Custom Search
Link

Tuesday, August 15, 2006

TIDAK JADI BEDAH KANDUNG KEMIH

JH Alifulhaq

Awal Agustus 2006 lalu, di kantor saya ketemu teman sekantor yang baru saja dirawat di rumah sakit selama seminggu karena menderita maag, begitu menurut diagnosa dokter di rumah sakit tersebut.

Setelah maagnya diobati, teman ini merasakan kesakitan di pinggang dan di kandung kemihnya. Dokter menvonisnya, ada masalah dengan kandung kemihnya dan ada batu di saluran yang menuju kandung kemih. Vonis dijatuhkan setelah dokter meneliti hasil foto rengent, dan dia diharuskan segera masuk rumah sakit untuk dioperasi/dibedah.

Tetapi teman saya ini takut dibedah, dia tunjukkan pada saya hasil foto rengent nya, saya lihat dan teliti. Begitu saya tanyakan dia di bahagian mana dari organ tubuh dia dalam foto itu yang bermasalah, dia juga tidak bisa menunjukkan.

Teman saya tersebut sebentar-sebentar minum jamu mungkin untuk mengurangi rasa sakit atau sebagai obat agar tidak perlu dioperasi, tetapi rasa sakit tetap saja menyiksanya.

Dia tanya pendapat saya tentang penyakitnya, saya jawab sesuai yang saya ketahui. Saya tegaskan bahwa penyakitnya bukan seperti yang dikatakan dokter itu.
Dia juga tahu saya biasa mengobati orang tetapi tidak minta tolong pada saya. Mungkin dia tidak percaya pada model pengobatan seperti yang saya lakukan dan tidak bisa masuk nalarnya. Mungkin dia berpikir kalau saya mengobati orang dengan cara berdo’a pada Allah, dia seharusnya tidak akan menderita penyakit yang non medis karena dia sangat rajin ibadah pada Allah. Secara turun-temurun mereka adalah orang-orang yang rajin ibadah, tidak percaya pada dukun dan semacamnya.

Saya juga tidak mau mengajukan diri untuk menolongnya, takut dia salah terima. Tetapi saya kepikiran terus, ingat dia yang takut dibedah. Menurut pengalaman saya kalau kasus serupa dibedah, dia tidak akan bisa ditolong lagi, kalau tidak meninggal, dia akan sakit terus-menerus berkepanjangan sampai meninggal.
Hal inilah yang sangat menghawatirkan saya dan terus menghantui pikiran saya saat itu.

Sore hari masih hari yang sama, saya ketemu dia lagi waktu sama-sama ke masjid untuk shalat ashar. Habis shalat saat dia hendak kembali ke ruangan saya tahan dia di teras masjid. Saya menawarkan diri hanya untuk sekedar mengecek penyakitnya, ternyata dia mau.

Saya jabat tangannya kemudian saya terus memegangnya demikian sekitar tiga puluh detik, saya tanya apa yang dia rasakan. “ Saya mual, mau muntah “, kata dia. Saya suruh dia muntah di kamar mandi.

Setelah kembali dari kamar mandi, dia tidak merasakan sakit lagi, sakitnya hilang seketika, badannya yang panas juga sudah normal. Sakit di kandung kemih dan pinggang langsung sirna seketika.

Alhamdulilah dia tidak jadi dioperasi. Kalau dia tidak melanggar apa yang saya tetapkan dan tidak lalai melaksanakan apa yang saya minta, insyaallah tidak akan kambuh lagi.

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

MENJELAJAH ALAM JIN DAN SYETAN ( bagian 8 )

JH Alifulhaq

Bagi sebahagian masyarakat yang mendiami pulau Jawa, Nyi Roro Kidul adalah tokoh yang sangat dihormati dan ditakuti disamping tokoh yang dijadikan penolong, meskipun mereka tahu bahwa dia itu Ratu dari Kerajaan Syetan di laut Selatan pulau Jawa.

