :&lt;br /&gt;terapialif@gmail.com   dan  terapialif@yahoo.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-7250479933662080275?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/7250479933662080275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/7250479933662080275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/08/maaf-lahir-bathin.html' title='Maaf Lahir Bathin'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-115548789789439334</id><published>2006-08-13T23:50:00.001+07:00</published><updated>2008-10-23T19:24:00.295+07:00</updated><title type='text'>PENGAKUAN PEMUDA GILA</title><content type='html'>JH Alifulhaq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda tamatan SMA menderita gangguan jiwa  sudah parah cukup lama,  dua tahun lebih.  Dia sudah tidak mau kemana-mana, hanya tinggal dalam kamar. Diajak berobat juga sudah tidak mau.&lt;br /&gt;Di rumah sering mengamuk, barang yang ditemui dihancurkan. Bahkan ibu dan nenek yang sangat disayanginya dihajar juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kalau nenek atau ibunya yang mengantar nasi ke kamarnya, nasi dan piringnya dipukulkan pada wajah orang yang disayanginya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarganya pernah melamar seorang gadis untuk dia dengan acara dan prosesi yang sangat meriah, mereka pikir dengan cara ini si pemuda akan sembuh, tetapi si pemuda tidak mau kawin, malah sakitnya tambah parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam ada keluarga dekat mereka bertamu kesitu, bercerita tentang penyakitnya yang sembuh seketika saat berobat ke tempat saya.&lt;br /&gt;Si pemuda mendengar penuturan ini dari kamarnya, langsung dia minta diantar ke tempat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu berhadapan dengan saya, si pemuda menyatakan keheranannya sendiri, kenapa tiba-tiba dia mau datang ke tempat saya, karena dia sudah lama menolak untuk diobati., yang diakuinya hanya membuatnya tambah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berobat ke dokter dan psiater sudah tidak terhitung jumlah kunjungan dan biaya yang dikeluarkan, sempat masuk asrama ( istilah dia untuk rumah sakit jiwa ), di stroom kepalanya selama tiga minggu, tetapi dia tambah menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan pengobatan alternatif. Ada berita tentang orang pintar, kiyai, ustadz, dukun, para normal dan sebagainya yang bisa mengobati dan menyembuhkan orang, dia langsung  dibawa keluarganya kesana. Hasilnya tambah parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berobat ke sin she ( pengobatan Cina ) juga tidak ada hasilnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaksikan oleh semua anggota keluarga yang mengantar, dia bicara jujur pada saya : “ Orang mengatakan saya gila, tetapi mereka tidak paham apa yang terjadi pada diri saya. Di kepala ada bisikan dan ngomong, di telinga dan di dada juga ada. Apa yang dikatakan ketiganya bertentangan satu sama lain. Saya jadi bingung Om, mana yang harus didengar dan diikuti, saya kesal, marah dan mengamuk, tidak tahan lagi. Bisikan dan omongan itu tidak pernah berhenti dan tidak pernah bisa dihentikan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merasa heran, begitu ada di rumah saya, bisikan-bisikan itu melemah, kadang-kadang hilang. Dia sadar kalau bisikan-bisikan dan omongan-omongan itu hilang, pasti dia sembuh, seperti dia rasakan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia minta tolong saya untuk menghilangkan bisikan-bisikan dan omongan-omongan itu. Kemudian dia menjalani terapi dengan baik selama beberapa menit seperti yang saya minta, hasilnya dia merasa bebas sama sekali dari bisikan-bisikan itu. Dia kelihatan sangat senang dan bahagia.&lt;br /&gt;Saya ingatkan, kalau bisikan-bisikan dan omongan itu muncul kembali setelah kembali ke rumahnya, dia harus kembali ke saya tiga hari lagi pukul 23.00, membawa perlengkapan mandi seperti handuk dan sebagainya.&lt;br /&gt;Waktu itu saya pikir, syetan yang ada dalam diri pemuda itu sangat kuat, kalau tidak mau keluar juga, saya harus menerapkan cara yang lebih keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bisikan-bisikan dan omongan-omongan di kepala, telinga dan dada masih ada, tetapi tidak begitu kuat lagi setelah beberapa lama dia kembali ke rumah, tetapi sudah tidak ngamuk lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari kemudian dia datang seperti yang saya minta. Saya mandikan dia tengah malam pakai air biasa yang saya doakan ( tidak ada tambahan apa-apa seperti kembang dan sebagainya ) tepat pada pukul 00.00. Dia menggigil kedinginan sewaktu saya mandikan, tetapi hasilnya, dia merasakan otaknya jadi jernih, begitu juga dadanya terasa enteng, tidak berat lagi. Bisikan dan omongan hilang sama sekali, dia merasa sembuh total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian keluarga pemuda menjemput saya untuk melihat rumah mereka. Sayapun kesana dan beberapa hal saya sampaikan untuk dibenahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan setelah itu si pemuda datang ke rumah saya naik sepeda motor sendirian dan memberi tahu saya bahwa dia sudah bekerja. Dia menyatakan kangen dan ingin sering datang ke rumah saya kalau diizinkan, karena menurut pengakuannya dia merasa tenang dan damai begitu berada di rumah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini saya jadikan bahan pembahasan dalam topik BEDAH KASUS di blog ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-115548789789439334?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/115548789789439334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/115548789789439334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2006/08/pengakuan-pemuda-gila.html' title='PENGAKUAN PEMUDA GILA'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-6498800166804866113</id><published>2008-10-10T07:57:00.002+07:00</published><updated>2008-10-23T10:05:40.534+07:00</updated><title type='text'>Benarkah Penyakit Keturunan Tidak Bisa Disembuhkan</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan seperti judul diatas sering menggoda kita, sementara science kedokteran di klaim telah mencapai tingkat kemajuan yang begitu pesat. Tapi pertanyaannya, kenapa sampai saat ini penyakit keturunan salah satu diantaranya diabetes misalnya  belum bisa ditangani secara tuntas oleh pihak kedokteran, dalam arti sembuh total. Beberapa kasus diabetes sebagai penyakit keturunan bisa sembuh total dengan penerapan Terapi Alif. Sebagai ilustrasi sebelum masuk ke pembahasan pokok, saya beberkan salah satu contoh kasus sebagai berikut.&lt;br /&gt;Seorang pemuda umur sekitar 25 tahun, sudah lama menderita diabetes, datang pada saya untuk minta tolong. Ibunya yang telah berumur 50-an tahun juga penderita diabetes sejak usia muda dan sejak saat itu rajin ke dokter. Beberapa saudara kandung ibu ini telah meninggal dunia akibat diabetes. Saudara-saudaranya yang masih hidup juga menderita diabetes yang parah.&lt;br /&gt;Setelah sebulan menjalani terapi dengan Terapi Alif tanpa suntikan insulin dari dokter, kemudian di cek gula darahnya oleh pihak medis, ternyata kandungan gula darah pemuda tadi normal. Demikian juga halnya dengan ibunya. Setelah itu mereka tidak lagi memerlukan suntikan insulin untuk mengatasi diabetesnya. Banyak lagi kasus lain yang tidak sembuh dengan kedokteran, tetapi bisa sembuh total dengan Terapi Alif. Tentu pertanyaan anda, kenapa bisa begitu.&lt;br /&gt;Kalau anda membaca tulisan-tulisan saya di blog ini antara lain berjudul; Terapi Alif – Kedokteran, Hubungan Antara Jiwa Dan Jasad, Sebaiknya Ilmu Kedokteran Berdamai Dengan Al Qur’an Agar Tidak Stagnan Dan Mandul, tentu akan terlihat jelas bahwa dasar berpijak antara Terapi Alif dengan Ilmu Kedokteran berbeda.&lt;br /&gt;Ilmu kedokteran memandang setiap kejadian dan proses dalam tubuh manusia sebagai proses fisis dan analisanyapun atas dasar hal ini, meskipun mereka mengakui bahwa dibalik semua itu ada kehidupan yang menggerakkannya. Tetapi kehidupan yang mereka maksudkan tidak jelas, berupa apa dan bentuknya seperti apa dan cara kerjanya bagaimana dan sebagainya. Mereka hanya menangkap dan mencoba memahami kehidupan yang dimaksud lewat gejala.&lt;br /&gt;Terapi Alif memandang, salah satu komponen dasar dalam setiap diri manusia adalah jiwa. Jiwa ini yang membuat  manusia bisa hidup, jiwa juga yang membuat manusia merasakan sakit, sedih, susah, enak, bahagia dan sebagainya. Jiwa juga yang memerintahkan seluruh sel dan organ dalam tubuh manusia untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu. Kalau terjadi sesuatu dengan jiwa, konflik misalnya seringkali terjadi perintah yang datang dari jiwa untuk dieksekusi oleh sel dan atau organ tubuh akan error dan manusia tersebut akan mendapat masalah dengan kesehatannya.&lt;br /&gt;Kalau hanya fisik yang ditangani, sementara jiwa yang mengeluarkan perintah yang error tadi tidak ditangani, tentu saja tidak akan menuntaskan persoalan penyakit yang diderita oleh seseorang. Begitulah yang terjadi pada penyakit keturunan, tidak akan pernah tuntas oleh pihak kedokteran.&lt;br /&gt;Ilmu kedokteran memandang bahwa penyakit keturunan adalah bawaan sejak lahir yang diwariskan oleh generasi sebelumnya dari keturunan si penderita. Warisan itu berupa gen pembawa sifat atau penyakit yang ada dalam tubuh si penderita. Meskipun biotekhnologi yang maju pesat mampu mengutak-atik DNA, RNA, Chromosoom dan sebagainya yang berkaitan dengan gen tadi, belum juga bisa diterapkan dalam ilmu genetika kedokteran untuk mengatasi persoalan penyakit keturunan. Mereka terus berkutat dengan masalah bagaimana merubah gen pembawa penyakit tadi agar tidak berbahaya dalam arti tidak lagi membawa penyakit. Menurut saya hal ini tidak mungkin. Seperti saya tegaskan berulangkali, yang harus ditangani adalah siapa dan apa yang mengeluarkan perintah kepada sel, inti sel atau organ tubuh manusia tadi sehingga menimbulkan penyakit. Misalnya pada kasus diabetes, pancreas tidak memproduksi insulin atau memproduksi hanya sedikit, tidak sesuai dengan kebutuhan manusia yang bersangkutan. Insulin ini yang merubah gula yang terkandung dalam darah menjadi energy. Jadi kalau tidak ada insulin dalam darah, maka gula akan menumpuk dalam darah, maka terjadilan diabetes. Kenapa pancreas tidak memproduksi insulin atau memproduksi hanya sedikit, karena harus seperti itulah kata gen, begitulah menurut pemahaman ilmu kedokteran. Kalaupun gen bisa dirubah secara fisik lewat methode rekayasa genetika, tetapi sifatnya akan kembali karena yang memerintah gen tadi tidak ditangani.&lt;br /&gt;Bagaimana Terapi Alif memandang penyakit keturunan ini, misalnya dalam kasus diabetes. Setiap diri manusia punya banyak sekali jiwa yang semuanya terhubung dengan tubuh/fisik manusia, yang memerintah setiap bahagian dari organ dan sel tubuh manusia sekecil apapun melalui pusat syaraf, diantaranya jiwa yang melekat dengan setiap sifat gen yang ada di setiap tubuh manusia.&lt;br /&gt;Tetapi kenapa bisa ada jiwa yang memerintahkan pancreas untuk tidak memproduksi insulin atau kalaupun memproduksi hanya sedikit. Inilah pertanyaan yang harus dijewab oleh Terapi Alif untuk menyelesaikan kasus penyakit diabetes keturunan.&lt;br /&gt;Kita kenal dalam peradaban manusia sejak dulu, ada golongan atau aliran-aliran dalam hal olah bathin atau olah spiritual misalnya seperti pertapa dan sufi. Mereka ini pada tingkat tertentu tidak lagi butuh makan dan minum, kalaupun butuh sangat sedikit. Buat mereka tingkat tertinggi pada kesempurnaan jiwa yang dicapai lewat olah spitual, manakala badan/jasad tidak lagi butuh makanan dan minuman, mereka larut dalam olah spiritual setiap saat tanpa memerlukan gerakan fisik yang membutuhkan energi. Jiwa-jiwa yang dianggap telah mencapai kesempurnaan inilah yang memerintahkan pancreas untuk tidak memproduksi insulin atau memproduksi hanya sedikit. Begitu jiwa ini menurun pada seseorang baik melalui jalur keturunan maupun lewat jalur murid yang mempelajari dan mengamalkan olah spiritual tadi, maka jiwa tadi pasti akan memerintahkan pancreas agar tidak memproduksi insulin atau memproduksi hanya sedikit.&lt;br /&gt;Bagi mereka yang terbiasa dengan olah spiritual, jiwa yang dianggap telah mencapai tingkat kesempurnaan atau mendekati kesempurnaan ini sangat kuat dan sangat sulit dikalahkan dan dianggap oleh sebahagian besar mereka, suatu hal yang mustahil untuk dikalahkan. Inilah persoalan besar yang dihadapi dalam penerapan Terapi Alif untuk menyembuhkan penyakit diabetes keturunan yang diderita seseorang.&lt;br /&gt;Dalam konsep Terapi Alif, jiwa tadi harus dienyahkan dari diri seseorang untuk membebaskannya dari penyakit diabetes. Jiwa tadi yang merasa berada ditingkat kesempurnaan pasti melawan sekuat tenaga atas pengusiran yang saya lakukan. Maka terjadilah pertarungan yang cukup berat antara saya dengan jiwa semacam ini. Biasanya penderita merasakan sakit di tubuhnya pada saat terjadi pertarungan semacam ini, ada yang mengatakan seperti mau mati. Begitu jiwa ini berhasil diusir dari diri seseorang, maka pancreasnya akan berfungsi normal dan akan memproduksi insulin sesuai kebutuhan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Tapi jiwa tadi akan bisa kembali pada yang bersangkutan, apabila sejumlah larangan yang saya tetapkan dilanggar, atau ada hal lain yang dia perbuat tanpa sengaja atau tanpa dia ketahui mengundang kembali jiwa tadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-6498800166804866113?