Custom Search
Link

Sunday, August 06, 2006

Menjelajah Alam Jin Dan Syetan ( bagian 2 )

Membaca artikel ini bagian 1, mungkin anda bertanya, apa iya segampang itu seseorang bisa mengusir syetan dan jin.
Saya juga terus bertanya begitu setelah kejadian-kejadian yang saya tulis di bagian 1. Ada apa dalam diri saya. Apa ada yang aneh atau sesuatu yang istimewa. Tetapi saya merasa biasa-biasa saja, tidak ada yang aneh dan ajaib.

Saya menelusuri kembali jalan hidup saya sejak kecil, mengingat kembali apa yang bisa diingat.
Menurut almarhumah ibunda saya tercinta, waktu kecil saya banyak sekali tanya, susah menjawabnya. Beliau buta-huruf tidak bisa baca-tulis karena tidak pernah sama sekali sekolah dan juga tidak bisa bahasa Indonesia.
Pertanyaan-pertanyaan saya pada beliau kebanyakan menyangkut Allah. Beliau merasa capek menjawab kalau saya sudah mulai tanya dan banyak diantara sekian pertanyaan terus bermuara pada Allah.

Masa kecil saya tiap hari mendengarkan bapak saya almarhum membaca kitab-kitab agama Islam. Memang beliau membaca kencang, mungkin maksudnya agar kami yang ada di rumah dan halaman mendengarkan. Dan itu menjadi acara rutin beliau dari siang sampai sore sejak saya belum dilahirkan.
Almarhum bapak saya juga tidak pernah sekolah, tetapi beliau bisa baca-tulis huruf Arab, menjadi guru ngaji disamping profesinya sebagai petani dan pedagang. Beliau dianggap ulama di desa kami. Apa-apa yang saya dengar dari bapak sangat membekas di hati dan pikiran saya.

Saya kenal Allah waktu kecil terutama dari pengajaran bapak. Saya ingat waktu kecil sering menyebut nama Allah dan bicara padaNya. Kadang-kadang mengadu dan banyak tanya padaNya.

Kalimat-kalimat dzikir untuk mendekatkan diri pada Allah yang diajarkan bapak, sering saya lafazdkan baik di mulut maupun dihati secara berulang-ulang bila saya ingat dan setiap ada kesempatan. Bapak menerangkan pahala dan kegunaan kalimat-kalimat itu bagi siapapun yang mengamalkan dengan dzikir. Saya terobsesi sangat kuat oleh hal ini waktu itu.

Kalau terhalang hujan saat mau pulang ke rumah habis bermain, saya suka bicara pada Allah seperti ini :" Ya Allah, Engkau yang menurunkan hujan. Kalau memang benar, sekarang aku mau pulang ke rumah, aku mohon hentikan dulu hujannya agar aku tidak basah". Tiba-tiba hujan berhenti, sayapun pulang. Saya tidak pernah cerita hal ini pada siapapun, termasuk kepada orangtua dan saudara-saudara saya. Berulangkali saya lakukan hal itu.

Waktu-waktu seperti itu saya senang sekali karena Allah menjawab pertanyaan saya dengan cara seperti itu.Seringkali hati dan perasaan saya larut, hanyut, haru dan luluh padaNya oleh berbagai sebab. Saya makin percaya padaNya, tambah semangat memanggil dan bertanya padaNya.

Sehabis main layangan di lapangan sore hari, saya suka tidur terlentang di rumput menatap langit biru cerah dan sering bertanya dalam hati, ada apa diatas langit itu : " Ya Allah aku ingin tahu ada apa. Aku ingin seperti Malaikat dan jadikan aku seperti Malaikat yang bisa terbang kemana-mana, bisa melihat apa yang ada di langit ". Bapak saya banyak membacakan tentang langit dan Malaikat dari kitab-kitabnya. Obsesi ingin jadi seperti Malaikat yang bisa terbang sangat kuat sampai saya menginjak usia remaja.

Keingin tahuan dan mendapatkan pembuktian tentang apa yang saya pahami, terus mendera saya sampai saat ini.

Mungkin itu semua yang membuat saya dengan gampang bisa mengusir syetan pada kejadian pertama, Wallahu Aa'lam.

Anda bisa bayangkan betapa haru dan luluhnya hati dan perasaan saya pada Allah setelah kejadian pertama itu. Sering dalam kesendirian, saya mengharu-biru tidak keruan karena apa yang saya yakini tentang Dia sejak saya kecil, benar adanya. Dia tunjukkan buktinya pada diri saya. Subhanallah.

Pertarungan pertama.
Setelah pindah ke Jakarta saya pikir tidak akan berurusan lagi dengan jin dan syetan. Waktu itu saya sangat sibuk dan tidak ada hari libur. Pulang kantor larut malam, malah kadang-kadang pagi, kemudian berangkat lagi pagi-pagi sekali, malah adakalanya sebelum subuh sudah jalan. Saya juga sering keluar kota waktu itu sekitar tiga atau empat kali sebulan, bisa beberapa hari sekali pergi.

Tetapi Allah Taala menentukan lain. Rumah kontrakan yang kami tempati ternyata ada syetan penunggunya, belakangan baru kami ketahui dari tetangga saat pindah ke rumah sendiri.