Kalangan dukun, paranormal dan mereka yang terlibat praktek mistik kebanyakan meminta bantuan Ratu ini.

Awal-awal saya mengobati orang saya sering bersama si sakit keluar-masuk istananya yang berada di dasar laut itu, bukan karena ingin kesana, tetapi proses pengobatan si sakit membawa saya kesana, karena penyakit yang diderita si sakit melibatkan Nyi Roro Kidul dan kerajaannya.

Kebanyakan penyelesaian akhir penyakit seseorang secara tuntas, disana tempatnya. Penyelesaiaan ini secara baik-baik atau bertempur. Saya selalu tawarkan pada Ratu dan kerajaannya agar mundur secara baik-baik, kalau tidak, artinya harus bertarung.

Ratu ini, namanya saja syetan, biar dia sepakat mundur secara baik-baik, nanti suatu waktu pasti akan menikam dari belakang dengan segala tipu muslihatnya yang canggih-canggih.

Orang-orang yang dipenjara dan disiksa di istana Nyi Roro Kidul

Pada artikel Menjelajah Alam Jin Dan Syetan ( bagian 6 ), saya paparkan, di istana Nyi Roro Kidul ada orang-orang yang dipenjara dan disiksa.

Setelah saya teliti, mereka itu adalah jiwa-jiwa orang yang kena santet dan sihir, karena dukun yang menyantet minta bantuan Nyi Roro Kidul. Ada juga jiwa orang-orang yang ingkar janji pada Nyi Roro Kidul. Misalnya seseorang yang telah minta tolong pada Ratu ini, tetapi orang tersebut tidak menunaikan persyaratan yang harus dipenuhinya. Pengingkaran baik sengaja maupun tidak sengaja, jiwanya akan disiksa disini.

Jiwa-jiwa yang disiksa dan dipenjara ini milik orang-orang yang masih hidup. Pemilik jiwa yang tersiksa ini bisanya sangat menderita. Penyakitnya berat dan sulit diobati, kecuali Allah menolongnya.

Setelah yang bersangkutan meninggal, jiwa yang disiksa dan dipenjara ini jadi milik Nyi Roro Kidul, biasanya dijadikan anggota balatentara atau hamba sahaya, tergantung kualitasnya.

Ada juga jiwa orang yang masih hidup menjadi pembantu Nyi Roro Kidul, baik sadar maupun tidak sadar. Kebanyakan orang-orang seperti ini punya ikatan yang kuat dengan Nyi Roro Kidul yang dibentuk lewat mantera-mantera, ritual-ritual tertentu yang intinya minta bantuan dan minta tolong Nyi Roro Kidul.

Mereka yang tinggi ilmu mistik atau punya kekuatan mistik yang baik dan telah menjalin ikatan yang akrab dengan Nyi Roro Kidul bisanya jiwa mereka menjadi andalan penting bagi kekuatan kerajaan syetan ini, baik selama yang bersangkutan masih hidup maupun sudah mati.

Jiwa orang-orang yang masih hidup ini dilibatkan dalam pertempuran dengan kerajaan jin atau kerajaan syetan lainnya atau dengan tokoh-tokoh kuat dikalangan manusia dan jin.
Yang bersangkutan ada yang tahu atau sadar dan ada pula yang tidak tahu dan tidak sadar dilibatkan, tetapi biasanaya mereka kesakitan kalau kalah bertarung, bisa sampai mati jadi tumbal Nyi Roro Kidul.

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

MENJELAJAH ALAM JIN DAN SYETAN (bagian 7 )

JH Alifulhaq
Beberapa bulan setelah saya mengobati si gadis, orang dari mana-mana berdatangan ke tempat saya minta tolong untuk diobati. Adakalanya mereka antri sampai pagi menunggu giliran. Dari sekian banyak kasus yang saya tangani, saya sering berhadapan dengan beberapa tokoh di alam itu.

Dua Kiyai dari daerah B
Setelah pertarungan melawan syetan si dukun dan sekutu-sekutunya bisa diselesaikan, biasanya akan muncul baking terkuat dukun di babak akhir pertarungan.