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terapi-alif.blogspot.com/feeds/6498800166804866113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=26232638&amp;postID=6498800166804866113' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/6498800166804866113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/6498800166804866113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/10/benarkah-penyakit-keturunan-tidak-bisa.html' title='Benarkah Penyakit Keturunan Tidak Bisa Disembuhkan'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-6346009376862889804</id><published>2008-08-21T08:38:00.004+07:00</published><updated>2008-10-11T07:24:42.725+07:00</updated><title type='text'>Wanita2 Yang Disetubuhi Syetan</title><content type='html'>Sejumlah wanita yang datang minta tolong pada saya menghadapi kasus yang sangat aneh dan membingungkan, sering disetubuhi syetan. Kasus yang sangat sulit bagi saya dalam upaya penyambuhannya. Tadinya saya enggan menulis tentang kasus ini, tetapi saya berpikir kembali, akan lebih banyak manfaatnya hal ini diungkapkan dengan harapan agar para penderita bisa mengatasi persoalannya dan bagi yang belum terkena kasus ini bisa menghindar dan mencegah dirinya agar tidak tertimpa kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedengarannya si enak yang dirasakan oleh penderita yang mengalaminya, tetapi mereka yang datang minta tolong pada saya sangat frustrasi dan minta tolong dihilangkan gangguan tersebut. Biasanya pada pertemuan pertama dan kedua dengan saya mereka belum berani mengaku mungkin merasa sangat malu menderita kasus yang aneh semacam ini. Awal-awalnya mereka cerita gangguan macam-macam, tetapi akhirnya berterus terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada gadis yang mengaku setiap lima belas menit sampai 30 menit merasa ada penetrasi di vaginanya dengan merasakan sensasi hubungan seksual sampai orgasma. Apalagi kalau sedang berada tempat ramai atau ada orang lainnya, ekspresi wajahnya pasti sangat aneh. Pada saat semacam ini ada yang lari ke kamar mandi atau tempat menyendiri lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga wanita yang bersuami pada jam tertentu setiap malam selalu terbangun kemudian merasakan seperti ada suatu sosok yang tidak kelihatan menggaulinya sampai dia orgasma. Tetapi ada juga yang mengalami hal semacam ini tidak setiap malam, frekwensinya berkurang.&lt;br /&gt;Ada yang mengalaminya hanya pada saat-saat tertentu ketika dia sendirian.&lt;br /&gt;Yang lebih tidak enak lagi ada syetan yang menyamar sebagai suaminya seperti yang saya tulis di blog ini dengan judul SI IBU SERING DISETUBUHI OLEH SYETAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita kasus ini seperti orang kecanduan narkoba, tidak mampu menolak datangnya saat-saat yang membuatnya risih dan malu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya bingung, kenapa bisa terjadi kasus semacam ini. Setelah menangani sekian banyak kasus-kasus tersebut, saya menemukan beberapa penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syetan yang mendominasi dan sangat berpengaruh pada diri wanita yang bersangkutan termasuk jenis hyper sex. Dia senantiasa mengundang syetan jin dan atau syetan manusia mencumbunya. Syetan semacam ini asalnya bisa warisan dari keturunan, atau diundang sendiri oleh yang bersangkutan dengan berbagai cara baik yang disengaja maupun tidak sengaja, sadar atau tidak , diketahui atau tidak diketahui.Misalnya seseorang meminta sesuatu keperluannya pada orang pintar, ada yang tidak dikasih tahu bahwa salah satu syaratnya harus melayani syetan atau jin yang menolongnya, tetapi ada juga yang diberi tahu syarat ini. Ada juga karena prilaku spritual yang menyimpang yang berkaitan dengan masalah sex. Kasus seperti ini masih bisa disembuhkan meskipun cukup sulit dan butuh waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syetan dari laki-laki yang pernah berselingkuh dengan wanita tersebut, apakah wanita tersebut seorang gadis atau wanita yang bersuam. Laki-laki tadi memiliki ilmu atau kemampuan untuk itu secara sadar, tetapi ada juga yang tidak sadar karena tidak memiliki ilmu atau kemampuan untuk itu, dia hanya mewarisi syetan jenis ini dari keturunannya. Syetan yang mendominasi wanita itu juga tersebut jenis yang ketagihan sensasi sexual.  Kasus semacam ini tidak bisa saya tolong, karena berada diluar otoritas saya. Hanya orangtuanya dan atau suaminya yang bisa menolong dan punya otoritas, selama mereka memiliki kemampuan mengalahkan syetan yang mengganggu wanita tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang mengalami kasus semacam ini, langkah pertama mereka harus mohon ampun dan bertobat pada Allah Taala atas segala dosa dan kesalahannya se ikhlas-ikhlasnya secara terus menerus dengan kemauan yang kuat untuk melawan syetan pengganggu tadi. Tentu saja dengan memohon pertolongan Allah Yang Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu. Biasanya setelah berdo'a dan memohon dengan cara semacam ini, akan ada jalan keluar tanpa disangka-sangka.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JH Alifulhaq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-6346009376862889804?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/6346009376862889804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/6346009376862889804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/08/wanita2-yang-disetubuhi-syetan.html' title='Wanita2 Yang Disetubuhi Syetan'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-7494265926215923685</id><published>2008-10-09T12:40:00.001+07:00</published><updated>2008-10-09T12:44:51.819+07:00</updated><title type='text'>Orang Yang Tidak Tahu Bersyukur</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam habis shalat taraweh di mesjid, saya dijemput beberapa orang kerabat dekat seorang yang sedang sakit, minta tolong saya untuk mengabati si sakit. Saya kenal si sakit ini, tetapi tidak akrab. Dia seorang janda yang ditinggal cerai oleh suaminya yang kawin lagi. Teman dekat saya yang waktu itu ada di mesjid ikut juga  bersama saya.&lt;br /&gt;Begitu sampai di tempat si sakit, sekitar belasan keluarga dan kerabat dekatnya menunggui si sakit. Dari penuturan si sakit, dia menderita sakit di perut sekitar setahun. Keluhan sakit perut yang kadang-kadang membuatnya sesak napas. Perutnya terlihat agak membesar. Diapun sudah berobat kemana-mana, baik dokter maupun non medis, tetapi tidak membuahkan hasil dalam arti dia tetap merasakan sakit sampai saat itu.&lt;br /&gt;Setelah menjalani terapi beberapa menit, si sakit menyatakan bahwa rasa sakitnya hilang sama sekali saat itu juga. Saya jelaskan pada si sakit dan belasan orang yang ada disitu bahwa ini sebagai tanda bahwa pengobatan yang saya lakukan membuahkan hasil, berarti pengobatannya tepat. Untuk menuntaskannya, saya harus ketemu bekas suaminya untuk menyelesaikan persoalannya yang berkaitan dengan penyakitnya. Dari tanya jawab saya dengan si sakit, saya sampai pada kesimpulan bahwa penyakitnya karena perbuatan dia sendiri dan berkaitan erat dengan bekas suaminya. Memang suaminya sudah dicari oleh pihak keluarga sekian lama, tetapi tidak ketemu. Saya katakan bersabar saja,  tokh rasa sakit yang diderita sudah hilang sama sekali. &lt;br /&gt;Saat itu saya tegaskan sampai lima enam kali dan saya minta yang hadir jadi saksi, si sakit tidak boleh lagi berobat ke dukun, kiyai, paranormal dan semacamnya. Kalau dilanggar, saya tidak akan menanganinya lagi.&lt;br /&gt;Tiga hari kemudian, saya dicari lagi oleh keluarga si sakit di mesjid, tetapi malam itu setelah selesai shalat taraweh, saya ke rumah seorang teman untuk urusan pembangunan masjid yang sedang dirampungkan. Sayapun dijemput disitu. Penjemput saya mengatakan bahwa si sakit kambuh lagi sakitnya.&lt;br /&gt;Di tempat si sakit ada belasan orang keluarga dan kerabat dekat, banyak diantara mereka yang hadir pada saat kunjungan saya yang pertama yang saya minta jadi saksi. Saya ungkapkan kepada semua yang hadir dan si sakit bahwa larangan saya telah dilanggar. Kebanyakan diantara mereka merasa heran karena saya bisa tahu padahal tidak ada yang kasih tahu. Kemudian saya tegaskan, karena larangan saya telah dilanggar, sesuai dengan penegasan saya sebelumnya, saya tidak akan menangani lagi si sakit.&lt;br /&gt;Kemudian diungkaplah oleh kakak perempuan si sakit bahwa sore hari sebelum saya dijemput untuk kedua kalinya, adik laki-laki mereka membawa dukun kesitu untuk mengobati si sakit. Si dukun dibayar cukup mahal, sebahagian besar uang hasil kontrakan rumah yang baru diterima si sakit diberikan kepada dukun tersebut.&lt;br /&gt;Saya katakan pada si sakit dan semua yang hadir, suruh dukun itu bertanggung jawab karena dia sudah dibayar sangat mahal, jangan minta tolong pada saya lagi.&lt;br /&gt;Sangat mengherankan bagi saya, si sakit itu tidak bayar sepeserpun pada saya, rasa sakit yang diderita sekian lama hilang seketika setelah saya obati, malah melanggar larangan saya yang tidak lain untuk kesembuhan dirinya. Malah dia beli lagi penyakit dengan harga sangat mahal dengan membayar dukun sangat mahal.&lt;br /&gt;Menurut saya, orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang tidak tahu bersyukur karena inti pokok pengobatan yang saya lakukan adalah mohon pertolongan pada Allah Taala. Do’a berupa permohonan ini dilakukan sendiri oleh si sakit seperti yang saya bimbing dan oleh diri saya sendiri tentunya.&lt;br /&gt;Saya tidak berani lagi memaksakan diri untuk menolong orang-orang semacam ini, takut Allah Taala menguji saya lagi dengan rasa sakit yang berkepanjangan seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;Kalau tidak salah setelah sebulan lebih menderita, akhirnya si sakit meninggal.&lt;br /&gt;Beberapa kasus yang mirip seperti ini saya temukan dalam pengobatan. Masih jadi pertanyaan buat saya, mengapa mereka menganggap sepele apa yang saya tentukan, apakah karena sembuhnya sangat gampang, bayarannya murah atau gratisan, atau karena sikap saya sebelumnya yang tidak pernah menolak untuk menolong orang sakit yang datang minta tolong pada saya, siapapun dia.&lt;br /&gt;Belajar dari pengalaman-pengalaman ini, saya mohon maaf karena sekarang harus selektif menerima orang-orang yang akan saya obati agar tidak membebani saya dan keluarga saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-7494265926215923685?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terapi-alif.blogspot.com/feeds/7494265926215923685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=26232638&amp;postID=7494265926215923685' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/7494265926215923685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/7494265926215923685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/10/orang-yang-tidak-tahu-bersyukur.html' title='Orang Yang Tidak Tahu Bersyukur'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-5247146094957886023</id><published>2008-09-26T10:27:00.000+07:00</published><updated>2008-09-26T10:28:52.845+07:00</updated><title type='text'>Akses Ke Alam Jin Dan Syetan</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;Suatu malam, seorang teman dekat menelpon saya. Dia ingin bertamu ke rumah saya saat itu juga. Dia mau ajak seorang temannya.&lt;br /&gt;Teman saya yang satu ini sangat kritis dan sangat tertarik dengan pengetahuan yang berkaitan dengan agama dan dimensi lain dari alam ini. Dia banyak tanya dan kadang-kadang berdiskusi tentang alam jin dan syetan dengan saya. Tapi dia belum pernah puas karena tidak bisa lihat sendiri alam jin dan syetan. Sama dengan sejumlah orang yang datang pada saya ingin melihat alam jin dan syetan, tetapi tidak bisa sama sekali. Kebanyakan yang bisa lihat alam jin dan syetan adalah mereka yang menderita sakit non medis, artinya penyakitnya disebabkan oleh ulah jin dan syetan, termasuk sihir dan santet.&lt;br /&gt;Rupanya teman saya ini mengajak temannya yang baru saja ketemu dan bertamu ke rumahnya. Temannya ini bisa mengakses dan masuk ke alam jin dan syetan. Teman saya kelihatan senang karena rasa penasaran tentang alam jin dan syetan bisa segera terobati.&lt;br /&gt;Orang ini bercerita bahwa dia diajari oleh ustadznya, bagaimana cara masuk ke alam jin dan syetan. Sejumlah kalimat dan rapalan yang harus diamalkan terus menerus setiap hari diajarkan. Satu tahun lebih dia dengan tekun dan sabar mengamalkan apa yang dijarkan oleh ustadznya. Akhirnya dia bisa akses ke alam jin dan syetan.&lt;br /&gt;Duduk di depan saya di rumah saya, disaksikan oleh teman saya tadi, orang tersebut komat kamit beberapa menit saat dia hendak mengakses alam jin dan syetan. Kemudian dia menyatakan telah melihat alam jin dan syetan. Saya tanya apa yang dilihatnya, dia jawab,  jin temannya yang biasa ketemu dia. Jin tersebut tersebut punya kedudukan tinggi di suatu kerajaan jin. Saya tanya lagi, apakah dia sudah pernah lihat raja dari kerajaan tersebut, dia katakan belum. Begitu saya tawarkan apakah dia ingin melihat rajanya, diapun langsung mengatakan mau. Kemudian saya panggil rajanya untuk datang menemui dia dan berkenalan dengan dia. Orang ini melihat Rajanya datang, memberi hormat kepada saya,  kemudian menemuinya. Saya katakan pada orang ini, “silahkan tanya dan ngobrol sendiri dengan Raja tersebut, Insyaallah dia tidak akan berani bohong atau mengganggu serta memperdaya anda di depan saya, selama anda tidak melanggar apa yang telah saya tetapkan dalam urusan dengan mereka, selama anda tidak bertindak sendiri, dalam arti segala sesuatu yang anda lakukan di alam itu harus minta ijin dulu pada saya, karena saat ini anda berada dibawah tanggung-jawab saya “. Orang inipun tidak berani melanggar karena tahu persis, betapa sakit dan perihnya kalau dihajar di alam jin dan syetan, dan tidak bisa dibuat main-main. Dia pernah bertarung di alam jin dan syetan, melawan satu jin saja sangat sulit dan sangat menyakitkan. Dia tidak mau hal itu terulang.&lt;br /&gt;Sayapun minta dia mengecek apa benar yang datang itu raja dari teman jinnya. Dia membenarkan karena teman jinnya sujud padanya dan mengiyakan.&lt;br /&gt;Orang ini memandang saya penuh keheranan. Dia bingung, saya tidak mengucapkan apa-apa atau komat-kamit seperti dia, langsung bisa memanggil raja dari salah satu kerajaan jin. Istilah dia, saya tidak pakai password seperti dia, saya langsung enter.&lt;br /&gt;Kemudian saya tantang dia, mau lihat apa lagi di alam jin dan syetan, kerajaan atau mau ketemu tokoh mana saja yang dia mau. Dia senang melihat kerajaan-kerajaan jin dan syetan yang ingin dia lihat, serta tokoh-tokoh yang yang ingin dia ketemu dengan jaminan bahwa dia tidak akan diganggu selama dia berada dibawah tanggung jawab saya.