Puteri kami yang pertama masih kecil ( TK ) menderita sakit aneh, mukanya sangat pucat dan kurus seperti mayat hidup. Dibawa ke tempat bermain anak-anak dia ikut bermain tetapi tidak ada ekspresi apa-apa di wajah dan tingkahnya. Setelah bolak-balik ke dokter anak tiga kali tidak sembuh juga, baru saya sadar bahwa dia diganggu syetan, saya obati sendiri, langsung sembuh.

Ditengah kesibukan saya seperti itu, muncul lagi kasus yang menimpa keluarga sangat dekat kami. Dia gadis N, kenal dekat dengan seorang pemuda A asal luar pulau Jawa. Setelah kasus itu selesai, baru saya ketahui bahwa pemuda A sebenarnya seorang yang punya kemampuan hebat dalam bidang spiritual dan sering menyendiri di pulau yang tidak berpenghuni di kampungnya. Konon gurunya almarhum tinggal di pulau itu.

Pemuda A ini sudah berkunjung ke rumah saudara-saudara kami di Jakarta dan sekitarnya, tetapi begitu diajak ke rumah saya oleh N, dia menolak.

Entah karena bangga atau sombong, N mengatakan pada pemuda A bahwa dia dan orang-orang sekampung dengan kami tidak bisa kena sihir dan santet, padahal dia tidak mengerti apa-apa tentang ini.

Pemuda A rupanya terusik egonya, dicobanya N. Dengan sangat mudah N kena sihir pemuda A teman dekatnya itu. Tiap malam N tidak bisa tidur ( saat itu dia tidak tinggal di rumah kami ) karena sering mendengar pemuda itu memanggil-manggilnya dari luar rumah.

Malam-malam N sering membukakan pintu buat pemuda A yang datang katanya, tetapi pemuda A tidak ada, malam telah larut dan sepi. Seringkali juga dia ingin mendatangi pemuda A di rumah kontrakannya di tengah malam, tetapi N dicegah oleh saudara kami tempat dia nginap.

Badan jadi kurus, muka pucat, tidak ada gairah hidup, tidak ada ekpsresi di wajahnya, blank sama sekali begitulah keadaan N waktu itu. Orang tua N sangat khawatir melihatnya.

Begitu saya obati, N teriak dan menangis. Yang tampak di penglihatannya adalah makhluk-makhluk yang menyeramkan. Beberapa hari saya obati tidak bisa sembuh total. Malah dari mulut N keluar kata : " Kakak tidak mungkin bisa menyembuhkan saya ". Tetapi saya tidak hiraukan.

Saya merasakan hal-hal yang aneh pada diri saya, begitu juga dengan isteri saya dan yakin itu hasil perbuatan si pemuda A.

Suatu malam setelah pengobatan itu, saya bermimpi berjalan di pantai, suatu perkampungan nelayan ( belakangan saya ketahui, itu kampungnya pemuda A ). Saya ketemu tulang kerangka manusia masih utuh tergeletak di pasir. Tiba-tiba tulang kerangka manusia tadi jadi hidup, dia bangun menghadang jalan saya, dari lubang tempat matanya memancar cahaya sangat terang dan kuat langsung menyerang saya. Secara refleks saya menangkis serangan itu dengan kedua telapak tangan saya sambil mengerahkan tenaga hendak menyerang balik dia. Mimpi terputus sampai disitu.

Setelah bangun saya jadi jengkel pada pemuda A. N sebenarnya suka pada dia. Kalau memang dia suka juga sama N, kenapa dia mempermainkan dan menyiksa N berbulan-bulan lamanya. Saya anggap pemuda itu keterlaluan dan jahat. Melihat keadaan N, mungkin dia mau bikin N jadi gila atau menderita terus-menerus sampai mati pelan-pelan.

Saya rasakan setanya terus membayangi saya dan mencari kesempatan untuk menyerang. Kemudian saya bilang pada syetan-syetannya yang saya rasakan kehadirannya : " Saya kasih waktu kamu tiga hari untuk datang minta maaf secara lahiriah pada N dan aku. Kalau tidak, aku akan menghabisi kalian ". Saya tidak peduli apakah pesan saya sampai ke lahiriahnya atau tidak.

Dalam hati saya bertekad akan menghancurkan mereka meskipun saya belum punya pengalaman bertarung. Saya mengingat-ingat lagi mimpi itu sampai detail-detailnya, sehingga saya yakin, Allah Taala telah mengajarkan hal penting kepada saya untuk menghadapi kejahatan pemuda A.

Saat-saat menunggu tiga hari tidak mengenakkan bagi saya. Syetan pemuda A terus menyerang, saya hanya menahannya, tidak ingin saya melanggar janji, saya takut pada Allah.

Begitu lewat waktu tiga hari, saya langsung menyerang mereka habis-habisan sebisa saya secara terus menerus, mengerahkan kekuatan seperti diajarkan oleh Allah dalam mimpi.
Terbayang di benak saya kekuatan jahat pemuda A bersama syetannya hancur lebur dan terbakar.

Tetapi anehnya masih saja terasa kehadiran syetannya meskipun tidak begitu kuat seperti sebelumnya.

Beberapa hari setelah itu N ketemu pemuda A dan menyebut nama saya, pemuda A sangat kaget, langsung pergi tanpa alasan. Sebenarnya saya pernah ketemu pemuda A selintas waktu saya berkunjung ke rumah saudara di Jakarta, seharusnya dia tidak kaget karena telah kenalan dengan saya.