Yang sering saya temui pada babak akhir pertarungan dengan dukun daerah B adalah dua orang kiyai guru dan murid, serta Nyi Roro Kidul. Kedua kiyai ini cukup tangguh.

Pernah dalam suatu acara keluarga, saya ketemu orang-orang dari daerah B. Waktu itu saya penasaran, ingin tahu apa benar dua kiyai itu manusia dari daerah B atau jin. Kalau memang keduanya manusia, apakah masih hidup atau sudah mati.

Saya ajak ngobrol salah seorang diantara mereka, saya tanyakan tentang kedua kiyai tersebut. Ciri keduanya saya jelaskan seperti yang sering terlihat oleh penderita sakit yang saya obati di alam jin dan syetan.
Malah dia seperti mau salah paham, dianggapnya saya mau menguji dia dengan anggapan bahwa saya pernah bertemu muka dengan kedua kiyai tersebut, karena cirri-ciri dan gambaran yang saya berikan sangat cocok dan dia kenal dengan kedua kiyai tersebut. Setelah saya jelaskan bahwa saya tahu keduanya di alam jin dan syetan, dia makin heran.

Menurut dia, kedua kiyai itu jarang muncul di depan publik. Kalaupun muncul, hanya di kalangan terbatas pada acara semacam ritual agama sekali atau dua kali setahun. Dan dia mengakui kedua kiyai itu punya kehebatan, tetapi jarang diketahui masyarakat umum.

Setelah sekian lama saya sering menjumpai kasus serupa, akhirnya saya paham kenapa syetan dua kiyai ini sering muncul. Rupanya dukun dari daerah B itu banyak mengamalkan apa yang diajarkan oleh kedua kiyai ini untuk pagar pelindung diri mereka

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Sunday, August 13, 2006

BEDAH KASUS PEMUDA GILA

JH Alifulhaq

Saya tidak tahu apa diagnosa dokter atau psiater terhadap penyakit yang di derita si pemuda. Dari obat penenang/obat tidur yang diberikan kepada si pemuda dan terapi lainnya yang dilakukan pihak medis, dugaan saya, mereka menganggap si pemuda menderita stress atau depressi. Kalau benar dugaan saya ini tentu selama dua tahun lebih itu pihak psiater berupaya membongkar persoalan-persoalan pada diri dan lingkungan pemuda sampai membuat dia sakit seperti itu. Persoalan-persoalan sejak dia usia sangat dini tentunya, kayaknya tidak ditemukan juga, karena nyatanya tidak sembuh-sembuh juga.

Bisikan-bisikan dan omongan-omongan itu tetap ada meskipun telah minum obat penenang/obat tidur atau distroom kepalanya. Pemuda itu mengaku setelah minum obat tidur itu, dia tidur, tetapi begitu bangun dari tidur bisikan-bisikan dan omongan-omongan itu muncul lagi.
Dari bukti ini saya yakin bahwa pemuda itu tidak menderita stress atau depressi.

Kalau kiyai, ustadz, dukun, para normal dan sebangsanya pasti menganggap pemuda itu dirasuki syetan, jin, roh jahat dan sebangsanya. Yang merasuki anak muda ini harus dikeluarkan agar dia sembuh. Cara mengeluarkan bisa dengan jalan kekerasan atau jalan damai dengan tawar-menawar dan bujukan-bujukan pada yang merasuki si penderita. Tetapi semuanya gagal total karena nyatanya si pemuda tidak sembuh-sembuh juga.
Mungkin mereka memandang persoalan si pemuda terlalu sederhana, yang merasuk itu dianggap sesuatu yang terpisah dari si pemuda, tinggal dikeluarkan atau dicomot, beres urusannya. Untuk kasus tertentu se sederhana itu memang akan berhasil dengan baik, tetapi semua gangguan jiwa atau gila persoalannya tidak se sederhana itu.