&lt;br /&gt;Tapi teman dekat saya yang penuh antusias mengikuti peristiwa ini, tidak pernah bertanya apapun pada saya atau pada temannya yang sedang melihat alam jin dan syetan. Dia hanya minta saya untuk bisa menghadirkan dihadapan temannya, tokoh yang sangat terkenal di komunitas dia. Sayapun memenuhinya, tetapi temannya tidak sanggup melihat tokoh tersebut karena diliputi oleh cahaya yang terang benderang.&lt;br /&gt;Dalam penjelejahan di alam jin dan syetan, seseorang yang berada di level bawah tidak mungkin bisa atau mampu melihat kerajaan atau tokoh yang berada di level lebih atas dalam hirarki alam jin dan syetan.&lt;br /&gt;Misalnya si A bisa melihat kerajaan Nyi Roro Kidul yang berada di dasar laut selatan, tidak akan bisa melihat kerajaan atau tokoh yang berada dilevel lebih atas dari itu. Saya sebenarnya bisa memaksa mereka untuk menampakkan diri kepada seseorang yang bisa melihat alam jin dan syetan, tetapi orang tersebut tidak akan sanggup melihatnya karena dia akan merasakan sakit kepala yang luar biasa, terasa seperti kepalanya mau pecah.&lt;br /&gt;Pada akhir pertemuan dengan tamu saya tadi,  dengan gampangnya menyatakan bahwa dia akan membawa nama saya kalau menemui kesulitan dengan jin dan syetan. Saya tegaskan, itu tidak ada gunanya, karena segala sesuatu yang dia lakukan yang berkaitan dengan jin dan syetan adalah tanggung jawab dia sendiri. Tetapi kalau dia melakukan segala sesuatu atas sepengetahuan saya dan atas jaminan saya tentunya, maka berarti dia berada di jalur saya sehingga setiap gangguan dan kesulitan yang dia temui dari jin dan syetan akan melibatkan saya.&lt;br /&gt;Saya tidak mungkin segampang itu memberi jaminan semacam itu kepada seseorang yang berada jauh dihadapan saya, meskipun itu anak kandung saya sendiri. Resikonya bagi saya terlalu berat karena berada diluar jangkauan pengawasan saya. Kalau yang dijamin bertindak salah, tentu akan sangat fatal bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-5247146094957886023?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/5247146094957886023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/5247146094957886023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/akses-ke-alam-jin-dan-syetan.html' title='Akses Ke Alam Jin Dan Syetan'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-5915287721578114319</id><published>2008-09-23T07:45:00.000+07:00</published><updated>2008-09-23T07:46:13.783+07:00</updated><title type='text'>MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 15</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif.&lt;br /&gt;Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Dalam ayat 16 surat Qaf kita menangkap apa yang tersirat bahwa kebimbangan/keraguan/syak dalam jiwa itu sangat tersembunyi sehingga sangat sulit untuk diketahui, kecuali oleh Allah Taala Rabb yang menciptakan manusia.&lt;br /&gt;Manusia sebagai pemilik jiwa jarang menyadari dan mengetahui  keraguan dan kebimbangan yang bertahta dalam jiwanya. Inilah salah satu jenis kejahatan setiap diri manusia. Makanya Rasulullah saw sering berdo’a pada Allah Taala, memohon perlindungan dari kejahatan diri beliau sendiri.&lt;br /&gt;Dari apa yang saya ungkapkan sebelumnya, saya lebih condong menafsirkan kata khannas atau khunnas sebagai jiwa yang sifatnya bimbang/ragu/syak, jiwa yang gampang diobok-obok atau dipengaruhi oleh pihak luar baik dari pihak manusia sendiri maupun jin, syetan dan Iblis. Disamping gampang dipengaruhi secara bathiniah, juga bisa dengan cara lahiriah. Setiap manusia dan jin punya jiwa ini.&lt;br /&gt;Kenapa jiwa seperti ini bisa tumbuh menjadi kuat sampai bisa menjerumuskan anak manusia kedalam jurang kedurhakaan karena manusia tidak punya kamauan yang kuat untuk mematuhi perintah Allah Taala. Sekali lagi kemauan yang kuat. Hal ini dijelaskan oleh Allah Taala dalam surat Thahaa ayat 115 yang terjemahannya : “ Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan Adam dulu ( untuk tidak memakan buah khuldi ), tetapi ia lupa dan tidak Kami lihat padanya kemauan yang kuat”.&lt;br /&gt;Jadi al khannas ini bahagian dari jiwa manusia, menempati posisi  yang dalam dari jiwa manusia dan disinilah Iblis dan syetan mengilhamkan kedurhakaan pada setiap anak manusia, membuka benteng keimanan seseorang dengan cara menanamkan keraguan/kebimbangan dan waswas.&lt;br /&gt;Maka sampailah saya pada kesimpulan penafsiran ayat keempat seperti ini : “ Dari kejahatan jiwa yang bersifat waswas/ragu/bimbang yang senantiasa membuat/mempengaruhi  untuk menjadi waswas/ragu/bimbang “.&lt;br /&gt;Kemudian ayat berikutnya ditafsir : “ Yaitu yang membuat/menjadikan keraguan/kebimbangan/waswas dalam dada manusia “.  Ada yang menafsirkan kata sudur sebagai hati, tetapi hal itu tidak tepat. Kalau Allah Taala menghendaki kata hati disitu tentu akan digunakan kata qalbi atau af’idah. Kata sudur berarti dada.  Dalam dada manusia, ada hati, perasaan, emosi, naluri, dan lain-lain. Inilah yang di pengaruhi oleh al khannas supaya jadi waswas.&lt;br /&gt;Kita bisa bayangkan bagaimana hebatnya kejahatan yang dilakukan melalui al khannas ini. Larangan Allah saja bisa dimanipulasi menjadi perintah seperti yang dialami oleh Adam as bersama isterinya. Inilah cobaan yang paling berat bagi anak manusia, merasa benar segala perbuatan dan amalannya dan sesuai dengan ketentuan Allah, tetapi dalam kenyataannya banyak yang menyimpang baik karena tidak tahu, tidak sadar, tetapi bahkan ada yang sadar demi mengambil keuntungan pribadi atau keuntungan kelompoknya.&lt;br /&gt;Pada ayat terakhir Allah Taala menerangkan bahwa al khannas ini asalnya dari manusia dan jin. &lt;br /&gt;Saya kira cukup sampai disini pembahasan surat Al Falaq dan An Nas, semoga Allah Taala membukakan hati kita untuk memahaminya.&lt;br /&gt;CATATAN : Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih. &lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-5915287721578114319?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/5915287721578114319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/5915287721578114319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/menyingkap-rahasia-surat-al-falaq-dan_23.html' title='MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 15'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-3986689121406214823</id><published>2008-09-07T12:52:00.004+07:00</published><updated>2008-09-23T07:29:00.669+07:00</updated><title type='text'>MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 6</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Pembahasan berikut, kita masuk ke ayat keempat. Ayat ini yang sangat krusial dalam pemahamannya. Ayat  ini berkaitan langsung dengan sihir. Umumnya buku-buku terjemahan dan tafsir Al Qur’an menterjemahkan atau menafsirkan ayat ini seperti ini : “ Dari kejahatan wanita-wanita penyihir yang meniup dengan buhul-buhul “.&lt;br /&gt;Kalau seperti itu penafsirannya, berarti orang yang menyihir Rasulullah saw tidak termasuk, karena dia laki-laki Yahudi yang bernama Labid bin A’sham. Tukang sihir atau santet tidak hanya dilakukan oleh wanita, tetapi juga dilakukan oleh laki-laki seperti yang menyihir Rasulullah saw. Jadi do’a tersebut tidak termasuk kejahatan laki-laki penyihir.&lt;br /&gt;Masalah lainnya, apa iya buhul-buhul ( ikatan tali/benang ) yang dipakai oleh penyihir terlepas begitu dibacakan surat Al Falaq dan surat An Nas. Menurut Rasulullah saw, setiap membaca satu ayat dari kedua surat tersebut, terlepas dua buhul/ikatan.&lt;br /&gt;Dari apa yang saya paparkan tadi, penafsiran akan sulit diterima untuk sampai kepada pemahaman yang benar. Kenapa para ahli tafsir menafsirkan seperti itu. Ada beberapa hal antara lain.&lt;br /&gt;1. Pada zaman itu, wanita penyihir biasanya menjalankan sihirnya dengan cara meniup buhul-buhul.&lt;br /&gt;2. Kata Nnaffaatsaa, dalam bahasa Arab berarti penyihir. Sihir yang dimaksudkan dengan kata ini adalah sihir berupa santet yang menyakiti, bukan sihir yang memanipulasi pandangan dan pendengaran seperti yang dilakukan ahli-ahli sihir Fir’aun terhadap Nabi Musa as, disebutkan dengan kata as sihr dalam Al Qur’an. Karena kata Nnaffatsaa diberi akhiran huruf ta yang menandakan jamak perempuan dalam tata bahasa Arab, maka jadilah penafsirannya seperti diatas.&lt;br /&gt;3. Para penafsir dan ahli tafsir tidak memiliki pengetahuan yang lebih luas dan dalam tentang sihir, maka sekedar apa yang mereka ketahui dijadikan bahan penafsiran asalkan sesuai dengan hukum atau kaidah baku tata bahasa Arab, maka mereka merasa sudah benar dan jadilah penafsiran seperti itu. Hal ini banyak kita temui dalam buku-buku tafsir, sehingga kita sulit mencerna tentang sesuatu hal dalam Al Qur’an dari tafsir-tafsir seperti ini. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;Sekarang kita telaah point 1. Tukang sihir dalam melaksanakan hajatnya tidak hanya dengan cara meniup buhul, tetapi berbagai ragam cara. Banyak sekali cara dan variasinya, dan bukan hanya wanita yang melakukan, tetapi juga laki-laki. Kalau penafsirannya seperti tadi, maka wanita-wanita yang menjalankan sihirnya selain dengan cara meniup buhul-buhul, tidak termasuk dalam kategori kejahatan yang kita minta perlindungan pada Allah Taala. Padahal ayat tersebut dimaksudkan untuk semua aktivitas sihir.&lt;br /&gt;Point 2. Dalam Al Qur’an kita temui bahwa huruf ta yang diletakkan di akhir kata tidak selamanya menunjukkan jenis kelamin perempuan, tetapi kita temukaan untuk menandai sifat benda tersebut yang halus, lembut dan tidak kelihatan. Contohnya, kata Malaikat di dalam Al Qur’an tidak menunjukkan bahwa Malaikat berjenis kelamin perempuan, tetapi karena tidak tampak maka diberi huruf ta di akhir katanya. Begitu dia tampak oleh manusia, maka diberi sifat laki-laki seperti kita temui dalam surat Al Baqarah ayat 102. Disitu disebutkan dua Malaikat Harut dan Marut  dengan sebutan Malakaini. Kalau mengikuti bentuk aslinya dari Malaikat seharusnya  menjadi Malakataini sebagai ganda perempuan, itu menurut tata bahasa Arab yang dipakai dan yang diuatamakan oleh para ahli tafsir. Jadi kasus Malaikat menjadi Malakaini adalah yang menyimpang menurut tata bahasa Arab. Kasus yang sama terjadi pada kata as sama’ ( langit ) yang bisa kita lihat dengan mata, begitu diberi bentuk jamaknya maka berubah menjadi samaawaati karena kita tidak bisa lihat tujuh lapis langit yang dimaksud ayat tersebut.  Ini yang saya jadikan dasar penafsiran kata nnaffaatsaati agar bisa dicerna dan tidak bertentangan dengan kenyataan yang ada.&lt;br /&gt;Sebelum ke penafsiran ayat keempat ini ada baiknya kita ketahui tentang praktek sihir, bagaimana seseorang menjalankan sihir dalam hal ini santet sesuai konteks ayat tersebut, agar lebih gampang menangkap maksud ayat tadi.&lt;br /&gt;Seseorang apabila ingin jadi penyihir, dia harus mengadakan ikatan perjanjian dengan syetan yang akan membantu aksinya. Inti dari perjanjian tersebut, meskipun dilakukan dengan berbagai macam ritual dan persyaratan, manusia tersebut harus menyerahkan jiwanya pada syetan. Ada yang sadar dengan penyerahan jiwa kepada syetan ada yang tidak. Adakalanya ritual-ritual tertentu dalam adat istiadat suatu suku atau keturunan merupakan cara-cara dan syarat yang diharuskan oleh syetan pada leluhur mereka yang mengikat perjanjian dengan syetan dan ritual-ritual harus terus diadakan oleh keturunannya agar ikatan perjanjian dengan syetan jadi langgeng dalam arti syetan akan terus menolong anak keturunannya dalam hal apa yang disepakati dalam perjanjian, sehingga mereka yang menyelenggarakan ritual tersebut tidak tahu apa-apa. Padahal begitu mereka melaksanakan ritual tersebut, mereka menyerahkan jiwanya pada syetan yang telah mengikat perjanjian dengan leluhurnya. Kasus semacam ini saya temukan dalam pengobatan yang saya lakukan.&lt;br /&gt;Ada juga mereka yang belajar ilmu sihir, mantera-mantera dan amalan-amalan atau ritual untuk memanggil syetan yang akan membantunnya/menolongnya dalam hajatnya, sebenarnya sudah dalam ikatan perjanjian dengan syetan bahwa jiwanya harus diserahkan. Ada yang tahu, tetapi banyak juga yang tidak tahu, hanya mewariskan dari keturunan atau gurunya. Masalah penyihir yang menjual jiwanya kepada Syetan diberitakan oleh Allah dalam Al Qur’an surat Al Baqarah di bahagian akhir ayat 102 surat Al Baqarah.&lt;br /&gt;Sekarang bagaimana sihir di jalankan. Misalnya si A telah mengadakan ikatan dengan syetan S. A mau menyantet B. A akan minta pertolongan syetan S untuk melaksanakan hajadnya. Syetan S kemudian mencuri jiwa-jiwa B seberapapun yang dibutuhkan sesuai hajad si A. Cara mencuri jiwa ini macam-macam caranya, ada yang pakai media seperti yang dilakukan terhadap Rasulullah saw yaitu berupa rambut dan beberapa gigi sisir beliau, tetapi ada juga yang tidak pakai media sama sekali. Jiwa yang dicuri kemudian diikat berbuhul-buhul banyaknya, ditarokh disuatu tempat yang telah ditentukan oleh syetan untuk disiksa. Siksaan-siksaan terhadap jiwa tadi makin lama makin terasa oleh jasad si B karena antara jiwa yang dicuri dengan jasad si B masih tersambung, akhirnya si B jatuh sakit. Apabila A menginginkan B sampai mati atau mati mendadak, maka matilah B kalau Allah Taala mengizinkan. Kalau A menghendaki B menderita sakit berkepanjangan, maka seperti itulah yang terjadi apabila Allah Taala mengizinkan. Saya tidak akan membeberkan lebih detail lagi tentang terlaksananya sihir ini di alam jin dan syetan karena akan sangat panjang. Saya pikir apa yang saya beberkan sudah cukup untuk menafsirkan ayat yang sedang dibahas.&lt;br /&gt;Kalau penjelasan ini dipakai untuk menafsirkan ayat keempat surat Al Falaq akan lebih gampang dicerna dan kita tidak akan menemui  pertentangan dengan kenyataan yang ada.&lt;br /&gt;Nnaffaatsaati kita tafsirkan kegiatan penyihir di alam jin dan syetan yang tidak kelihatan ditunjukkan dengan adanya huruf  ta  pada akhir kata tersebut seperti saya jelaskan sebelumnya  pada kata Malaikat. Sementara buhul-buhul ditafsirkan sebagai buhul-buhul yang mengikat jiwa-jiwa, klop dengan pernyataan hadits Rasulullah saw bahwa setiap membaca satu ayat dari surat Al Falaq dan Surat An Nas akan terlepas dua buhul. Buhul inilah yang dimaksud, bukan buhul lahiriah yang ada di tangan penyihir.