Sejak pamit setelah kaget, pemuda A tidak pernah muncul lagi, tidak pernah lagi ketemu N. Saudara-saudara kandungnya yang serumah dengan dia tidak tahu juga kemana perginya, di kampungnya juga tidak ada dan tidak ada kabar berita, hilang begitu saja selama setahun.

Tetapi gangguan pada isteri saya terus datang terutama saat saya tidak ada di rumah. Kebetulan setelah kejadian itu saya keluar kota selama sebulan. Isteri saya merasa seperti ada angin dingin yang menerpa tubuhnya setiap malam, membuatnya menggigil dan sakit.

Seorang keluarga dekat kami yang bisa melihat alam jin dan syetan mengatakan bahwa dia tahu saya baru saja terlibat perang besar dan menggemparkan di alam jin dan syetan. Saya merasa heran kok dia tahu padahal dia tidak tahu saya mengobati N karena baru datang dari Jawa Timur tempat dia kuliah. Penjelasan dia, jangankan kejadian sebesar itu, kejadian kecil-kecil saja cepat tersebar di alam itu.

Setelah setahun berlalu, N diberi tahu oleh adik pemuda A tempat keberadaan kakaknya. N bersama adiknya tadi datang menengok pemuda A. Ternyata selama setahun dia menghilang dia terdampar dan menumpang di rumah seorang penduduk di kampung terpencil pinggiran Jakarta.

Begitu ketemu N, pemuda A kaget dan menyesalkan kenapa N yang datang menjenguknya.
Sebenarnya pemuda A seorang terpelajar sudah sajana S1, tetapi keadaannya saat itu sangat memprihatinkan bagi N, seperti orang bingung tidak menentu dan tidak keruan, kerjanya setiap hari membantu yang punya rumah berkebun.

N kasihan melihatnya, disuruhnya pulang kampung dan diberinya uang untuk ongkos pulang. Setelah berada di kampung selama seminggu, pemuda A meninggal tanpa menderita sakit.

Saya pikir itulah balasan dari Allah karena Allah Taala menegaskan dalam Al Qur'an, siapa yang berbuat kejahatan akan dibalas dengan kejahatan.

Setelah kejadian tadi, pertanyaan dalam hati dan pikiran saya tambah banyak. Tapi Alhamdulilah, pertanyaan-pertanyaan tadi dan pertanyaan sebelumnya sedikit demi sedikit terjawab dan tersingkap sejumlah hal yang ingin saya ketahui lewat kasus-kasus yang saya tangani berikutnya, diantaranya yang saya angkat dalam bagian 3 seri artikel ini yaitu HEBOH, PUTRI USTADZAH KESURUPAN dan LAPORAN PANDANGAN MATA JIWA DARI ALAM JIN DAN SYETAN

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Menjelajah Alam Jin Dan Syetan ( bagian 1 )

Saya ingin terus berbagi pengalaman unik yang begitu banyak dalam mengembangkan dan aplikasi pengobatan alternatif yang akhirnya saya beri nama TERAPI ALIF.
Sementara kasus-kasus menarik yang saya tangani insyallah akan saya tulis terus sebagai jurnal di MP ini disamping artikel berseri seperti judul diatas, mudah2an Allah Taala memberi saya kesempatan, kekuatan dan kemampuan untuk memaparkan pengalaman yang begitu banyak dan unik selama puluhan tahun perjalanan hidup saya, agar siapapun yang mebacanya bisa memahami secara benar tentang persoalan dirinya dengan lingkungannya terutama yang berkaitan dengan jiwa dan interaksinya dengan alam jin dan setan. Tujuannya tidak lain supaya kita tidak gampang tertipu dan terjerumus dalam lembah kegelapan akibat penipuan yang dilakukan oleh jin, syetan, iblis dan manusia yang mengambil keuntungan dengan cara menyesatkan,

Membaca buku " Dialog Dengan Jin " yang sempat populer di masyarakat Indonesia saya merasa geli dengan kebohongan yang dicampur adukkan dengan kebenaran tentang alam jin dalam buku itu. Saya ingat awal-awal penjelajahan di alam jin dan syetan, saya sering dibohongi dan dikibuli bahkan ditipu dengan cara yang sangat canggih karena memang saya belum tahu dan tidak mengerti seluk-beluk dan keadaan sesungguhnya alam itu.
Penipuan itu bisa terjadi disamping karena ketidak tahuan saya, juga disebabkan oleh kelemahan saya sendiri yang sering iba pada jin dan syetan yang menyatakan tobat sambil menangis dan berlutut minta ampun dan menyatakan tunduk sepenuhnya pada saya.
Ada juga yang datang sebagai hamba yang dekat disisi Allah seperti Wali, Sufi serta semacamnya yang menyatakan membantu saya sebagai sesama hamba Allah. Mulanya saya sangat respek pada mereka, tetapi kenyataan selanjutnya mereka adalah musuh dalam selimut yang sangat sangat menyulitkan saya sampai-sampai mencelakakan saya.

Alam jin dan syetan penuh pesona dengan daya pukau yang luar biasa. Tidak heranlah bagi mereka yang telah menyatu dengan alam ini tidak ingin lepas darinya. Ada yang bisa menikmati alam itu seperti menikmati alam lahiriah, merasakan enaknya makan dan minum, pemandangan-pemandangan yang menakjubkan, merasakan sensasi kenikmatan yang dahsyat hubungan dengan lawan jenis sebagai realita sesungguhnya bagi mereka. Malah banyak juga yang bisa menghadirkan/mewujudkan keingingannya dalam alam lahiriah dengan bantuan jin dan syetan tentunya. Tetapi akhir dari perjalanan mereka ini sangat menyedihkan karena mereka jadi tumbal jin, setan dan iblis, jiwa mereka terus mengabdi pada jin, syetan dan iblis sampai akhir zaman.