Pengobatan sin she sebagaimana pengobatan Cina kuno umumnya, mungkin melihat gangguan yang terjadi pada diri si pemuda ini akibat tidak seimbangnya antara energi panas ( Yang ) dan energi dingin ( Yin ) dalam diri si pemuda. Energi panas dalam diri pemuda berlebihan, harus diturunkan sampai pada tingkat keseimabangan dengan Yin. Tetapi kenyataannaya tidak juga membawa perubahan apa-apa pada diri si pemuda.

Begitu berhadapan dengan pemuda ini, kesimpulan pertama saya adalah terjadi konflik/disintegrasi dalam jiwa si pemuda. Konflik ini begitu nyata muncul dalam jiwanya karena bisikan-bisikan dan omongan-omongan di kepala, kuping dan dada bertentangan satu sama lain.

Kemudian saya harus mencari apa penyebab konflik/disintegrasi itu. Dari pengakuan jujur si pemuda, bagi saya sangat jelas, dia tidak mengenali jiwanya sendiri. Mungkin sudah sejak lama baik sadar maupun tidak sadar dia menganggap apapun yang berbisik tadi adalah jiwanya sendiri atau dirinya sendiri sehingga dia pupuk dan pelihara terus. Dia tidak menyangka sama sekali perkembangannya sampai jadi seburuk itu. Tetapi sudah terlanjur, dia tidak bisa mengatasinya lagi karena yang berbisik tadi sudah mendominasi dan menjajah jiwanya.

Setelah dia mengaku merasa enak berada di tempat saya, bisikan-bisikan dan omongan-omongan di kepala, telinga dan dada melemah, kadang-kadang hilang sama sekali. Fakta ini bagi saya menunjukkan bahwa konflik yang terjadi dalam jiwa si pemuda kombinasi antara faktor eksternal dan internal.

Kalau hanya karena faktor eksternal, bisikan-bisikan itu sudah hilang sama sekali begitu dia ada dihadapan saya.

Faktor eksternal itu datang dari luar diri si pemuda berupa syetan dan jin yang mengikatkan dirinya pada jiwa pemuda kemudian menjajahnya. Begitu berhadapan dengan saya, syetan atau jin itu takut sehingga pengaruhnya pada si pemuda berkurang. Mereka takut karena mereka tahu bahwa hirarki atau tingkatan mereka berada dibawah saya. Hal ini akan saya bahas pada bahagian akhir artikel ini.

Kenyataan bahwa bisikan-bisikan masih ada meskipun lemah, ini menunjukkan adanya faktor internal. Untungnya faktor internal ini belum terlalu kuat. Kalau faktor internal ini sudah sangat kuat akibat salah mengenal jiwanya, akan sangat sulit disembuhkan, mungkin tidak bisa lagi disembuhkan.

Memang kebanyakan manusia tidak mampu mengenal jiwanya sendiri secara benar dan tepat, sehingga membawa berbagai akibat dan penderitaan pada dirinya.

Dari hasil pengamatan dan pemahaman saya saat itu, saya sampai pada kesimpulan akhir diagnosis kasus si pemuda bahwa terjadi kolaborasi dan ikatan yang cukup kuat antara syetan atau jin dari luar dirinya dengan bahagian jiwa si pemuda tempat mereka bercokol dan membangun kekuatan dan kekuasaan untuk menjajah seluruh bahagian jiwa si pemuda.

Dengan hasil diagnosa seperti itu saya bisa menetapkan langkah yang diambil untuk penyembuhannya sebagai terapi, menghilangkan sama sekali bisikan-bisikan dan omongan-omongan di kepala, telinga dan dadanya secara permanen.