&lt;br /&gt;Jadi penjelasan lengkapnya ayat keempat ini menurut saya : “ Dari kejahatan perbuatan-perbuatan sihir dari para penyihir di alam jin dan syetan yang tidak kelihatan di alam dhahir dengan mencuri jiwa-jiwa kemudian diikat berbuhul-buhul “. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;Bersambung.&lt;br /&gt;CATATAN : Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih. &lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-3986689121406214823?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/3986689121406214823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/3986689121406214823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/menyingkap-rahasia-surat-al-falaq-dan_07.html' title='MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 6'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-3682448029569641020</id><published>2008-09-10T14:20:00.001+07:00</published><updated>2008-09-23T07:23:03.298+07:00</updated><title type='text'>MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 7</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang&lt;br /&gt;Sekarang sampai kita pada pembahasan ayat terakhir surat Al Falaq. Kwalitas kejahatan yang dicantumkan dalam ayat ini lebih berat dari kejahatan-kejahatan yang tercamtum dalam ayat-ayat sebelumnya. Terjemahan ayat tersebut berbunyi : “ Dari kejahatan pendengki kalau dia mendengki “.&lt;br /&gt;Allah Taala memilih kata pendengki dalam ayat ini, bukan kata siapapun. Mungkin anda bertanya kenapa saya katakan bahwa kwalitas kejahatan pendengki ini lebih berat dari kejahatan lain yang disebut dalam ayat-ayat sebelumnya. Apa pendengki ini lebih hebat, lebih jahat dan lebih menyakitkan dari penyihir misalnya. Silahkan anda nilai sendiri dari penjelasan berikut. &lt;br /&gt;Pendengki adalah orang yang tidak suka melihat orang lain punya kelebihan disbanding dirinya. Dia tidak suka melihat orang lain lebih ganteng/cantik , lebih kaya, lebih pintar, lebih tinggi jabatan/kedudukan, lebih terkenal dan sebagainya. Dalam jiwa pendengki terbentuk kekuatan jahat yang kuat dengan spesialisasi pendengki. Apabila pendengki ini aktif dalam olah spiritual, apakah itu berupa semedi, bertapa, berdzikir, olah pernafasan dan sebagainya, kekuatan jahat dalam jiwanya akan berlipat ganda. Apalagi kekuatan dalam jiwanya ditambah dari warisan, jimat dan semacamnya, maka kekuatan jahat tersebut sangat besar. Orang-orang seperti ini apabila dia dengki atau marah pada seseorang, maka korbannya langsung diserang oleh kekuatan jahat dalam jiwanya secara otomatis, tanpa ritual atau mantera apapun. Tanpa perlindungan Allah Taala, maka korban akan jatuh sakit. Kekuatan jahat semacam ini merupakan syetan dari yang bersangkutan, tidak perlu lagi memanggil secara khusus syetan dari kerajaan syetan untuk membantu kejahatannya. Apabila anda bertarung dalam alam jin dan syetan, akan lebih sulit menghadapi orang semacam ini dibandingkan dengan melawan tukang sihir dan santet. Ini pengalaman saya sendiri.&lt;br /&gt;Contoh kekuatan semacam ini, kita temukan sejumlah riwayat dalam hadits tentang penyakit pandangan mata. Penyakit yang disebabkan oleh penderita beradu pandang dengan seseorang yang punya kekuatan jahat dalam jiwanya. &lt;br /&gt;Disamping itu, syetan orang tersebut menyebarkan kedengkian pada syetan-syetan orang lain, agar orang-orang tersebut ikut dengki, marah dan atau benci pada tokoh yang dia dengki. Baik sadar maupun tidak sadar, orang yang telah tertular oleh kejahatan syetan si pendengki akan mengikuti bisikan-bisikan syetannya yang telah kena pengaruh. Maka ikut dengki jugalah mereka dan akan ditunjukkan dalam pola tingkah laku terhadap tokoh yang di dengki mereka.&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an kita temukan bahwa kata hasad dan imbuhannya antara lain ditujukan kepada para ahli kitab ( Yahudi ) yang dengki kepada Rasulullah saw. Mereka dengki karena Nabi Akhir Zaman yang ditunggu-tunggu oleh mereka, bukan dari kalangan Yahudi, tetapi dari saudara mereka sendiri bangsa Arab. Maka dengan berbagai cara mereka berupaya menjatuhkan Rasullah saw, diantaranya dengan menyihir dan meracun beliau.&lt;br /&gt;Silahkan anda menilai sendiri, mana yang lebih jahat dan lebih kuat kejahatannya antara penyihir dengan pendengki.&lt;br /&gt;Saya berharap semoga Allah Taala Yang Maha Mengetahui Lagi Maha Belas Kasih membukakan hati anda untuk memahami surat Al Falaq secara benar agar do’a dan munajat yang terkandung didalamnya manjur.&lt;br /&gt;Dari apa yang saya ungkapkan dalam penafsiran ini bisa disimpulkan bahwa surat Al Falaq adalah untuk menangkal kejahatan yang datang dari luar diri kita. Ada lagi kejahatan yang lebih berat yaitu kejahatan yang mengguncang dan mengobrak-abrik bahagian dalam dari diri kita, yang tidak bisa ditangkal dengan surat Al Falaq. Letak kejahatan ini berada pada bahagian yang cukup dalam dari setiap diri kita. Penangkalnya adalah surat An Nas.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah Taala Rabbku Yang Maha Belas Kasih mengizinkan dan menolongku untuk meneruskan pembahasan surat An Nas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bersambung&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;CATATAN : Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih. &lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-3682448029569641020?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/3682448029569641020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/3682448029569641020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/menyingkap-rahasia-surat-al-falaq-dan_10.html' title='MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 7'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-1756404097783773788</id><published>2008-09-22T08:43:00.000+07:00</published><updated>2008-09-22T08:46:00.931+07:00</updated><title type='text'>MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 14</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Jadi perasaan dan hati yang ragu, waswas dan syak adalah kelemahan paling fatal bagi setiap diri manusia. Dalam surat Qaf ayat 16 Allah Taala menerangkan tentang  waswas di dalam jiwa, tetapi kebanyakan ahli tafsir menafsirkan sebagai bisikan dalam hati. Dari ketiga ayat yang ada kata waswas didalamnya, Allah Taala menerangkan pada kita bahwa kejahatan yang berbentuk waswas yang dilakukan syetan pada setiap manusia adalah pada jiwanya. Keraguan dan kebimbangan ini ditanamkan oleh syetan kedalam jiwa. Hubungan antara jiwa manusia dengan syetan ini banyak saya bahas di blog ini. Jadi untuk menanamkan kebimbangan, keraguan dan waswas kedalam jiwa setiap manusia tidaklah sulit bagi syetan selama jiwa manusia tersebut tidak dilindungi oleh Allah Taala Rabb Penciptanya.&lt;br /&gt;Kata kunci berikutnya di ayat keempat surat An Nas adalah kata al khannas. Dalam Al Qur’an kata ini hanya disebut dua kali, di surat An Nas yang sedang kita bahas ini dan surat At Takwir ayat 15. Akar katanya  khanasa, di kamus bahasa Arab- Indonesia Al Munawir berarti : tertinggal, terlambat,  mengakhirkan, menangguhkan,  memegang, menggenggam, tersembunyi, menutupi, berkata keji/kotor. Kemudian setelah mengalami perubahan bentuk menjadi khannas dalam surat An Nas diterjemahkan dengan syetan, demikian yang kita temui dalam kamus bahasa Arab-Indonesia Al Munawir serta buku tafsir dan terjemahan Al Qur’an. Sementara pada surat At Takwir bentuknya menjadi khunnas, yang dalam kamus bahasa Arab-Indonesia Al Munawir dan hampir semua buku-buku terjemahan dan tafsir Al Qur’an diterjemahkan sebagai bintang  siarah atau planet. Pada tafsir Jalalain diartikan sebagai lima planet yaitu Uranus, Yupiter, Mars, Venus dan Pluto. Tetapi bagi saya penerjemahan dan penafsiran  ayat 15 dan ayat 16 surat At Takwir di buku-buku tafsir yang ada masih tanda tanya besar karena banyak sisi lemahnya sehingga membingungkan.  Tafsir Jalalain menafsirkan ayat 15 At Takwir seperti ini : “ Sungguh Aku bersumpah dengan bintang-bintang “. Sementara tafsir Ibnu Katsier seperti ini : “ Maka Aku takkan bersumpah dengan bintang-bintang untuk membuktikan kebenaran apa yang telah aku nyatakan itu, karena sangat jelas gamblang”.&lt;br /&gt;Dari dua tafsir ini sudah sangat membingungkan kita, satu mengatakan Aku bersumpah, sementara yang lainnya Maka Aku Takkan bersumpah. Dua hal yang berlawanan dan bertolak belakang.&lt;br /&gt;Kemudian yang membingungkan juga, ayat 16 surat At Takwir ini menerangkan ayat 15 yang bunyi ayatnya : “ Aljawaaril kunnasi “. Ditafsirkan dengan : “ Yang beredar dan yang terbenam “. Tetapi begitu kita cari dalam Al Qur’an dan kamus bahasa Arab Indonesia, kita tidak menemukan kata jawaari yang berarti terbit, demikian juga kata kunnas tidak ada yang berarti tenggelam.&lt;br /&gt;Dalam kasus ini saya memilih penafsiran : “ Maka aku tidak akan bersumpah……………” , karena awal ayat ini berbunyi : “ Falaa uqsimu “. Sementara kata khunnas berkaitan erat dengan kata khannas dalam surat An Nas. Kalau kata khunnas ditafsirkan menjadi bintang atau planet, maka hal ini sangat bertentangan dengan ayat-ayat lain dalam Al Qur’an yang menyatakan Allah bersumpah demi bintang dan sebagainya. Tidak mungkin Allah Taala tidak konsisten dalam firmanNya. Alasan lainnya, kenapa saya lebih condong menafsirkan khunnas sejajar atau sama seperti khannas, karena Allah Taala tidak mau bersumpah dengan makhluk yang membuat kejahatan. Bagi saya ini logis dan masuk akal.&lt;br /&gt;Sekarang kita kembali kepada kata khannas dalam surat An Nas. Kesulitan kita menangkap secara benar makna kata ini karena penggunaan kata ini hanya dua di dalam Al Qur’an, yaitu di surat At Takwir dan An Nas. Kalau saja penafsirannya pada surat At Takwir, benar dan pas, maka akan memudahkan kita untuk menangkap makna dari kata khannas ini. Kata kunci yang satu ini sangat penting untuk mengetahui jenis kejahatan yang hebat ini. &lt;br /&gt;Kalau kata khannas diterjemahkan sebagai syetan yang biasa bersembunyi, dimana dia bersembunyi dan bagaimana cara sembunyinya, agar kita bisa tahu sehingga kita bisa meminta secara tepat pada Allah Taala pada saat berdo’a atau bermunajat, kemudian kita focus dalam upaya melawan syetan tersebut.&lt;br /&gt;Untuk menafsirkan kata khannas ini saya lebih condong menggunakan ayat 16 surat Qaf yang terjemahannya : “ Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia sedangkan kami mengetahui apa yang dibisikkan dalam hatinya dan kami lebih dekat daripada urat lehernya “. Hampir semua buku tafsir dan terjemahan menafsirkan  “ tuwaswisu nafsuhu “ dengan  “ bisikan dalam hati “. Seperti saya jelaskan sebelumnya saya lebih condong menafsirkan kedua kata yang menjadi potongan ayat 16 surat Qaf itu dengan keraguan/kebimbangan/syak dalam jiwa.&lt;br /&gt;Bersambung.&lt;br /&gt;CATATAN : Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih. &lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-1756404097783773788?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/1756404097783773788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/1756404097783773788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/menyingkap-rahasia-surat-al-falaq-dan_22.html' title='MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 14'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-6319773477755932705</id><published>2008-09-19T07:04:00.001+07:00</published><updated>2008-09-19T07:10:13.263+07:00</updated><title type='text'>MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 12</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Dengan penjelasan-penjelasan saya sebelumnya, kita sudah mendapat gambaran sekilas tentang manusia atau an nas dalam bahasa Al Qur’an. Betapa rapuhnya manusia bila kita menyadari bahwa begitu kompleks dan rumitnya jiwa-jiwa yang membuat manusia jadi hidup. Ditambah lagi syetan dan Iblis yang tidak berhenti mengobok-oboknya menjadi sangat rumit lagi. Kalau bukan karena Rahmat dan Karunia Allah Yang Maha Belas Kasih, maka seluruh anak cucu Adam akan binasa di tangan Iblis dan syetan.&lt;br /&gt;Antara kelompok jiwa yang taqwa dan yang durhaka tentu akan terus bertikai. Kalau jiwa yang durhaka lebih banyak, maka menanglah dia, kalau jiwa yang taqwa lebih banyak maka menanglah yang taqwa. Diantara jiwa yang taqwa juga ada perselisihan misalnya antara jiwa yang murni taqwa sebagai hasil ibadah sesuai dengan apa yang  diajarkan dan ditetapkan  oleh Allah dengan jiwa-jiwa dari hasil ibadah yang menyimpang. Begitu juga halnya dengan jiwa-jiwa yang durhaka. Inilah persoalan-persoalan yang umumnya saya temukan dalam penyembuhan. Tapi kebanyakan manusia tidak tahu tentang jiwanya, kalaupun ada yang tahu kebanyakan mereka lupa akan jiwanya.&lt;br /&gt;Sekarang kita masuk ke ayat pertama yang diterjemahkan : “ Aku berlindung pada Rabbnya manusia “. Semua kata dalam ayat tersebut sudah saya bahas. Disini Allah Taala menempatkan kedudukannya sebagai Rabb. Manusia diberi kebebasan se bebas-bebasnya oleh Allah Taala, maka kedudukanNya sebagai Rabb tidak akan dipakai untuk mengatasi pembangkangan manusia terhadapNya. Maka pada ayat berikutnya ditempatkan lagi kedudukannya sebagai Raja yang terjemahan lengkap ayat kedua : “ Raja manusia “. Karena Dia Raja Di Raja, maka manusia pasti akan tunduk padaNya. Apakah manusia itu tunduk dengan ikhlas atau dipaksa karena sebagai Raja Di Raja, Dia Maha Kuasa untuk melakukan apa saja terhadap siapapun dan apapun termasuk manusia.&lt;br /&gt;Dia sebagai Rabb tentu sangat mengetahui sekecil dan sehalus apapun yang terjadi dalam setiap diri manusia, termasuk dalam jiwa-jiwa yang sangat halus, bisikan-bisakan yang sangat halus atau lintasan serta kilasan-kilasan yang sangat halus dalam setiap jiwa. Tidak mungkin Dia yang memelihara dan menyempurnakan jiwa kalau Dia tidak tahu apa yang terjadi setiap saat pada setiap jiwa. Kalau kita renungkan, setiap manusia terdiri dari banyak sekali jiwa, sekian banyak manusia yang pernah hidup, masih hidup dan akan lahir dan hidup, tidak satupun dari sekian banayak jiwa yang tidak terhitung jumlahnya itu luput dari perhatian Dia. Betapa Maha Hebatnya Dia Allah Rabbul Alamin.