Tapi alhamdulilah, Allah Taala menolong saya membongkar kebohongan dan penipuan itu, mungkin karena awalnya saya tidak sengaja menjelajah alam jin dan syetan. Saya hanya dihadapkan begitu saja saat mengobati orang sakit yang datang minta tolong pada saya.

Untuk itu saya sarankan, apabila anda ingin memahami secara lebih baik artikel berseri " Menjelajah Alam Jin Dan Syetan " ini, sebaiknya baca dulu semua artikel yang pernah saya post di blog ( Terapi Alif ) ini karena keduanya saling terkait satu sama lain dan saling melengkapi.

Pengalaman pertama.
Pengenalan saya dengan pengobatan ini dimulai secara tidak sengaja setelah saya mulai menempati ruangan kosong dibelakang kantor sebagai tempat tinggal bersama keluarga sewaktu saya bertugas di daerah kelahiran saya sendiri. Bangunan kantor merupakan bangunan tua peninggalan zaman Belanda, konon ruangan yang saya tinggali pernah dipakai oleh tentara Jepang sebagai tempat penahanan sementara dan tempat penyiksaan.

Teman-teman kantor menyampaikan peringatan orang-orang yang pernah tinggal di ruangan itu, beberapa bayi meninggal karena ganguan syetan penghuni ruangan itu. Saya tidak peduli dan dianggap keras kepala, malah saya menjawab dengan kelakar, jin dan syetan takut pada saya.

Kamis sore kami pindah kesitu, saya, isteri dan si kecil bayi perempuan kami yang lucu umur setahun anak pertama. Tepat jam 21.00 tiba-tiba si kecil menangis histeris tanpa sebab. Dia terus menangis tanpa bisa dibujuk dan dihentikan dan berlangsung cukup lama, setengah jam lebih sampai dia kejang-kejang, keluar lendir yang sangat banyak dari hidung dan mulutnya.
Awalnya saya kira masuk angin, tapi digosok pakai minyak kayu putih, masih terus menangis. Baru saya ingat kata-kata teman kantor, membuat saya dan isteri panik dan takut. Bisa-bisa si kecil yang lucu buah hati kami jadi korban syetan penghuni ruangan itu. Saya merasa sungguh menyesal kenapa tidak belajar cara mengusir syetan, mana tetangga jauh-jauh untuk minta tolong, karena begitulah lingkungan perkantoran, saya buta sama sekali tentang pengobatan semacam itu.

Saya semakin panik, akankah anak saya mati konyol di depan mata kepala saya sendiri tanpa saya mampu berbuat apa-apa. Hampir-hampir saya putus asa, rasanya seperti terpuruk, luluh tanpa daya dan merasa sangat bodoh dan dungu.

Tiba-tiba terlintas di pikiran dan hati saya untuk berbuat sesuatu, saya pegang tangan dan kepala si kecil di gendongan ibunya, kemudian dengan menangis dalam hati se dalam-dalamnya dengan perasaan yang tercabik-cabik tak keruan, memohon dengan sangat...sangat....sangat pada Allah agar anak saya ditolong dan mengusir syetan yang mengganggunya. Aneh dan alhamdulilah, sejenak kemudian anak saya terdiam dan langsung tidur.

Belakangan baru sadar bahwa itulah pelajaran pertama dari Allah buat saya, bagaimana cara mengusir syetan dan jin.

Kejadian selanjutnya di tempat yang sama, beberapa siswi SMA yang ikut tinggal bersama kami disitu sakit diganggu syetan dan kena santet. Dengan cara berdo'a seperti semula sambil saya pegang dahinya, yang sakit sembuh seketika.

Tetapi kasus berikutnya tidak segampang itu lagi, puteri kami kembali diganggu.
Sebelum dia jatuh sakit, malamnya saya melihat dalam mimpi anak kami bermain dengan dua anak perempuan sebaya dengannya di loteng ruangan tempat tinggal kami. Begitu saya panggil dia agar datang kepada saya, tiba-tiba seorang perempuan cantik muncul dan mencegahnya, tetapi saya tidak terima, tetap ngotot minta anak saya kembali ke saya. Si perempuan kesal, dijambaknya puteri kami kemudian diangkatnya sampai menggantung hendak dilemparkannya ke bawah lantai ruangan itu. Saya marah besar pada perempuan itu, kemudian saya sambil merentang kedua tangan mengancam hendak menghancurkannya. Mimpinya putus sampai disitu.

Besok siangnya puteri kami sakit lagi. Tadinya saya tidak menyadari ada hubungan antara mimpi saya dengan sakitnya si kecil. Setelah tiga hari tidak sembuh-sembuh meskipun sudah dibawa kedokter, baru saya ingat mimpi tadi.

Habis shalat magrib, saya obati si kecil seperti biasa, berdoa sambil memegang kepalanya. Aneh, kali ini dia menangis sambil minta ampun pada saya. Tapi dia belum sembuh juga. Saya ulangi lagi beberapa kali besoknya dengan cara yang sama, tidak mempan juga.