Untuk menghilangkan faktor eksternal, tinggal saja mengusir syetan dan jin yang telah menjajah jiwanya. Tetapi itu tidak cukup. Kalau faktor internal tidak diselesaikan, setiap saat jin dan syetan itu akan bisa kembali bercokol disitu.
Saya bimbing dan bantu si pemuda untuk menyelesaikan faktor internalnya. Penyelesaian faktor internal dan eksternal berjalan simultan sehingga persoalannya cepat tuntas, tentu saja dengan tekhnik dan metode baik yang bisa dilihat, didengar dan diketahui, atau yang tidak bisa ditangkap atau disaksikan oleh orang lain karena proses itu terjadi di alam jin dan syetan.

Sekarang saya bahas masalah hirarki. Bila anda membaca semua artikel-artikel saya yang berjudul MENJELAJAH ALAM JIN DAN SYETAN di topik PENJELAJAHAN MERAIH BUKTI di categories, mungkin anda akan punya gambaran tentang ini.

Interaksi di dalam alam jin dan syetan senantiasa didasarkan atas hirarki atau tingkatan. Siapa yang paling berkuasa di suatu kelompok, dialah yang menempati hirarki yang tertinggi di kelompok ini.

Hirarki ini tidak ditentukan lewat promosi, warisan keturunan, dukungan atau sogokan seperti yang terjadi di masyarakat manusia.
Misalnya begini, posisi raja di kerajaan jin atau syetan sangat sentral. Begitu rajanya seorang kalah atau ditawan, kerajaan ini tidak ada lagi.

Di alam itu secara otomatis mereka sudah tahu posisi masing-masing begitu ketemu satu sama lain dalam hirarki tadi. Posisi dalam hirarki ini ditentukan oleh kemampuan setiap individu dalam keseharian.

Sebenarnya pemegang kekuasaan tertinggi dan berada di peringkat hirarki tertinggi di bumi ini adalah manusia. Adam mendapatkan dengan gampang sebagai karunia dari Allah Taala, tanpa ikhtiar, tanpa perantaraan makhluk lain seperti malaikat. Malaikat dan iblis diperintahkan oleh Allah sujud pada Adam yang telah diangkat jadi khalifah di bumi, pemegang otoritas dan kekuasaan tertinggi di bumi.

Adam mendapat karunia ini lewat ilmu yang diajarkan sendiri oleh Allah padanya, tidak diajarkan pada makhluk lainnya seperti malaikat, iblis dan jin.. Pengajaran ini tidak lewat perantara malaikat. Jadi berada di hirarki tertinggi karena ilmu, bukan karena kekuatan.

Begitu juga dengan Nabi Sulaiman, dia berada di hirarki yang sangat tinggi di alam jin dan syetan karena Allah mengajarkan ilmu dan hikmah padanya.

Tetapi Adam teledor dan tergelincir, posisinya sempat direbut syetan, begitu juga Sulaiman sempat teledor juga sampai posisinya direbut syetan.

Kenapa Adam teledor dan tergelincir, dia tidak punya kemauan yang kuat unrtuk mematuhi perintah Allah.

Setiap diri manusia punya potensi untuk menempati hirarki tertinggi di alam jin dan syetan. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengenal jiwanya sendiri. Manusia lupa pada jiwanya sendiri, begitu kata Allah.
Dalam hal ini manusia ibarat orang yang punya senjata yang sangat canggih yang bisa melumpuhkan apa saja dan siapapun di alam jin dan syetan. Tetapi kebanyakan manusia tidak tahu menahu potensinya, kalaupun ada yang tahu, tidak mengerti dimana atau dibahagian mana adanya dan bagaimana menggunakannya.

Untuk meraih peringkat yang tinggi di alam jin dan syetan seorang anak manusia harus berikhtiar dan berjuang menunjukkan kemampuannya. Dia harus buktikan bahwa dia paham tentang potensi yang dimilikinya termasuk cara menggunakannya. Dia kenal secara benar dan tepat jiwanya sendiri dan dia bisa membedakan yang bukan jiwanya. Dia juga memahami seluk beluk alam jin dan syetan termasuk interaksinya satu sama lain terutama dengan jiwa manusia.