&lt;br /&gt;Dengan kedudukan sebagai Rabb seperti itu, begitu Dia menempatkan diri sebagai Raja Di Raja, tidak ada lagi dari setiap bahagian dari diri manusia yang bisa mengelak dari KekuasaanNya, apapun yang Dia kehendaki dan apapun yang Dia mau. Dia melindungi atau tidak, memberi petunjuk atau tidak pada jiwa-jiwa tadi, itu terserah Dia. Tetapi yang pasti seperti penegasanNya sendiri, Allah Taala akan memberikan apa saja yang diminta oleh hambaNya yang Dia kasihi. Persolannya tinggal, bagaimana caranya agar kita menjadi manusia yang sangat dikasihi atau dikasihi oleh Allah Taala.&lt;br /&gt;Ayat ketiga terjemahannya : “ Sembahan manusia “. Bagaimanakah pemahaman ayat ini, apakah hanya orang yang menyembah Dia saja yang dimaksud ayat ini, sementara orang kafir padaNya tidak termasuk dalam ayat ini.&lt;br /&gt;Kalau kita pelajari tentang penciptaan manusia di Al Qur’an, Allah Taala mengabarkan pada kita bahwa pada penciptaannya pertama, semua manusia menyembah Dia, siapapun manusia itu. Karena penciptaan jiwa manusia didasarkan atas fitrah yang tunduk pada Rabbnya. Ini artinya dalam setiap diri manusia, termasuk orang kafir dan tidak beragama sekalipun ada jiwa yang tunduk dan menyembah Allah Rabbnya. Pada orang kafir dan tidak beragama, jiwa yang tunduk dan menyembah Allah Rabbnya sangat-sangat sedikit dan sangat lemah sehingga tidak mampu melawan jiwa-jiwa lain yang kafir, ingkar dan durhaka pada Allah Rabb yang menciptakannya. &lt;br /&gt;Kalau penafsiran ayat ketiga ini hanya ditujukan kepada orang-orang yang berserah diri padaNya, sementara orang kafir dan tidak beragama tidak termasuk dalam ayat ini, maka hal itu bertentangan dengan apa yang dijelaskan oleh Allah Taala dalam Al Qur’an dan hadits qudsi tentang penciptaan manusia.&lt;br /&gt;Menurut saya, hakekat dari ketiga ayat ini, Allah Taala yang Maha Belas Kasih mengajarkan pada kita untuk mengenal Allah Rabb kita secara benar dan mengenal diri kita sendiri sebagai manusia. Dalam ayat ini Allah Taala mengajarkan pada kita salah satu cara menjalin hubungan yang intens dengan Dia.&lt;br /&gt;Saya kira sudah cukup jelas tentang ketiga ayat pertama surat An Nas, sementara ayat berikutnya Allah Taala mengajarkan pada kita tentang kejahatan yang paling hebat yang pernah dan akan senantiasa bertahta dalam setiap diri anak manusia, kalau Allah Taala Yang Maha Kuasa Lagi Maha Belas Kasih tidak melindungi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bersambung&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih. &lt;br /&gt;Wassalam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-6319773477755932705?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/6319773477755932705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/6319773477755932705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/menyingkap-rahasia-surat-al-falaq-dan_19.html' title='MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 12'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-8680166164573341877</id><published>2008-09-18T06:44:00.001+07:00</published><updated>2008-09-18T06:59:41.542+07:00</updated><title type='text'>MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 11</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Kalau kita renungkan secara mendalam tentang jiwa setiap anak manusia betapa rumitnya hubungan antara jiwa yang satu dan jiwa yang lainnya karena berbeda kepentingan dan keinginan antara jiwa satu dengan jiwa yang lainnya. Dalam satu rumah tangga saja yang jumlah manusianya hanya sedikit, tentu dalam sejarah rumah tangga tersebut pasti ada konfliknya, apalagi dalam setiap tubuh manusia dihuni oleh jiwa yang sangat banyak, tentu akan terjadi banyak konflik diantara mereka.&lt;br /&gt;Misalnya begini, apabila kita melirik seseorang dalam waktu seper sekian detik, itu sudah terbentuk jiwa. Sifat jiwa yang terbentuk tergantung apa yang terlintas di hati atau di pikiran atau di perasaan. Kalau yang terlintas dengki maka terbentuklah jiwa yang sifat pendengki, kalau kagum maka terbentuklah jiwa yang kagum dan sebagainya. Begitu juga hal lainnya.&lt;br /&gt;Melirik dengan segala prosesnya tadi butuh tenaga atau energy, takarannya dalam fisika dan ilmu kimia dikenal dengan ukuran gram kalori. Satu gram kalori adalah jumlah panas yang dibutuhkan untuk manaikkan suhu satu gram air 1 derajat Celsius. Jadi untuk satu lirikan saja berapa energy yang kita keluarkan, berapa gram kalori. Energy ini kita dapat dari makanan dan minuman yang kita konsumsi.&lt;br /&gt;Kalau kita kalkulasi, misalnya umur kita 40 tahun, tarokhlah kita konsumsi rata-rata dua kilogram makanan dan minuman perhari, kemudian yang dibuang oleh tubuh menjadi ampas umpamanya separuhnya. Jadi yang menjadi darah dan daging serta energy rata-rata satu kilogram dari makanan dan minuman.  Bidang ilmu gizi yang menghitung konversi semacam ini. Kita kalikan saja 40 X 365 = 14.600. Dari jumlah itu paling yang menjadi darah, daging, tulang dan sebagainya 70 kilogram, yang 13,99 ton itu jadi energy yang terpakai oleh aktivitas kita setiap hari. Kalau meminjam teori fisika tentang hukum kekekalan energy, maka energy itu tidak hilang, lantas kemana larinya energy tersebut, tentu saja menjadi jiwa seperti saya jelaskan tadi.&lt;br /&gt;Sekarang kita bisa hitung atau kira-kira, berapa jumlah jiwa seseorang yang berumur 40 tahun dengan asumsi bahwa setiap jiwa itu ekuvalen/sama dengan satu gram kalori atau kurang dari itu, maka akan sangat banyak jiwa yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan.  Orang-orang yang tidak mampu mengendalikan/memanage jiwa-jiwanya tadi secara baik dan benar pasti akan mendapat masalah yang rumit dalam kehidupannya sehari-hari terutama gangguan kesehatan dan psychology.&lt;br /&gt;Ini sekedar gambaran yang akan dijadikan bahan untuk menangkap inti persoalan yang diajarkan oleh Allah Taala dalam surat An Nas. Karena kalau tidak punya gambaran yang jelas tentang an nas ( manusia ), akan sulit untuk sampai tingkat pemahaman dalam mempelajari surat An Nas ( pemahaman dengan hati ).&lt;br /&gt;Begitu rumitnya makhluk yang bernama manusia, maka Allah Taala dalam surat An Nas menempatkan tiga kedudukannya yaitu sebagai Rabb, sebagai Raja dan sebagai Sembahan manusia. Ini suatu indikasi yang sangat jelas bahwa manusia itu adalah makhluk yang serba kompleks. Bagaimana tidak kompleks, kepala Negara saja yang hanya mengurus puluhan juta atau ratusan juta rakyat dibantu oleh  jutaan manusia lainnya. Setiap manusia yang mengurus milyaran bahkan trilyunan jiwanya sendirian, tentu akan sangat repot kalau kita mau menyadari dan merenungkannya.&lt;br /&gt;Mungkin anda mengatakan bahwa saya hanya berteori, tetapi dasar pemahaman inilah yang saya pakai dalam penyembuhan, buktinya berhasil dengan baik, terutama pada kasus-kasus yang tidak pernah bisa diselesaikan oleh medis dan non medis seperti yang banyak saya beberkan di blog ini. Kalau penjelasan saya ini hanya sebagai teori, saya takut pada Allah yang telah menegaskan JANGAN KATAKAN APA YANG KAMU TIDAK PERBUAT.&lt;br /&gt;Saya membahas masalah jiwa disini hanya sekedar untuk bahan yang dipakai dalam menafsir Surat Nas dan saya anggap cukup untuk itu. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bersambung&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih. &lt;br /&gt;Wassalam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-8680166164573341877?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/8680166164573341877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/8680166164573341877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/menyingkap-rahasia-surat-al-falaq-dan_18.html' title='MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 11'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-2362854744402122567</id><published>2008-09-16T08:26:00.000+07:00</published><updated>2008-09-16T08:29:41.826+07:00</updated><title type='text'>MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 10</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Pada penciptaan pertama setiap jiwa anak manusia, hanya satu yang mereka kenal ialah Rabb Penciptanya, makanya begitu selesai diciptakan mereka masing-masing mengangkat saksi bahwa Allah adalah Rabbnya dan kesaksian itulah yang akan dipegang oleh Allah Taala dan akan dipertanggung jawabkan oleh setiap jiwa langsung pada Allah Taala sendiri di akherat nanti. Dan ini menjadi dasar fitrah penciptaan manusia seperti yang diterangkan oleh Allah Taala dalam Al Qur’an.&lt;br /&gt;Begitu jiwa menempati tubuh dan mendominasi tubuh kemudian menggelinding dalam kehidupan di dunia, maka Allah Taala mengujinya dengan memberi  kebebasan apa saja yang hendak diperbuatnya, meskipun setiap jiwa senantiasa berada dalam pemeliharaan dan pengawasanNya setiap saat. Apakah dia akan mematuhi perintah Rabbnya atau durhaka pada Rabbnya, karena pada setiap jiwa yang sempurna dalam ciptaannya diilhamkan kedurhakaan dan ketaqwaan.&lt;br /&gt;Dalam interaksinya pada kehidupan duniawi  inilah terbentuk banyak jiwa dari setiap manusia dan jiwanya terbagi dalam dua kelompok utama yaitu kelompok jiwa yang taqwa dan kelompok jiwa yang durhaka. &lt;br /&gt;Kelompok jiwa yang taqwa terbagi lagi tingkatannya, begitu juga dengan kelompok jiwa yang durhaka. Jiwa-jiwa ini terbentuk dari segala aktivitas setiap manusia, baik aktivitas fisik maupun aktivitas bathiniah, meskipun hanya selintas dalam pikiran, perasaan dan hati. Jiwa-jiwa yang taqwa adalah milik Allah Taala Rabbnya, selain dari itu milik Iblis dan syetan bersama seluruh imperiumnya sesuai dengan Ketetapan Allah Taala Yang Maha Adil.&lt;br /&gt;Iblis tahu betul dan sangat tahu tentang seluk-beluk jiwa manusia ini, makanya dia sukses  dalam kejahatannya terhadap Nabi Adam as dan Rasulullah saw. Kalau bukan karena Rahmat dan Karunia Allah Yang Maha Belas Kasih, maka semua anak manusia binasa di tangan Iblis dan imperiumnya.&lt;br /&gt;Iblis dan imperiumnya senantiasa  tidak pernah lepas dari saluran ilham kedurhakaan pada setiap jiwa manusia, terus mendikte jiwa tersebut sesuai dengan patron yang dia inginkan. Kadang-kadang dengan cara sangat kasar dan kasar seperti diadunya dengan jiwa lain dari  dalam diri manusia bersangkutan atau dengan jiwa lain dari manusia lainnya, atau juga jin dan syetan, akibatnya yang bersangkutan jatuh sakit.&lt;br /&gt;Cara yang paling canggih yang dia lakukan mendikte dengan cara yang sangat halus, seolah-olah sebagai ilham ketaqwaan, sangat mirip dengan apa yang telah diajarkan oleh Allah Taala dan RasulNya tetapi tidak sama. Inilah bahagian ujian paling sulit bagi anak manusia.&lt;br /&gt;Ada tokoh terkenal yang mampu mengatasi  persoalan seperti ini yaitu Umar Bin Khattab, sahabat Rasulullah saw sendiri. Di sejumlah hadits  dari para perawi terkenal, Rasullah saw mengatakan bahwa syetan takut pada Umar Bin Khattab, syetan akan lari menjauh begitu Umar Bin Khattab datang.&lt;br /&gt;Kenapa bisa begitu. Kalau kita baca sejarah hidupnya, Umar Bin Khattab sangat tegas dan keras sikapnya dalam menjalankan hukum Allah Taala. Beliau hanya mengenal dua kata, ya atau tidak.  Terhadap apa yang diperintahkan beliau hanya mengenal kata ya, tidak kurang dan tidak lebih, tidak ada kompromi atau kebijaksanaan. Begitu juga terhadap  larangan, Umar Bin Khattab hanya kenal kata tidak tanpa ada kompromi sedikitpun. &lt;br /&gt;Dari apa yang dipaparkan tadi, kita sudah bisa menangkap secara lebih jelas tentang an nas sebagai salah satu kata kunci dalam surat An Nas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bersambung&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  CATATAN : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih. &lt;br /&gt;Wassalam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-2362854744402122567?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/2362854744402122567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/2362854744402122567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/menyingkap-rahasia-surat-al-falaq-dan_16.html' title='MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 10'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-114519333542739610</id><published>2006-04-16T20:15:00.001+07:00</published><updated>2008-09-14T10:59:51.953+07:00</updated><title type='text'>SEMBUH SEKETIKA DENGAN TERAPI ALIF</title><content type='html'>Oleh : J.H. Alifulhaq&lt;br /&gt;Ada anggapan yang umum di kalangan masyarakat bahwa penyembuhan dengan cara non medis dalam arti pengobatan alternatif adalah sesuatu yang luar biasa dan ajaib. Bahkan kalangan tertentu yang melakukan penyembuhan dengan cara berdoa, berzikir, wirid, bersemedi dan sebagainya yang berkaitan dengan Tuhan, mengklaim bahwa itu adalah mukjizat ( padahal mukjizat adalah karunia Allah hanya untuk para nabi ).&lt;br /&gt;Sebenarnya kesembuhan dengan pengobatan tersebut bukanlah hal yang luar biasa, ajaib atau mukjizat, tetapi hal biasa bagi yang telah memahaminya. Hanya saja cabang ilmu yang mempelajari hal itu belum ada, sehingga belum bisa dipahami secara benar dan utuh. Mereka yang membuka praktek pengobatan alternatif kebanyakan tidak dapat memahami secara tepat, bagaimana sebenarnya proses penyembuhan itu terjadi. Kebanyakan mereka hanya mengira – ngira atau menduga – duga saja. Tidak mampu atau kurang tepat mendiagnosis penyakit si penderita, sehingga penyembuhannya terkesan kebetulan dan banyak tidak berhasil.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sembuh Seketika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam sebuah keluarga datang ketempat saya untuk suatu urusan, bukan untuk pengobatan, mereka adalah suami – istri dan dua anak yang sudah dewasa. Sang isteri bekerja disebuah harian terkemuka di Jakarta. Suami jalan terpincang dibantu tongkat, kaki kanannya sakit. Dia jelaskan secara runut tentang penyakitnya, sekitar delapan bulan sebelumnya betis kanannya sakit sekali sehabis main tennis, sampai dia pingsan. Menurut dokter, urat di betis kanannya putus, kemudian dibedah, sampai delapan bulan kemudian ke tempat saya, kakinya belum sembuh. Saya katakan padanya bahwa diagnosa dokter keliru. Saya yakinkan bahwa urat betisnya tidak putus, karena kalau uratnya putus , pasti dia sembuh setelah dibedah sekian lama.