Saya ingat-ingat kembali mimpi saya secara lebih detail sambil berharap ada pelajaran dan petunjuk disitu. Ternyata memang benar, belakangan baru saya paham bahwa itu adalah pelajaran tahap berikutnya dari Allah tentang cara mengusir syetan dan jin dari diri seseorang. Cara mengusirnya tidak cukup dengan do'a saja, tetapi harus ada upaya lebih dari itu mengerahkan kekuatan. Begitu saya lakukan, si kecilpun langsung sembuh. Perjalanan dan pengalaman saya selanjutnya, Allah Taala mengajarkan tahap berikutnya bahwa melawan jin dan syetan yang menjadi tentaranya iblis tidak cukup dengan do'a dan pengerahan kekuatan karena iblis menggunakan kekuasaan Allah seperti yang diterangkan sendiri oleh Allah Yang Maha Agung dalam Al Qur'an.

Pada bagian 2 artikel Menjelajah Alam Jin dan Syetan insyallah saya akan membeberkan pertarungan pertama saya di alam jin dan syetan

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Si Ibu Sering Disetubuhi Syetan

Suatu malam saya diminta tolong teman dekat untuk menengok temannya yang sakit parah di daerah pinggiran Jakarta.
Ternyata memang yang ditengok sangat parah, hanya bisa berbaring, tangan dan kaki bengkak, perut mengembung, ujung tangan dan ujung kaki menghitam hangus, cirinya seperti keracunan obat.
Delapan bulan sebelumnya dia masuk ke rumah sakit dengan gagah dalam aerti pergi sendiri. Keluhannya ringan, sakit perut. Pihak rumah sakit menyatakan liver, sehingga tidak boleh pulang, langsung dirawat.
Selama empat bulan dirawat rumah sakit ini bukannya sembuh, malah tambah parah.
Diapun pindah lagi ke rumah sakit lain. Di rumah sakit yang baru ini dia dinyatakan sakit syaraf, tetapi selama empat bulan dirawat keadaan malah tambah parah lagi.
Akhirnya dia dipulangkan ke rumahnya karena pihak rumah sakit rupanya tidak mampu lagi.
Akhirnya dia meninggal juga karena sejumlah organ dalam tubuhnya rusak berat akibat keracunan obat yang diminumnya selama delapan bulan tanpa henti. Konyolnya lagi dokter langganan perusahaan tempat dia bekerja yang terus memantau pengobatan dia, masih juga memberi obat dan menyuruh pasiennya yang sudah keracunan obat ini untuk terus minum obat.
Sewaktu ketemu saya di rumah si sakit, dokter muda tersebut dengan sinis mengatakan pada saya bahwa dia tidak percaya ada sihir dan santet.
Karena dia mengaku Islam dan membaca Al Qur’an, saya katakana dia tidak beriman pada isi Al Qur’an sebagai salah satu rukun iman. Saya tambahkan, dalam AlQur’an, Allah memberi tahu kita tentang adanya sihir.
Saya katakana pada dokter muda tersebut : “ Kalau memang anda benar, kenapa anda dan pihak kedokteran tidak bisa menyembuhkannya, malah terus diberi obat pada dia yang sudah sangat menderita karena keracunan obat, apa maksudnya “.
Muka sang dokter jadi merah padam dan malu.
Banyak saya temui orang keracunan obat begini karena dokter tidak tahu lagi apa yang diperbuat.
Kunjungan saya kesitu biasanya dihadiri oleh sejumlah tetangga si sakit.
Tiba-tiba seorang ibu minta tolong diobati penyakitnya disitu juga. Keluhannya dia sering merasa sakit diseluruh tubuhnya. Tetapi kalau dipijit dukun langganannya, dia merasa enak. Untuk itu dia sering ke dukun, tiga hari sekali, paling tidak sekali seminggu. Lebih dari itu dia sangat menderita.
Dia juga pernah diberi keris oleh dukunnya. Sebelum menerima keris, dia bersama suaminya dimandi air kembang oleh dukunnya dan dibayar cukup mahal.
Setelah menjalani terapi dengan berdo’a dan minum air yang telah saya do’akan, tiba-tiba dia melihat seorang laki-laki. Si ibu langsung berseru, “ Dia ini yang sering mendatangi saya”.
Si ibu cerita, kalau dia sendirian jaga warung, laki-laki ini datang mendekatinya. Kalau sendirian di rumah , laki-laki yang dilihatnya itu muncul tiba-tiba memeluknya dari belakang dengan birahi.
Malam-malam dia yakin suaminya yang menidurinya, tetapi begitu bangun subuh untuk mandi sebelum shalat subuh, dia tanya suaminya kenapa tidak mandi. Malah suaminya merasa heran kenapa harus mandi karena malamnya si suami tidak merasa menyentuh isterinya.. Menurut pengakuan si ibu, ini sering terjadi.
Mendengar penuturan si ibu yang blak2an ini, yang ada disitu tertawa geli.
Si ibu minta tolong pada saya untuk menghilangkan gangguan itu.
Saat itu si ibu melihat sendiri bahwa laki-laki yang sering mengerjainya itu adalah syetan peliharaannya si dukun. Entah apa yang diminta oleh si ibu dan suaminya pada dukun, si syetan minta sejumlah syarat diantaranya menyetubuhi si ibu, tetapi rupanya si ibu tidak tahu syarat yang satu ini.
Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah Taala, saya usir syetan itu setelah pertarungan cukup seru yang disaksikan sendiri oleh si ibu.
Si ibu juga ikhlas melepas kerisnya, kemudian diberikan pada saya. Keris tersebut saya musnahkan karena disitu ada kekuatan jahat. Saya minta pada ibu agar tidak ke dukun lagi, karena bisa sangat parah akibatnya kalau dia ulangi lagi.
Setelah sekian tahun kejadian itu, saya tidak pernah mendengar keluhan si ibu.
Pengalaman saya mengobati orang, banyak sekali penderita berbagai penyakit disebabkan oleh keris, jimat, susuk, wirid , dzikir, latihan tenaga dalam dan sejenisnya, serta banyak lagi lainnya.
Insyaallah saya akan publish kasus-kasus tersebut, tidak lain maksudnya untuk berbagi agar kita bisa waspada, tidak terjerumus dalam kegelapan.