Satu hal yang perlu di ketahui, jin yang cerdik akan lebih gampang mendapat kekuatan dan kekuasaan. Jin atau manusia yang memiliki kekuatan yang baik belum tentu bisa berkuasa. Bisa saja dia gampang ditipu sehingga kekuatannya tidak bisa dia manfaatkan, malah dimanfaatkan oleh penipunya ( kasus ini yang banyak sekali terjadi ). Alam jin dan syetan sangat kaya dengan tipu muslihat, jin dan syetan terkenal sebagai penipu-penipu sangat ulung, pembohong dan sombong.
Kembali pada persoalan pemuda tadi, kenapa syetan yang ada di dalam diri si pemuda takut pada saya, karena mereka tidak hanya sekedar tahu posisinya, tetapi yang sangat penting mereka sangat tahu tentang reputasi saya di alam itu. Mereka tahu saya pernah bertarung melawan siapa, cara saya bertarung bagaimana, dan hasilnya bagaimana.

Di alam jin dan syetan, kejadian apapun di suatu tempat cepat sekali diketahui oleh jin dan syetan di tempat lain di bumi dan di langit.

Begitu berhadapan dengan saya, apakah mereka mau melawan dalam arti dengan cara yang licik. Kalau berhadapan langsung mereka tahu itu tidak mungkin.

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

PENGAKUAN PEMUDA GILA

JH Alifulhaq

Seorang pemuda tamatan SMA menderita gangguan jiwa sudah parah cukup lama, dua tahun lebih. Dia sudah tidak mau kemana-mana, hanya tinggal dalam kamar. Diajak berobat juga sudah tidak mau.
Di rumah sering mengamuk, barang yang ditemui dihancurkan. Bahkan ibu dan nenek yang sangat disayanginya dihajar juga.

Seringkali kalau nenek atau ibunya yang mengantar nasi ke kamarnya, nasi dan piringnya dipukulkan pada wajah orang yang disayanginya ini.

Keluarganya pernah melamar seorang gadis untuk dia dengan acara dan prosesi yang sangat meriah, mereka pikir dengan cara ini si pemuda akan sembuh, tetapi si pemuda tidak mau kawin, malah sakitnya tambah parah.

Suatu malam ada keluarga dekat mereka bertamu kesitu, bercerita tentang penyakitnya yang sembuh seketika saat berobat ke tempat saya.
Si pemuda mendengar penuturan ini dari kamarnya, langsung dia minta diantar ke tempat saya.

Begitu berhadapan dengan saya, si pemuda menyatakan keheranannya sendiri, kenapa tiba-tiba dia mau datang ke tempat saya, karena dia sudah lama menolak untuk diobati., yang diakuinya hanya membuatnya tambah sakit.

Berobat ke dokter dan psiater sudah tidak terhitung jumlah kunjungan dan biaya yang dikeluarkan, sempat masuk asrama ( istilah dia untuk rumah sakit jiwa ), di stroom kepalanya selama tiga minggu, tetapi dia tambah menderita.

Begitu juga dengan pengobatan alternatif. Ada berita tentang orang pintar, kiyai, ustadz, dukun, para normal dan sebagainya yang bisa mengobati dan menyembuhkan orang, dia langsung dibawa keluarganya kesana. Hasilnya tambah parah.

Berobat ke sin she ( pengobatan Cina ) juga tidak ada hasilnya..

Disaksikan oleh semua anggota keluarga yang mengantar, dia bicara jujur pada saya : “ Orang mengatakan saya gila, tetapi mereka tidak paham apa yang terjadi pada diri saya. Di kepala ada bisikan dan ngomong, di telinga dan di dada juga ada. Apa yang dikatakan ketiganya bertentangan satu sama lain. Saya jadi bingung Om, mana yang harus didengar dan diikuti, saya kesal, marah dan mengamuk, tidak tahan lagi. Bisikan dan omongan itu tidak pernah berhenti dan tidak pernah bisa dihentikan..