&lt;br /&gt;Kemudian saya mendiagnosis penyakitnya tetapi dia setengah tidak percaya dengan diagnosis saya. Setelah saya minta dia lakukan sesuatu sebagai terapi, saat itu juga dia sembuh dan bisa jalan normal tanpa bantuan tongkat dan pulangnya dia sendiri yang bawa mobil, bukan anaknya lagi seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan penderita yang sembuh seketika setelah saya tangani kebanyakan menganggap bahwa apa yang saya lakukan adalah suatu keajaiban, hanya sedikit yang bisa memahami diantaranya dokter yang berobat sendiri atau membawa keluarganya, tentu setelah mendengar hasil diagnosis dan hasil terapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diagnosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus diatas saya berhasil mendiagnosis penyakit penderita setelah terungkap sejumlah hal penting dari hasil tanya jawab saya dengannya.&lt;br /&gt;Saya jelaskan kepada penderita bahwa penyakitnya bukan disebabkan oleh urat yang putus, tetapi terjadi disintegrasi dalam dirinya sehingga menimbulkan konflik diantara bagian dalam dirinya. Akibatnya  fungsi syaraf dan otot terganggu. Disintegrasi itu terjadi karena dia mengikuti olah raga latihan pernapasan suatu aliran. Apa yang dihasilkan dari latihan pernapasan itu, bertentangan dengan sistem yang telah ada dalam dirinya. Dalam kasus semacam ini, membedah otot, urat atau syaraf adalah pekerjaan yang sia – sia, malah sebaliknya menambah beban sakit si penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terapi&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Terapi untuk penyembuhannya tinggal membuang biang kerok penyebab konflik secara tuntas, saat itu juga penderita lepas dari penyakitnya, langsung sembuh. &lt;br /&gt;Meskipun proses terapinya berlangsung beberapa menit, namun cara mengangkat penyakitnya tidak sesederhana sebagaimana yang tampak di lahiriah, cukup rumit untuk dijelaskan secara verbal atau tulisan karena lebih banyak bersifat teknis praktis dalam alam yang masih dianggap abstrak oleh kebanyakan manusia. Seperti abstraknya konsep dimensi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ruang-waktunya&lt;/span&gt; EINSTEIN bagi kebanyakan ahli fisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan pemahaman tentang terapi alif akan saya bandingkan dengan beberapa konsep pengobatan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Terapi Alif – Kedokteran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kodekteran memandang segala sesuatu dalam setiap diri manusia di titik beratkan pada proses fisis, sehingga kalau terjadi gangguan ditangani secara fisis pula baik dengan cara pemberian obat pada penderita maupun dengan cara pembedahan. Terapi Alif memandang bahwa dibalik proses fisis ada bahagian yang sangat penting dari manusia, yaitu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;jiwa&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Jiwa yang membuat manusia jadi hidup dan membuat setiap individu bisa hidup dan tumbuh. Jiwalah yang menentukan segalanya dari aktivitas setiap individu. Jiwa yang membuat individu manusia bisa merasakan sakit dan enak / sehat.&lt;br /&gt;Kedokteran pada umumnya mengobati gejala sesuai dengan standar yang ada, dalam arti kalau tipus, gejalanya seperti ini, obatnya ini meskipun mereka belum menemukan kuman penyebab tipus. Apabila tidak sembuh juga baru diteliti lebih mendalam, apakah benar karena tipus atau bukan. Kalau tidak menemukan kuman tipus atau kuman tipusnya tidak mati setelah diberi obat antinya, dicari lagi tindakan medis apa yang harus dilakukan. &lt;br /&gt;Ada pengalaman yang menarik mengenai kasus semacam ini. Seorang gadis kuliahan anak dokter spesialis senior di sebuah rumah sakit papan atas di Jakarta. Gadis tersebut sudah berbaring tiga minggu lebih di rumah sakit tempat bapaknya bertugas. Tim dokter yang menanganinya memastikan bahwa anak gadis itu kena tipus setelah dilakukan pengamatan dan penelitian yang mendalam dan detail, karena setiap sepuluh menit dipantau oleh tim dokter. Saya diminta tolong oleh teman dan keluarga dokter yang anaknya sakit. Dokter tersebut menjelaskan bahwa koleganya tim dokter yang menangani putrinya, menetapkan penderita harus cuci darah. Saya tegaskan pada dokter tersebut kalau tindakan itu diambil, anaknya tidak bisa ditolong lagi, pengalaman saya telah banyak membuktikan hal itu. Saya katakan juga, kenapa tim dokter ngotot bahwa penderita kena tipus padahal obat anti tipus yang mereka berikan tidak ada respon, apakah bukan hal yang mengada – ada mengambil tindakan medis yang belum jelas benar penyebab penyakitnya, akibatnya akan fatal. Saya tegaskan lupakan tipus. Sehari setelah kunjungan saya ke rumah sakit tersebut dokter senior yang bersangkutan lewat telepon bertanya tentang cara penyembuhan yang saya lakukan dengan diagnosa penyakit anaknya, diapun mantap tidak mengijinkan putrinya di cuci darah, hari berikutnya dia datang ke kantor saya minta air yang di doakan . Alhamdulillah, anak gadisnya selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Terapi Alif – Psikologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bidang psikologi memandang jiwa sebagai gejala dan perilaku muara dari dorongan – dorongan dari dalam diri setiap individu.&lt;br /&gt;Terapi Alif memandang bahwa jiwa adalah sesuatu yang hidup, punya otoritas sendiri, bisa mandiri atau terikat dalam suatu sistem yang membentuk kepribadian seseorang. Dasar  pemahaman Terapi Alif, kepribadian adalah kumpulan banyak sekali jiwa yang terikat dalam suatu sistem berinteraksi satu sama lain dalam diri seseorang. &lt;br /&gt;Penataan dalam alam jiwa inilah yang menjadi dasar pokok penyembuhan Terapi Alif. Apabila hanya jasad atau organ tubuh manusia yang diobati sementara jiwa yang merasakan sakit tidak ditata/diperbaiki, pasti penyembuhan tidak tuntas atau pengobatannya tidak akan membawa hasil. Sementara tubuh manusia / jasad / organ memiliki sistem pertahanan sendiri untuk menghadapi penyakit. Manakala terjadi disintegrasi dan konflik dalam jiwa yang membentuk pribadi seseorang, sistem pertahanan atau sistem kekebalan tubuh ini tidak bisa berperan. Jiwalah yang memerintah syaraf untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Ada satu contoh kasus menarik yang pernah saya tangani untuk menjelaskan hal ini.&lt;br /&gt;Seorang pemuda calon dokter ( tiga bulan lagi dilantik jadi dokter ) datang ke saya dengan keluhan sakit di dada yang luar biasa selama setahun terakhir. Dia katakan, belakangan dorongan untuk bunuh diri semakin kuat karena putus asa atas penyakitnya yang tidak sembuh – sembuh. Dia telah mengobati dirinya, tidak kurang berbagai uji laboratorium dan tes lainnya untuk menemukan penyakitnya, tidak kunjung berhasil. Ke ahli psikologi klinis juga sudah, terakhir ke seorang profesor doktor bidang psikologi kondang di negeri ini dia lakukan. Kata profesor penyakitnya karena trauma sakit.&lt;br /&gt;Resep yang diberikan oleh profesor sama dengan resep yang pernah dibikin untuk dirinya sendiri, tidak ada hasilnya juga.&lt;br /&gt;Setelah mendengar diagnosa atas dasar konsep Terapi Alif tentang jiwa yang dibandingkan dengan pemahaman ilmu kedokteran dan psikologi, tampak ekspresi pemuda lebih banyak tidak percaya. Tetapi sesudah menjalani terapi beberapa menit saat itu, pemuda tersebut sembuh seketika tanpa merasakan lagi sakit dada yang diderita non stop selama setahun. Calon dokter itu hanya bergumam &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Pantas banyak orang yang lari ke pengobatan alternatif”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Terapi Alif – Pengobatan Oriental ( Cina Kuno )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan Cina kuno meyakini bahwa dibalik proses fisis organ tubuh manusia ada kekuatan yang identik dengan energi yaitu energi yin dan yang, penentu kehidupan seseorang. Terapi Alif memandang dibalik jasad ada jiwa.  Jiwa bukan sekedar kekuatan atau energi tetapi suatu sosok yang hidup, punya otoritas sendiri dan tersusun dari bukan energi tetapi dari sesuatu  yang sangat mendasar dan membuat jiwa jadi hidup. Energi bukanlah hal yang sangat penting bagi jiwa, karena jiwa yang telah sampai pada tingkatan kesempurnaan tidak bisa lagi dijejaki keberadaannya dengan ada tidaknya energi. Boleh dikatakan bahwa jiwa yang mendekati tingkat kesempurnaan tidak lagi memiliki unsur energi dalam dirinya sehingga sulit mendeteksi tentang keberadaannya, dia tidak terikat oleh ruang dan waktu, kecepatan geraknya belum ada parameter yang kita kenal mampu mengukur kecepatannya.&lt;br /&gt;Tetapi memang diakui bahwa kebanyakan jiwa mengikat energi, sehingga dengan sedikit kepekaan bisa diketahui keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Disintegrasi dan Konflik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memahami disintegrasi dan konflik secara tepat dalam diri seseorang menjadi masalah mendasar dalam penyembuhan. Apa penyebab disintegrasi bagaimana terjadinya sehingga terjadi konflik yang menyebabkan sakit pada fisik dan jiwa. Dibahagian depan telah saya kemukakan bahwa dalam setiap diri individu terdiri dari banyak sekali jiwa yang terikat dalam suatu sistem / jaringan yang sangat rumit. Begitu ada aktivitas batin yang tidak selaras dengan sistem yang terbentuk oleh jiwa tadi, maka dengan sendirinya jiwa yang terbentuk oleh aktivitas batin tadi akan konflik dengan jiwa – jiwa yang membentuk sistem tadi baik sebahagian, maupun secara keseluruhan, tergantung bagaimana kuat, luas dan dalamnya pengaruh kegiatan batin individu yang bersangkutan. Kasus ini merupakan gangguan INTERNAL ( dari diri sendiri ).&lt;br /&gt;Ada juga gangguan eksternal yang menyebabkan disintegrasi dan konflik misalnya kena &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;santet , teluh, sihir&lt;/span&gt; dan semacamnya.&lt;br /&gt;Kasusnya akan sangat rumit apabila gangguan / penyakit itu disebabkan oleh kombinasi antara gangguan internal dan gangguan eksternal. Apalagi kombinasi ini sudah menyatu dengan sistem jiwa yang ada, ibarat adonan kue, dimana tepung, gula, garam, telur, coklat dan sebagainya telah larut menjadi satu. Penyembuhan kasus semacam ini butuh waktu yang cukup lama, tidak bisa seketika, mungkin berhari – hari, beberapa minggu, berbulan – bulan, ada juga yang bisa setahun atau dua tahun. Sebab semua penyebab penyakit yang telah larut tadi, harus diurai kembali satu persatu misalnya, unsur gula, garam, telur, dan sebagainya yang menjadi masalah dalam adonan tadi harus diurai satu persatu. Karena jiwa yang sakit akibat kombinasi gangguan internal dan eksternal dicemari banyak sekali unsur.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang tidak bisa disembuhkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apabila sistem jiwa yang sakit tadi diibaratkan adonan kue,  kemudian adonan tersebut sudah matang jadi kue, maka tidak bisa lagi diurai, sehingga tidak bisa lagi disembuhkan dengan cara apapun. Biasanya kasus semacam ini merupakan ketetapan Allah Ta’ala berupa takdir karena dosa dan kesalahan yang bersangkutan. Pengalaman saya mengobati orang, penyebabnya antara lain penderita durhaka / dosa kepada orangtua, dia tidak minta ampun pada orangtuanya sebelum orangtuanya meninggal. Ada juga penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini karena sistem dalam jaringan tubuhnya sudah rusak total, terutama jaringan syaraf  baik oleh gangguan fisik maupun oleh konflik dalam dirinya dalam waktu yang cukup lama dan berlarut-larut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sembuh Seketika Karena Kasus Sederhana&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Dari judul artikel ini, sembuh seketika tentu banyak yang tidak percaya karena belum membuktikannya sendiri. Penyembuhan seketika bisa terjadi karena kasusnya sederhana, ibarat kotoran yang menempel tidak terlalu kuat, tidak merusak jaringan / sistem jiwa penderita. Begitu kotoran itu diangkat, penderita langsung sembuh total saat itu juga. Banyak juga kasus penyakit yang tidak bisa sembuh seketika karena cukup berat dan rumit, tetapi pada saat pengobatan pertama kali penderita sudah merasakan  tanda-tanda kesembuhan, artinya penyakit yang dideritanya sudah mendapatkan pengobatan yang tepat. Tinggal dia menjalani terapi dengan tekun dan sabar, teragantung berat ringan kasusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Hubungan jiwa dan jasad&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Jasad tubuh manusia ibarat sarang tempat jiwa terikat. Hubungan keduanya dijembatani oleh syaraf. Apabila ada konflik dalam jiwa maka terjadi error dan perintah yang disampaikan kepada syaraf untuk dieksekusi  oleh jaringan tubuh akan error juga. Bisa saja si penderita merasakan sakit yang luar biasa pada organ tubuh tertentu, tetapi begitu di scan tidak ditemukan penyebabnya.&lt;br /&gt;Bisa juga perintah yang error dari jiwa ini membuat organ tubuh jadi rusak atau tidak berfungsi lagi. Kasus semacam ini pernah dialami saudara sepupu saya sebelum saya menggeluti bidang penyembuhan. Dokter yang merawatnya di rumah sakit menyatakan dia gagal ginjal  dua-duanya. Mau cuci darah secara rutin dan cangkok ginjal tidak mungkin karena sangat mahal, tidak mungkin mampu membiayainya. Kondisinya sangat parah, duduk bersandar saja hanya mampu beberapa menit, selebihnya berbaring. Dokter menyuruhnya pulang saja untuk menunggu hari-hari terakhirnya di rumah dengan tenang dan terus berdoa sebelum ajal menjemputnya. Tidak disangka setelah sebulan keluar dari rumah sakit, dia sembuh total kemudian kembali bertani.&lt;br /&gt;Perintah error dari jiwa ini bisa juga membentuk citra semu dalam organ tubuh seseorang. Kasus semacam ini dialami kerabat dekat isteri saya. Dia berobat ke rumah sakit terkenal di Singapura. Hasil penyinaran dengan sinar X menunjukkan bahwa di empedunya ada batu yang cukup besar yang harus segera dikeluarkan dengan pembedahan secepatnya. Dokter ahli yang menangani memeriksa  lebih teliti lagi si pasien sebelum dibedah, kumudian dilakukan penyinaran lagi dengan sinar X, batu empedu tidak tampak lagi, sehingga tidak jadi dibedah. &lt;br /&gt;Kasus serupa pernah saya tangani juga. Seorang pasien koma sekitar seminggu di sebuah rumah sakit papan atas di Jakarta. Dari hasil scanning, terlihat ada tumor di otak pasien. Pihak rumah sakit membentuk tim dokter yang akan membedah pasien setelah pasien sadar dan agak kuat kondisi fisiknya. Saya mengobati penderita ini masih dalam keadaan koma. Beberapa hari berikutnya, penderita sadar dan kondisi fisiknya pulih. Tim dokter memeriksanya sebagai persiapan untuk pembedahan otak termasuk di scanning  ulang. Tumor diotaknya tidak ditemukan lagi sehingga tidak jadi dibedah.