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Si Kakek Mau Dijadikan Tumbal ( sangat penting diketahui sebagai bekal menghadapi ajal )

Habis shalat Taraweh di Masjid, seorang teman minta tolong pada saya untuk menengok bapak mertuanya yang sakit keras. Mertuanya memang sudah sangat tua ( kakek-kakek ) hanya berbaring di tempat tidur.

Si kakek memberi tahu saya bahwa sejak beberapa hari sebelumnya, dia melihat orang-orang dekatnya yang telah meninggal seperti bapak, ibu, isteri dan lain-lainnya melambai-lambaikan tangan kearahnya dari jauh, mengajaknya ikut mereka.

Saya tegaskan pada si kakek, jangan sampai ikut mereka. Mereka itu syetan.

Belasan menit kemudian si kakek koma/sekarat, anak-cucu mengerubunginya sambil berdo'a.
Tiba-tiba napasnya terhenti agak lama, anak-anak dan cucunya menangis, saya larang mereka menangis, saya minta mereka terus berdo'a.

Akhirnya si kakek bernapas kembali. Begitu sadar dia menoleh ke saya dan mengucapkan terimakasih pada saya. Saya heran, kenapa si kakek berterimakasih pada saya.

Si kakek bercerita, sewaktu koma, dia diajak pergi oleh mereka yang telah mengajaknya sejak beberapa hari sebelumnya, si kakek ikut karena mungkin merasa sangat dekat dengan mereka.
Setelah berjalan agak jauh, mereka sampai di suatu tempat, semacam tempat untuk upacara ritual yang sangat penting dan sakral. Segala sesuatunya sudah siap. Si kakek hanya menyaksikan.

Setelah dia tahu bahwa upacara itu untuk dirinya, untuk dijadikan tumbal, si kakek ingat apa yang saya katakan, kemudian dia lari melepaskan diri dari mereka dan kembali ke rumah.

Menurut pengakuan si kakek, dia pernah mengamalkan sejumlah mantera dalam bahasa daerahnya yang diajarkan oleh orangtuanya. Saya minta si kakek melepaskan amalan-amalan itu dan diapun melepaskannya.

Beberapa hari kemudian si kakek sembuh dan kalau tidak salah dia meninggal dua tahun kemudian.

Kalau si kakek tidak lari dan upacara tersebut berlangsugng sempurna, maka jiwanya itu akan menjadi hamba sahaya yang mengabdi pada iblis dan syetan sampai akhir zaman.

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Gampang Lupa Diri dan Melanggar Karena Sembuh Dengan Sangat Mudah