Dia merasa heran, begitu ada di rumah saya, bisikan-bisikan itu melemah, kadang-kadang hilang. Dia sadar kalau bisikan-bisikan dan omongan-omongan itu hilang, pasti dia sembuh, seperti dia rasakan saat itu.

Dia minta tolong saya untuk menghilangkan bisikan-bisikan dan omongan-omongan itu. Kemudian dia menjalani terapi dengan baik selama beberapa menit seperti yang saya minta, hasilnya dia merasa bebas sama sekali dari bisikan-bisikan itu. Dia kelihatan sangat senang dan bahagia.
Saya ingatkan, kalau bisikan-bisikan dan omongan itu muncul kembali setelah kembali ke rumahnya, dia harus kembali ke saya tiga hari lagi pukul 23.00, membawa perlengkapan mandi seperti handuk dan sebagainya.
Waktu itu saya pikir, syetan yang ada dalam diri pemuda itu sangat kuat, kalau tidak mau keluar juga, saya harus menerapkan cara yang lebih keras.

Memang bisikan-bisikan dan omongan-omongan di kepala, telinga dan dada masih ada, tetapi tidak begitu kuat lagi setelah beberapa lama dia kembali ke rumah, tetapi sudah tidak ngamuk lagi.

Tiga hari kemudian dia datang seperti yang saya minta. Saya mandikan dia tengah malam pakai air biasa yang saya doakan ( tidak ada tambahan apa-apa seperti kembang dan sebagainya ) tepat pada pukul 00.00. Dia menggigil kedinginan sewaktu saya mandikan, tetapi hasilnya, dia merasakan otaknya jadi jernih, begitu juga dadanya terasa enteng, tidak berat lagi. Bisikan dan omongan hilang sama sekali, dia merasa sembuh total.

Beberapa hari kemudian keluarga pemuda menjemput saya untuk melihat rumah mereka. Sayapun kesana dan beberapa hal saya sampaikan untuk dibenahi.

Tiga bulan setelah itu si pemuda datang ke rumah saya naik sepeda motor sendirian dan memberi tahu saya bahwa dia sudah bekerja. Dia menyatakan kangen dan ingin sering datang ke rumah saya kalau diizinkan, karena menurut pengakuannya dia merasa tenang dan damai begitu berada di rumah saya.

Kasus ini saya jadikan bahan pembahasan dalam topik BEDAH KASUS di blog ini.

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih. 
Saya telah membahasnya dalam tiga buku yang berjudul MENDIAGNOSIS PENYAKIT NON MEDIS, SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKIJIZAT ATAU KEAJAIBAN dan yang ketiga MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA. 
Tentang buku ketiga silahkan klik  TOKO BUKU TERAPI ALIF
Untuk informasi tentang buku 1 dan 2  silahkan klik ini BUKU TERAPI ALIF
TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Saturday, August 12, 2006

SEBAIKNYA SAINS KEDOKTERAN BERDAMAI DENGAN AL QUR’AN AGAR TIDAK STAGNAN DAN MANDUL

JH Alifulhaq

Banyak kasus kesehatan yang menimpa sejumlah anak manusia tidak bisa dijawab/diselesaikan oleh sains kedokteran termasuk psikologi.

Ada anggapan sejumlah ilmuwan, sains telah memasuki usia senja dan mengalami stagnan, termasuk sains kedokteran. ( silahkan baca artikel yang berjudul Sains Dan Kehidupan dib log ini )

Seharusnya persoalan ini tidak terjadi kalau dasar berpijak cabang ilmu ini berada di tempat dan posisi yang tepat. Sains kedokteran memandang segala proses dan gejala yang terjadi dalam tubuh manusia sebagai proses fisis belaka dan penanganannyapun didasarkan pada pemahaman tersebut.
Padahal proses itu tidak mungkin terjadi kalau tidak ada kehidupan yang menggerakkannya.

Memang kalangan ilmuwan di bidang ini mengakui ada kehidupan dibalik itu, tetapi kehidupan yang mereka maksud, tidak jelas gambarannya, hanya meraba-raba.