&lt;br /&gt;Dalam hubungan antara jiwa dan jasad, gangguan bisa juga akibat sebaliknya, misalnya organ tubuh sakit karena cedera, rusak, infeksi, terserang kuman penyakit, keracuanan dan sebagainya, tetap jiwa juga yang merasakan kesakitan. Kalau penyebabnya adalah murni  fisik/jasmaniah, maka itu adalah urusan medis/kedokteran dan seharusnya bisa  tuntas dalam pemnyebuhannya dengan tindakan medis yang tepat tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berdoa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi penderita, menjalani penyembuhan dengan Terapi Alif yang utama diminta berdoa yang sederhana, tidak ada amalan lain seperti wirid, semedi, mandi kembang, jimat/izim dan sebagainya. Adapun penyakit yang disebabkan oleh perilaku penderita yang menyimpang dari keyakinannya ada hal lain yang harus dipenuhinya sebagai syari’at, tergantung kasusnya, tetapi hal ini jarang saya temui dalam mengobati penderita yang datang pada saya. Misalnya anak yang durhaka pada orangtua, sementara orangtuanya masih hidup, dia harus datang pada orangtuanya untuk minta ampun dan harus mendapat ampunan dari orangtua dengan ikhlas. Itu syarat mutlak untuk kesembuhan. Banyak lagi hal lainnya menyangkut kasus yang memerlukan persyaratan yang harus dipenuhi, tidak akan diterangkan semua disini karena sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kerjasama&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Kasus-kasus yang saya ungkapkan dalam tulisan ini bukan untuk memojokkan bidang kedokteran atau profesi kedokteran, tetapi untuk membuka  mata  dan pikiran kita semua tentang realita yang ada dan persoalan yang sebenarnya agar penderita khususnya dan masyarakat umumnya tidak menjadi korban salah diagnosa dan salah terapi mengakibatkan kerugian yang sangat besar berupa jiwa dan harta. &lt;br /&gt;Dari pembicaraan saya dengan beberapa dokter yang datang dan minta tolong kepada saya, mereka bisa memahami mengapa sejumlah kasus tidak bisa sembuh oleh bidang medis/kedokteran, sementara dengan Terapi Alif bisa sembuh total karena berbeda dasar pemahamannya sehingga berbeda juga cara penanganannya seperti saya  jelaskan di bahagian depan tulisan ini. Saya tawarkan jalan yang terbaik adalah kerjasama antara kedokteran dengan Terapi Alif baik dalam aplikasi penyembuhan maupun pengembangan ilmu agar semua kasus penyakit dalam masyarakat bisa ditangani  secara tepat dan benar, dalam arti hasilnya kesembuhan total. Saya yakin dengan kerjasama semacam ini perkembangan bidang pengobatan akan maju pesat kareana keduanya akan saling mengisi.&lt;br /&gt;Tapi masalahnya, kebanyakan rekan-rekan yang menyandang profesi kedokteran merasa tabu dan suatu aib bila berhubungan dengan pengobatan alternatif yang terkesan sebagai praktek klenik.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Percaya tetapi tidak mengakui&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi dokter yang datang minta tolong, kadang-kadang menggelikan. Mereka percaya bahwa saya bisa mengobati dirinya atau keluarganya sampai sembuh, makanya datang pada saya. Tetapi pasien mereka yang tidak sembuh-sembuh atau tidak bisa tuntas dalam penyembuhannya tidak pernah dibawa kepada saya. &lt;br /&gt;Ada seorang dokter kepala sebuah Puskesmas di Jakarta kabur dari rumah sakit yang telah merawatnya selama delapan hari. Kabur dalam arti bahwa dia belum dibolehkan pulang  karena masih sakit dan tambah parah sakitnya. Kaburnya, langsung datang ke saya. Tubuhnya dibalut pakaian tebal berlapis-lapis dan tidak berani menyentuh air karena merasa sangat dingin dan menggigil. Saya obati, dia sembuh total saat itu juga. Dokter yang bersangkutan sebelumnya pernah datang ke saya dengan kasus, beser ( setiap sepuluh menit dia pipis ). Dia sudah janji  dengan sebuah rumah sakit terkenal di Jakarta, tiga hari lagi akan dibedah kandung kemihnya untuk mengangkat semacam polip penyebab penyakit dengan biaya jutaan rupiah. Penderitaannya sudah bertahun-tahun dan selama itu menenggak obat-obat secara rutin yang diakuinya mahal-mahal. Dengan Terapi Alif dia sembuh saat itu juga dan tidak jadi operasi dengan biaya jutaan rupiah.&lt;br /&gt;Yang datang minta tolong pada saya ada juga kiyai dan segolongannya yang membuka praktek pengobatan serta konsultasi dan ada juga paranormal yang menderita penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh diri mereka sendiri dan medis.&lt;br /&gt;Kebanyakan yang datang pada saya adalah mereka yang hampir putus asa akibat penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter dan pengobatan alternatif, telah terkuras harta dan tenaga dalam berbagai bentuk pengobatan yang tidak membuahkan hasil apa-apa, malah dalam sejumlah kasus, penyakitnya menjadi tambah parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Taruhan nyawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Membaca tulisan ini mungkin terkesan bahwa penyembuhan dengan Terapi Alif sangat sederhana dan gampang. Bagi saya yang melakukan penyembuhan, terjadi pertarungan yang menentukan di alam jiwa untuk menghadapi perlawanan kekuatan atau apapun bentuk penyebab gangguan penyakit pada pasien. Saya pernah mengalami sakit parah beberapa kali dan pernah juga merasakan hampir mati. Seringkali anggota keluarga juga diserang oleh kekuatan yang datang dari pasien yang sedang diobati. Adakalanya, pasien sudah sembuh total, tetapi  urusan saya dengan kekuatan penyebab penyakit pasien masih panjang, bisa berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, malah ada yang sampai tahunan terus bertarung melawannya dengan taruhan nyawa. Mungkin anda bertanya mengapa tidak pakai pagar yang sangat populer pada pengobatan alternatif. Pemahaman saya yang mendasari  Terapi Alif bahwa setiap diri manusia dan seluruh mahluk yang ada, dijaga dan dipelihara oleh  Allah Rabbul’alamin sesuai yang ditegaskanNya sendiri dalam Al  Qur’an. Memelihara dan menjaga setiap diri adalah hanya haq Allah, saya tidak akan berani dan tidak akan mau melampui haq Allah. Pengalaman saya mengobati orang menunjukkan kasus penyakit yang berat dan rumit kebanyakan akibat pagar-pagar semacam itu. Adapun penderitaan yang saya alami adalah ujian bagi keimanan saya dan begitulah ketetapan Allah, seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tidak cukup kamu mengatakan kami beriman, kamu akan diuji. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nama Alif&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Mengobati orang bagi saya adalah jalan pembukitan akan pemahaman dan keyakinan tentang Ketuhanan yang saya geluti sejak usia sangat dini. Jadi kemampuan mengobati orang tidak saya peroleh dari wangsit atau berguru khusus tentang pengobatan baik pada dukun maupun pada kiyai, tabib atau ustadz. Saya lakukan pengobatan atas pemahaman yang diajarkan oleh Allah dan rasulNya dalam AlQur’an dan Al Hadits tentang Allah, malaikat, manusia, iblis, syaitan, jin dan lainnya, terutama manusia dan interaksinya di alam jiwa.&lt;br /&gt;Allah Yang Maha Agung menciptakan setiap diri manusia dari satu jiwa dengan karakter masing – masing yang ditetapkanNya. Hanya satu yang sama dari setiap jiwa yang diciptakan itu adalah pengakuannya bahwa Allah adalah Rabbnya tempat mereka berserah diri.&lt;br /&gt;Konsep Terapi Alif adalah upaya mengembalikan jiwa penderita pada patron yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta saat diciptakan, terlepas dari dia beragama Islam atau bukan. Jiwa yang diciptakan oleh Allah ini senantiasa mendapat ilham dua hal yaitu kefasikan dan ketaqwaan. Kalau dia mengikuti ilham kefasikan, maka dia berada di sisi syaitan yang seharusnya menjadi musuhnya. Apabila dia mengikuti ilham ketaqwaan maka dia berada di jalan Tuhan yang menciptakannya.&lt;br /&gt;Kata alif diambil dari bahasa Arab yang berarti pertama atau utama. Terapi Alif berpatokan pada proyeksi jiwa pertama yang diciptakan. Jadi terapi alif adalah upaya pengembalian pada kemurnian jiwa yang diciptakan pertama kali untuk setiap diri dengan sifat dan karakter masing-masing. Dia inilah yang kembali kepada Sang Pencipta dan mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang melekat pada dirinya sebagai wujud amal perbuatannya selama hidup di dunia. Apakah dia ingkar janji pada Penciptanya atau tidak itulah persoalan pokoknya.&lt;br /&gt;Jadi Terapi Alif bukan sekedar  mengobati penyakit, tetapi pada hakekatnya adalah jalan menuju pemurnian jiwa/pembersihan jiwa yang akan dirasakan oleh siapapun yang menjalaninya. Begitulah yang dirasakan oleh mereka yang pernah menjalani Terapi Alif, dan terus memelihara diri dari penyimpangan-penyimpangan yang menyebabkan disintegrasi dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Lido Bogor, 6-4-2006&lt;br /&gt;                                 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Melihat sendiri penyebab penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan penderita yang menjalani penyembuhan dengan Terapi Alif bisa melihat sendiri apa penyebab penyakitnya. Misalnya kalau dia kena santet atau sihir dan semacamnya penderita bisa melihat sendiri dengan jelas siapa yang menyantetnya. Penyantetnya melakukan sendiri atau menyuruh orang lain, dukun misalnya. Penderita juga akan melihat siapa dukunnya, dimana rumahnya, bagaimana cara menyantetnya, menggunakan media apa dan dibayar berapa untuk itu. Informasi lainnya bisa diketahui sendiri oleh penderita kenapa dia disantet. Penyebab lainnya misalnya penyakit keturunan dan kekuatan apapun yang dicarinya sendiri untuk pagar diri, bela diri, pengasih, susuk dan sebagainya bisa juga dilihat penderita secara jelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-114519333542739610?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terapi-alif.blogspot.com/feeds/114519333542739610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=26232638&amp;postID=114519333542739610' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/114519333542739610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/114519333542739610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2006/04/sembuh-seketika-dengan-terapi-alif_16.html' title='SEMBUH SEKETIKA DENGAN TERAPI ALIF'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-1052101065885667962</id><published>2008-09-14T07:41:00.000+07:00</published><updated>2008-09-14T07:44:11.620+07:00</updated><title type='text'>MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 9</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Sebelum saya lanjutkan perlu saya ingatkan lagi bahwa jangan sampai menggunakan surat Al Falaq dan Surat An Nas untuk menangkal sihir dan kejahatan lainnya sebelum anda memahaminya dengan hati. Hal itu bisa mengundang bencana yang lebih besar bagi anda, sekali mencoba akan sulit diperbaiki. Silahkan saja baca dengan penuh ketekunan dan hidmat dengan menghayati sepenuhnya sebagai ibadah pada Allah Taala sambil berdo’a memohon diberi pemahaman yang benar disisiNya. Insyaallah, ini akan menolong anda.&lt;br /&gt;Sekarang kita masuk ke pembahasan pokok surat An Nas. Kalimat Basmallah sudah saya bahas pada posting yang lalu, demikian juga kata qul, a’udzu dan Rabb, pembahasannya tidak saya ulangi disini.&lt;br /&gt;Di ayat pertama dan selanjutnya ada kata An Nas, yang diterjemahkan sebagai manusia. Satu kata saja, kemudian wujudnya dalam keseharian sangat dekat dengan kita, terutama diri kita sendiri yang bernama manusia. Kata ini sangat banyak disebut dalam Al Qur’an. Kalau kata ini sangat dekat dengan diri kita apakah artinya kita sudah paham makna kata tersebut. Belum tentu. Banyak pendapat yang meyangkut diri manusia, ada yang mengatakan makhluk yang penuh misteri, ada yang mengatakan semesta kecil dan sebagainya.&lt;br /&gt;Allah Taala dalam Al Qur’an memberi nama untuk kata manusia dengan kata Al Insan, Al Basyar, Al Mar’u dan An Nas. Meskipun keempat kata itu disandangkan untuk manusia, maknanya sangat berbeda seperti pernah saya singgung pada pembahasan sebelumnya Allah Taala mengajarkan kita lewat Al Qur’an, salah satu caranya adalah menempatkan kata dan kalimat yang tepat untuk suatu hal yang diterangkanNya, agar hamba-hamba yang membaca dan mempelajarinya memahami secara benar sesuai pengertian dan pemahaman yang terkandung dan melekat pada ayat tersebut.&lt;br /&gt;Lantas kalau anda sedikit kritis yang akan membawa pada perburuan pengetahuan yang luas dan dalam akan bertanya kenapa di ayat-ayat dalam surat An Nas dipakai kata An Nas, kenapa bukan kata Al Insan, Al Basyar atau yang lainnya. Itu pertanyaan yang sangat bagus, silahkan cari sendiri jawabnya, ikhtiar sendiri, karena urusannya akan sangat panjang kalau dibahas disini, takutnya akan melenceng dari pembahasan pokok. Lagipula kalau dengan ikhtiar sendiri akan lebih kuat melekat pengetahuan tersebut kedalam diri kita.&lt;br /&gt;Dalam tulisan-tulisan saya di blog ini, setiap manusia terdiri dari tiga bahagian pokok yaitu jasad/tubuh, jiwa dan ruh.&lt;br /&gt;Jasad bisa dilihat, diraba dan dirasakan dalam arti bisa dijangkau panca indera, sementara jiwa dan ruh tidak bisa sama sekali.&lt;br /&gt;Ruh saya tidak akan bahas disini karena itu urusan Allah Taala, hanya sedikit yang diajarkannya pada manusia. Yang sedikit itupun tidak berani saya bahas karena saya takut pada Allah, takut melampaui apa yang telah ditetapkannya dan akibatnya fatal bagi saya di dunia sampai akherat.&lt;br /&gt;Untuk kebutuhan penafsiran ini, saya lebih banyak membahas tentang jiwa, meskipun pembahasan tentang hal itu sudah banyak sekali saya tulis di blog ini, baik mengenai sosoknya, hubungannya dengan jasad/tubuh, interaksinya dengan jin dan syetan dengan segala akibatnya.