Pengalaman saya menolong sejumlah orang sakit, kebanyakan diantara mereka menganggap enteng penyembuhan yang mereka jalani. Mungkin juga mereka menganggap penyakitnya enteng saja karena sembuh dengan cara yang sangat gampang, atau mungkin juga mereka anggap sebenarnya penyakitnya bisa disembuhkan sendiri tanpa pertolongan saya karena mereka disuruh berdoa sendiri dan sangat mudah. Sikap ini tercermin dari banyaknya diantara mereka yang tidak mematuhi atau menganggap sepele apa yang saya minta mereka lakukan atau larangan yang saya tentukan. Banyak sekali kasus semacam ini, dua diantaranya saya ungkapkan disini.
Seorang penderita kanker, pasien sebuah Rumah Sakit khusus kanker di Jakarta datang minta tolong pada saya, di dorong di kursi roda. Kemana-mana kalau nggak pakai kursi roda, dia digotong. Selama dua tahun lebih menderita kanker dan menjadi pasien tetap rumah sakit tadi, dia hanya bisa berbaring dan duduk bersender, tidak bisa berdiri. Dia juga telah menjalani kemo terapi berkali-kali sehingga kondisi fisiknya sangat parah.
Beberapa menit setelah menjalani terapi yang saya terapkan, tiba-tiba dia berdiri tegak sendiri tanpa dibantu dan menyatakan sakitnya hilang seketika dan pulangnyapun tidak lagi didorong pakai kursi roda, dia jalan sendiri ke mobil. Biasanya setelah terapi saya wanti-wanti ingatkan penderita ( minimal tiga kali, tetapi kebanyakan lebih ) hal-hal yang dilarang dan apa saja yang harus dia lakukan agar penyakitnya tidak kambuh lagi dan sembuh secara tuntas. Pada penderita kanker ini saya larang untuk sementara pergi ke kantornya. Kalau ada hal yang sangat mendesak dan diharuskan ke kantor minta izin dulu pada saya. Dia juga saya larang untuk berobat lagi ke dukun, tabib, kiyai dan semacamnya. Ke rumah sakit saya bolehkan asal dia mau.
Setelah terapi pertama dia sembuh sekitar satu bulan lebih, tiap pagi dia jogging, ke pasar dan kemana-mana jalan kaki atau naik ojek. Ke rumah sakit pergi sendiri naik bus kota untuk kontrol dan menurut cerita dia, dokter dan perawat yang menanganinya heran melihat perubahan yang drastis pada dirinya. Dia telah kembali melakukan aktivitas normal sebagai orang sehat, tetapi dia melanggar semua yang saya larang. Penyakitnyapun kambuh lagi, dan setelah menderita berbulan-bulan dia meninggal meskipun saya terus berupaya menolongnya.
Kasus lainnya, seorang bapak diantar isteri keduanya datang pada saya dengan keluhan sakit kepala manahun. Isterinya ini bekas pasien saya yang telah sembuh. Bapak ini kalau sakit kepalanya kambuh dia harus menenggak 12 bungkus puyer obat sakit kepala sekaligus agar sakitnya hilang. Belakangan frekwensi sakitnya makin sering dan dosis obat puyernya makin tinggi. Setelah menjalani terapi dia sembuh seketika sampai beberapa minggu kemudian dia tidak pernah sakit. Pada terapi pertama saya haruskan dia sholat dan menjadi guru ngaji lagi yang telah ditinggalkannya selama puluhan tahun dan dia menyatakan akan mematuhinya. Selama beberapa minggu sehat, dia tidak pernah sholat, diapun jatuh sakit, tetapi tidak datang ke saya. Dia ke rumah sakit dan dirawat selama delapan bulan di tiga rumah sakit yang berbeda. Selama masa perawatan itu dia seperti lumpuh total, bisanya hanya berbaring dan menurut pengakuannya mengangkat kepala tidak bisa. Setelah rumah sakit terakhir menyerah, dia dipulangkan ke rumahnya. Isteri keduanya datang lagi pada saya minta suaminya ditengok dan diobati. Sebenarnya saya keberatan menolong orang ini karena dia keras kepala, sombong, pintar sendiri, menang sendiri dan merasa benar sendiri. Saya dibujuk isterinya selama berjam-jam sampai pakai tangisan segala dengan alasan si sakit selama seharian terus menyebut nama saya dan ingin saya tengok, " mungkin dia mau meninggal ", kata isterinya.
Akhirnya saya datang juga menengoknya. Begitu ketemu saya, dia langsung bersumpah sendiri dengan sumpah yang sangat berat menurut pemahaman Islam yang isinya akan mematuhi apa yang saya suruh. Tiba-tiba dia bangun sendiri dan duduk tegak di tempat tidur membuat puluhan keluarga dan kerabatnya yang menyaksikan terheran-heran. Setelah selesai berdoa seperti yang saya minta kemudian saya suruh dia minum air yang telah saya doakan, diapun saya suruh berdiri, tetapi malah mendebat saya merasa tidak mungkin dia bisa berdiri setelah lumpuh total selama delapan bulan. Saya mengingatkan dia dengan keras agar tidak lagi membantah. Diapun berdiri tegak dan dengan jujur mengaku bahwa sifat sombongnya mulai menjalari dirinya. Kemudian saya minta dia berjalan, masih juga mau bantah, tetapi dia jalan juga dan bisa jalan mondar-mandir sambil ngoceh tentang rasa sombongnya yang mulai terbit lagi. Akhirnya saya suruh pergi sendiri ke kamar mandi tanpa bantuan untuk wudhu. Dia menawar lagi dengan menyatakan bahwa dia ingin mulai sholat pada sholat subuh besoknya. Setelah saya ingatkan sumpahnya sendiri, diapun terpaksa melakukan apa yang saya suruh dengan baik dan sholat isya dia jalani dengan tertib seperti orang sehat. Kebanyakan sanak keluarganya menangis haru menyaksikan dia sholat. Beberapa hari kemudian saya diminta lagi untuk menengoknya karena dia tidak bisa berdiri. Begitu ketemu lagi saya tidak mau banyak komentar hanya mengingatkan sumpahnya sendiri yang dilakukan sendiri dengan kesadaran sendiri tanpa saya minta. Setelah itu saya tidak pernah mendengar kabarnya lagi.
Mungkin bagi si penderita apa yang saya minta mereka lakukan atau larangan yang saya tetapkan itu sepele, tidak ada pengaruhnya pada sakitnya, padahal dalam alam jiwa sangat besar pengaruhnya.

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Anak Dokter Yang Sering Pingsan

Seorang dokter spesialis mengantar puteranya pada saya. Puteranya siswa SMAN di Jakarta, sering pingsan di sekolahnya. Dia juga sudah minta tolong ke sejumlah koleganya dokter spesialis yang diperkirakan terkait dengan penyakit puteranya. Berbagai bentuk pemeriksaan dan penelitian bidang medis dan dibantu alat canggih sudah dilakukan, tidak juga ditemukan juga penyakit remaja ini.
Dokter tersebut bingung dan khawatir dengan penyakit puteranya. Setelah menjalani dua kali terapi dengan saya, remaja tersebut tidak pernah pingsan lagi.
Kasus yang sama pernah saya tangani, yang menimpa seorang gadis muda pegawai sebuah perusahaan swasta, namun prosesnya sangat lama, sekitar dua tahun lebih baru tuntas. Meskipun kasusnya sama, tetapi tingkat kerumitannya berbeda. Akar persoalan si gadis tersembunyi sangat dalam sehingga sulit untuk mendeteksinya.
Penderita yang sering pingsan tadi penyebabnya adalah kombinasi antara konflik internal dan eksternal. Setan atau jin yang ada di lingkungan mereka baik di rumah, sekolah, kantor dan sebagainya benci dan marah pada diri si penderita karena perilakunya tidak berkenan bagi mereka. Setan yang menyatu dengan diri penderita sama juga kelakuannya, sehingga setan-setan dan jin yang marah dan benci tadi menyiksa diri penderita bersama setannya karena mereka lebih kuat dan lebih berkuasa. Siksaan terhadap setan penderita diteruskan ke diri si penderita, siksaanpun jadi sangat berat sampai dia tidak tahan, pingsan.
Pengobatan medis apapun tidak bisa menyelesaikan kasus semacam ini.
Kembali pada dokter tadi, setelah terbukti puteranya sembuh, diapun mengantar puterinya yang lebih tua. Kasusnya sepele, jerawatan yang tidak bisa hilang selama enam bulan lebih meskipun telah diberi berbagai macam obat jerawat yang dia ketahui. Tiga hari setelah menjalani terapi, jerawat gadis itu hilang, beberapa hari kemudian bekas jewatnya hilang, mukanya kembali mulus.
Dari penglaman saya menolong orang sakit, kita harus waspada dan hati-hati menjalani terapi. Apabila pada pengobatan pertama kita tidak merasakan hasilnya jangan teruskan pengobatan tersebut, apapun alasannya karena bukan kesembuhan yang kita dapat, tetapi penyakit kita tambah parah karena diagnosa tidak tepat dengan sendirinya terapinyapun pasti tidak tepat. Pada pengobatan pertama kalaupun kita tidak sembuh, paling tidak kita merasakan kearah kesembuhan dengan tanda-tanda penyakit yang diderita berkurang.
Sejumlah kasus salah diagnosa dan salah terapi baik dari bidang medis maupun pengobatan alternatif yang datang terlambat pada saya, tidak bisa lagi ditolong.
Langkah pertama yang aman adalah mencari tahu apakah penyakit kita persoalan medis atau non medis. Kalau persoalan murni medis, silahkan dituntaskan dengan medis. Tetapi kalau kasusnya non medis, harus dituntaskan dengan non medis. Kalau gabungan keduanya, yang pertamakali diselesaikan adalah faktor non medisnya baru ke medis

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Menapaki Jejak Allah Untuk Meraih Bukti

Bagiku hidup ini adalah pencarian yang tidak pernah berakhir. Awal masa kanak-kanakku sering bertanya tentang Allah, bicara padaNya, menanyakan bukti keberadaan dan kekuasaanNya.
Lucu juga rasanya waktu kanak-kanak bicara padaNya waktu aku tertahan hujan tidak bisa pulang habis bermain :” Ya Allah, Engkau yang menurunkan hujan. Sekarang aku mau pulang, hentikan dulu hujannya, biar aku bisa pulang “.
Anehnya, hujanpun berhenti, aku senang sekali.
Seringkali aku lakukan hal-hal seperti itu. Mungkin kalau aku cerita pada orang lain, aku dianggap sinting.
Perjalanan hidupku selama puluhan tahun dalam pencarian bukti dengan berpedoman pada Al Qur’an dan Al Hadith, secara tidak sengaja dan tidak direncanakan membawa aku ke bidang pengobatan. Aku tidak pernah belajar dan tidak bercita-cita terjun ke bidang ini. Mereka yang kuobati kebanyakan sembuh seketika. Awalnya aku mengira itu adalah mistik.
Banyak yang aku tolong dan berhasil sembuh adalah mereka yang tidak bisa disembuhkan oleh pengobatan medis, psikologi, pengobatan oreantal ( pengobatan Cina Kuno ), pengobatan alternative dan lain-lain.
Akupun jatuh bangun selama menapaki jalan ini, mengikuti jejak Allah, kadang-kadang sakit hampir mati, keluarga juga sakit.
Setelah menggeluti pengobatan ini selama puluhan tahun, Allah Taala membukakan ilmuNya, memberi pemahaman padaku tentang pengobatan ini sebagai bukti tentang kebenaran yang diajarkanNya lewat Al Qur’an dan Rasulullah SAW.
Akhirnya kupahami konsep, methode dan tekhnik pengobatan yang aku namakan Terapi Alif, bukan lagi sesuatu yang bersifat mistis, tetapi bisa dimengerti dan diterima logika sebagai ilmu pengetahuan.
Hasil pencarianku selama 50 tahun, Insyaallah aku berbagi di grup ini sebagai jurnal.
Kami harap, anda yang bergabung dalam grup ini bisa berpartipasi dalam arti tukar-menukar informasi dan ilmu pengetahuan yang bisa memperkaya khazanah pengetahuan yang telah saya peroleh. Paling tidak, siapapun yang bergabung di grup ini mendapatkan manfaatnya dari informasi dan pengetahuan yang disajikan, dalam arti bisa mengatasi sendiri persoalan-persolan kesehatan diri dan keluarga yang sederhana. Minimal bisa tahu persoalan kesehatan dan penyakit yang sesungguhnya, agar tidak dirugikan oleh pengobatan yang ada.

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF
 
Free Blog CounterEnglish German Translation