&lt;br /&gt;Kata an nafs banyak sekali disebut dalam Al Qur’an, penafsir dan penterjemah menafsir dan menterjemahkan menjadi kata diri dan atau jiwa. Kadang-kadang mereka tidak konsisten di ayat yang satu diartikan sebagai jiwa, di ayat lain diartikan sebagai diri. Hal inilah yang membingungkan kalau kita baca kitab/buku tafsir dan terjamahan yang banyak sekali beredar sejak dulu sampai sekrang, sehingga kebanyakan diantara kita luput menangkap makna sebenarnya apa yang diterangkan oleh Allah Taala secara jelas dan tegas dalam Al Qur’an.  &lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an Allah Taala sering menyeru manusia dengan kalimat Yaa ayyuhannas. Ini berarti Allah Taala menyeru manusia sebagai satu kesatuan dari tubuh, jiwa dan ruh. Tapi Allah Taala dalam Al Qura’n tidak pernah menyeru jasad  saja atau ruh saja, tetapi jiwa diseru secara sendiri. Tubuh tidak bisa berbuat apa-apa tanpa jiwa karena jiwa yang membuatnya bisa hidup, bisa mendengar, bisa melihat, bisa bicara, bisa merasakan dan sebagainya. Tanpa jiwa, tubuh adalah benda mati. Sementara ruh juga tidak dipanggil secara sendiri karena itu urusan Dia sendiri. Jadi jiwalah yang banyak diminta pertanggung jawabannya. Adapun tubuh diminta pertanggung jawabannya karena dilibatkan oleh jiwa.&lt;br /&gt;Dari apa yang saya jelaskan tadi, akan lebih mudah dicerna untuk sampai ke tingkat pemahaman kalau setiap kata an nafs dalam Al Qur’an diterjemahkan sebagai jiwa. &lt;br /&gt;Tapi kebanyakan tidak tahu tentang jiwanya, kalaupun ada yang tahu kebanyakan mereka lupa akan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bersambung&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih. &lt;br /&gt;Wassalam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-1052101065885667962?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/1052101065885667962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/1052101065885667962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/menyingkap-rahasia-surat-al-falaq-dan_14.html' title='MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 9'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-5016424013758612198</id><published>2008-09-13T14:44:00.001+07:00</published><updated>2008-09-13T15:04:27.195+07:00</updated><title type='text'>MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 8</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Sekarang kita masuk ke pembahasan surat An Nas. Surat ini sangat pendek, ayat-ayatnya pendek-pendek juga, tetapi sarat makna, yang diajarkan oleh Allah Taala untuk menangkal kejahatan yang paling susah dan berat di alam semesta ini, kejahatan yang telah mampu mengusir Bapak moyang kita Adam as bersama isterinya Siti Hawa dari surga. Adam as diciptakan oleh Allah Taala dengan tanganNya sendiri, kemudian Adam  as bersama isterinya tinggal di surga, tidak ada yang mereka pikirkan, segala kebutuhan mereka tersedia, tidak perlu susah payah mencari. Keduanya mereguk kenikmatan hidup yang tidak terbayangkan oleh kita sebagai anak cucunya, namanya saja surga. &lt;br /&gt;Adam as senantiasa beribadah pada Allah Taala Rabbnya, tempatnya sangat dekat disisi Allah. Kalau Adam as tidak lebih dekat disisi Allah Taala, mana mungkin Malaikat dan Iblis diperintahkan sujud kepada Adam as.  Ini berarti Adam as disayang oleh Sang Penciptanya, dengan sendirinya beliau bersama isterinya senantiasa berada dalam lindungan Allah Taala Yang Maha Kuasa Lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;Lantas bagaimana bisa Adam as tergelincir oleh kejahatan yang membuatnya durhaka pada Allah Taala tempat dia berserah diri dan beribadah, dalam arti hubungan antara Adam as sebagai hamba dengan Allah Taala sebagai Tuhannya senantiasa terpelihara dengan baik.&lt;br /&gt;Masalah ini sangat menarik untuk ditelaah. Sehingga kalau kita sampai pada tingkat pemahaman, maksud saya pemahaman dengan hati seperti pernah saya bahas sebelumnya, maka tidak perlu heran, manusia se kualitas Rasulullah saw bisa kena sihir. Bayangkan, beliau telah dijamin oleh Allah Taala untuk diampuni dosanya yang lalu, sekarang dan akan datang, sama artinya dengan tidak punya dosa sama sekali. Kemudian beliaulah mahluk yang paling dimuliakan dan dicintai oleh Allah Azza Wa Zalla di alam semesta ini.&lt;br /&gt;Apa yang saya ungkapkan tadi  menunjukkan bahwa kejahatan yang menimpa Adam as dan Rasulullah saw adalah kejahatan yang dahsyat dan pelakunya hebat. Dalangnya adalah Iblis.&lt;br /&gt;Seperti saya beberkan pada posting saya di blog ini yang berjudul PERTARUNGAN YANG TIDAK PERNAH SELESAI, bahwa Iblis menggunakan kekuasaan dan ilmu disisi Allah Taala untuk  menjalankan misinya karena dua hal ini tidak dicabut oleh Allah Taala darinya selama kurun waktu penangguhan yang diberikan padanya. Inilah ujian yang sangat berat bagi anak manusia. Tetapi jangan khawatir Dia Allah Taala Yang Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang telah menentapkan bahwa siapapun yang datang padaNya  dengan ikhlas  dan merendahkan diri minta ampun atas segala dosa dan kesalahannya akan diampuni.&lt;br /&gt;Iblis dengan segala kekuatan yang dia miliki akan menjerumuskan anak manusia, tapi Allah Yang Maha Belas Kasih menjamin pengampunan bagi hamba-hambanya yang datang padaNya dengan tulus dan ikhlas. &lt;br /&gt;Untuk itu, jangan sekali-kali mengklaim diri kita suci, karena hal ini dilarang oleh Allah Taala.&lt;br /&gt;Kita bersyukur pada Allah Taala Yang Maha Belas Kasih yang telah memberi rahmat dan karunia kepada Alam Semesta dengan seluruh makhluk yang Dia Ciptakan, dengan menurunkan Al Qur’an, diantaranya surat An Nas yang menghambat dan menangkal kehebatan Iblis beserta imperiumnya dalam menebar kejahatan di semesta ini.  Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bersambung&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih. &lt;br /&gt;Wassalam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-5016424013758612198?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/5016424013758612198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/5016424013758612198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/menyingkap-rahasia-surat-al-falaq-dan_13.html' title='MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 8'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-44224720986755624</id><published>2008-09-12T16:37:00.000+07:00</published><updated>2008-09-12T16:41:00.892+07:00</updated><title type='text'>Sapaan</title><content type='html'>JH Alifulhaq Terapi Alif&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Suatu saat di perjalanan ini dalam menapaki jejak rindu.&lt;br /&gt;Aku terjebak dalam belantara pujian, belantara kata.&lt;br /&gt;Akupun lelap tanpa makna, kehilangan jejak yang aku buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersentak aku ketika ada yang menyapa, meskipun hanya kilasan di hati.&lt;br /&gt;Aku sangat kenal sapaan seperti itu.&lt;br /&gt;Hanya Kau pemiliknya yang bisa merasuk ke dasar kalbuku.&lt;br /&gt;Tuhanku, pemilik cinta Yang Maha Agung Lagi Kekal.&lt;br /&gt;Allah Rabbul Alamin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-44224720986755624?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/44224720986755624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/44224720986755624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/sapaan.html' title='Sapaan'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26232638.post-4776813311604747824</id><published>2008-09-05T09:19:00.001+07:00</published><updated>2008-09-05T13:59:31.481+07:00</updated><title type='text'>MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 4</title><content type='html'>Sudahkah anda renungkan tafsir ayat pertama surat Al Falaq pada posting sebelumnya. Kalau permohonan kita minta perlindungan pada Allah Rabbil Falaq dikabulkan, artinya kita senantiasa berada dalam lindunganNya, maka tidak akan ada lagi kejahatan yang bersumber dari falaq mampu menyentuh kita. Seandainya seluruh pembuat kejahatan di semesta ini berkumpul dan bersatu menyerang kita dengan menggunakan kekuatan falaq, maka kejahatan itu tidak akan mampu menyentuh kita sampai kapanpun karena kita senantiasa berada dalam perlindungan Rabbil Falaq. Ini seandainya permohonan kita dikabulkan. Kalau ingin dikabulkan , terus saja berdo’a  dengan ayat yang diturunkan tadi, ngotot saja minta seperti Nabi Musa as, suatu saat  akan dikabulkan  karena Dia Maha Belas Kasih. Seperti Nabi Zakariah as yang terus dengan sabar meminta keturunan sampai tua renta meskipun isterinya mandul, akhirnya dikabulkan juga.&lt;br /&gt;Bagi saya ayat tersebut dahsyat, luar biasa. Rasulullah saw seperti yang dikutip Ibnu Katsier dalam kitab tafsirnya menyatakan bahwa sebaik-baiknya surat yang dibaca oleh manusia adalah Al Falaq dan An Nas. Pada saat sakit parah menjalang ajalnya Rasulullah saw selalu membaca kedua surat itu, kadang-kadang Siti Aisyah isterinya membacakan juga kedua surat itu saat melayani dan menunggu beliau yang sakit parah. Ada juga riwayat yang menyatakan bahwa setelah kedua surat tersebut turun, Rasulullah saw meninggalkan do’a –do’a dan cara yang lain untuk mengobati penyakit atau rasa sakit, diganti dengan membaca surat Al Falaq dan An Nas. Tapi perlu dicatat sebagai catatan penting bahwa Rasulullah saw melakukan dengan pemahaman yang benar, dengan ilmu yang diajarkan langsung oleh Allah Taala. Kalau kita membaca kedua surat itu untuk penangkal sihir atau mengobati penyakit, tanpa pemahaman yang benar, tanpa ilmu, sama dengan kita menjadikan kedua surat tersebut jimat, maka kita jadi terperangkap dalam syirik terselubung. Seandainya kita belum paham, bisa saja kita baca sebagai amalan membaca Al Qur’an sebagai salah satu bentuk ibadah tanpa niat menggunakannya untuk penangkal sihir atau penyembuh penyakit. Dalam hal inilah banyak muslim yang tergelincir, menggunakan ayat-ayat Allah sebagai jimat , banyak kasus penyakit yang  saya tangani disebabkan oleh hal semacam ini. Buat saya hal tersebut suatu bukti sangat kuat yang tidak terbantahkan, kemudian mendorong saya untuk menulis di blog ini dengan harapan agar saudara-saudara kita yang menyimpangkan penggunaan ayat-ayat Allah sadar akan kekeliruannya.&lt;br /&gt;Kasihan mereka yang membaca dari buku-buku, kitab-kitab, dari Radio, Tv, internet, belajar pada kiyai, ustad dan sebagainya mengajarkan tentang surat Al Falaq dan An Nas sebagai penangkal sihir dan atau penangkal kejahatan, begitu diamalkan tidak menghasilkan apa-apa. Mereka jadi bingung dan ragu. Menurut saya lebih bijaksana kalau apa yang mau dipidatokan, diceramahkan atau ditulis, diamalkan dulu sendiri untuk mendapatkan bukti, setelah itu baru disampaikan. Ini akan lebih baik daripada meniru dari apa kata orang lain, pengalaman orang lain. Kalau menyampaikan pengalaman sendiri akan lebih gampang dicerna, bisa dipertanggung-jawabkan pada Allah dan pada umat.  Allah Taala dalam Al Qur’an menegaskan, JANGAN KAMU KATAKAN APA YANG KAMU TIDAK PERBUAT.&lt;br /&gt;Sampai disini sudah jelas siapa yang memerintah, kepada siapa perintahnya, apa perintahnya  dan bagaimana melaksanakan perintahnya. Ayat-ayat berikutnya adalah hasil-hasil yang akan dicapai apabila pelaksanaan perintahnya dijalankan secara benar, dan merupakan kelanjutan yang tidak bisa dipisahkan dari ayat pertama.&lt;br /&gt;Ayat kedua ini, di sejumlah buku terjemahan dan tafsir dalam bahasa Indonesia, terjemahan atau tafsirnya berbunyi : “ Dari kejahatan yang Dia Ciptakan “. Kalau kita perhatikan secara teliti kalimat ini menyatakan bahwa Dia Allah yang menciptakan kejahatan. Ini sangat bertentangan dengan sifatnya Yang Maha Pemurah Lagi Maha Belas Kasih. Mungkin para pembaca terjemahan dan tafsir Al Qur’an menangkapnya seperti itu, padahal itu sangat bertentangan dengan maksud ayat tersebut. &lt;br /&gt;Ayat kedua tersebut maksudnya adalah kejahatan dari makhluk yang diciptakan oleh Allah Taala, bukan Allah yang menciptakan kejahatan. Dengan ayat ini Allah Taala hendak mengajarkan pada kita bahwa setiap makhluk yang diciptakanNya, disamping ada sisi baiknya, ada sisi buruknya juga, sisi jahatnya juga. Manusia yang diciptakan dengan tangan Dia sendiri, ada sisi buruk atau sisi jahatnya, silahkan kita simak di dalam surat As Syams yang menyatakan  bahwa dalam setiap jiwa diilhamkan kedurhakaan dan ketaqwaan. Ada yang menafsirkan fujuurahaa dengan kefasikan, tetapi menurut saya yang lebih pas adalah kedurhakaan. Kalau Allah menyatakan kefasikan, tentu akan dipakai kata fasiq di ayat tersebut. Kita tahu bahwa Al Qur’an sangat tepat dan konsisten dalam penempatan kata untuk menerangkan setiap masalah. Tentang hal ini dibuktikan oleh DR. Maurice Bucaille, ilmuwan Perancis dalam bukunya Le Bible, Le Coranet La Science. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia berjudul BIBLE, QUR’AN DAN SAINS MODERN, buku yang sudah lama beredar di Indonesia. Begitu salah menafsirkan satu kata kunci, pasti akan meleset pemahamannya, ilmunya kita tidak peroleh. Begitulah yang banyak terjadi.  Hal ini akan kita buktikan pada pembahasan-pembahasan lebih lanjut.&lt;br /&gt;Dengan ayat kedua ini Allah Taala Yang Maha Belas Kasih hendak memberi jalan untuk mendapatkan karunia yang lebih besar dan lebih luas lagi kepada hamba-hambaNya yang bermunajat padaNya, memohon perlindungan dari kejahatan yang berasal dari semua makhluk yang Dia ciptakan sendiri. Artinya kejahatan apapun dan dari manapun tidak akan mampu menyentuh seseorang kalau permohonannya dengan ayat ini dikabulkan oleh Allah Rabbil Falaq.&lt;br /&gt;Bersambung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26232638-4776813311604747824?l=terapi-alif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/4776813311604747824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26232638/posts/default/4776813311604747824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-alif.blogspot.com/2008/09/menyingkap-rahasia-surat-al-falaq-dan_05.html' title='MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 4'/><author><name>terapialif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04529866031231905693</uri><email>terapialif@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01520942090119272470'/></author></entry></feed>