Psikologi mencoba meraba-raba tentang kehidupan ini dalam mempelajari jiwa, tetapi bidang ilmu yang ini tidak jelas juga pemahamannya tentang jiwa yang dipelajarinya.
Jiwa yang menjadikan manusia hidup.

Psikologi hanya mempelajari jiwa dari sisi gejala, dorongan-dorongan dan perilaku yang menjadi out put dari aktivitas jiwa. Sementara jiwa sebagai inti persoalan setiap diri manusia, tidak tersentuh dalam arti tidak dipelajari.

Kalau saja sains kedokteran termasuk psikologi berdamai dengan Al Qur’an dan Al Hadith, banyak persoalan kesehatan manusia yang selama ini tidak bisa diselesaikan oleh kedokteran dan psikologi, bisa diselesaikan dengan baik.

Al Qur’an secara jelas mengajarkan kita tentang manusia, dan bahagian-bahagian pokok setiap diri. Manusia terdiri dari jasad/tubuh ( al jasad ), jiwa ( an nafs ) dan ruh ( ar ruh ).

Al Jasad
Tubuh atau al jasad sudah cukup jelas, yaitu sosok atau materi yang tertangkap oleh panca indera.

Jiwa
Pemahaman tentang jiwa ( an nafs ) yang kita tangkap dalam Al Qur’an dan Al Hadith adalah suatu sosok yang hidup, punya otoritas sendiri, bisa mandiri atau bisa terikat dalam suatu ikatan dengan jiwa lainnya atau sosok lain serta bisa terikat atau lepas dari jasad.
Setiap diri manusia terdiri dari banyak sekali jiwa yang terikat satu sama lain sebagai suatu ikatan yang kuat.

Persoalan yang cukup sulit adalah mengenal dan memahami jiwa ini seperti apa yang diajarkan oleh Allah Taala dalam Al Qur’an dan lewat Rasulullah saw.
Mengenal jiwa ( an nafs ) ini tidak bisa hanya dari yang kita baca dan kita dengar saja, tetapi harus dalam bentuk amaliah.
Ini sesuai dengan sifat dasar ilmu-ilmu dalam Islam yang sifatnya ilmu amaliah. Seseoragng tidak akan mendapatkan pemahaman yang benar tentang sesuatu ilmu dalam Al Qur’an tanpa proses pengamalan yang benar pula.
Misalnya tentang jiwa ( an nafs ), tidak mungkin kita tahu seluk-beluknya tanpa mengenalnya.

Untuk mengenal jiwa ( an nafs ) kita sendiri butuh proses panjang melalui tahap-tahap yang runut seperti yang diajarkan oleh Allah dalam Al Qur’an. Bisa-bisa yang kita sangka jiwa sendiri, padahal bukan, karena salah mengenal, sehingga menimbulkan berbagai akibat berupa gangguan penyakit yang sulit disembuhkan. Dari banyak kasus salah mengenal jiwa ini yang saya tangani, butuh waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya.

Kasus yang banyak saya temukan, penderita mengira jiwanya sendiri yang dia turuti, padahal itu syetan atau jiwa lain yang mendominasi dan menjajah jiwanya.

Mengenali jiwa sendiri secara benar dan tepat merupakan modal dasar bagi siapapun yang ingin mengobati orang.
Salah mengenal jiwa sendiri membawa persoalan rumit bagi dirinya dan orang yang diobatinya.

Kasus-kasus salah mengenal jiwa sendiri yang sudah sangat jauh mendalam dan berlarut-larut, tidak bisa disembuhkan lagi.

Untuk mengenal jiwa sendiri secara benar dan tepat, seseorang butuh bimbingan orang-orang yang paham cara-cara dan tahap-tahapnya secara runut jalan kearah pengenalan jiwa sendiri dalam bentuk praktek ( amaliah ). Kalau mau mencoba sendiri bisa saja, tetapi kemungkin untuk nyasarnya sangat besar.

Biasanya orang-orang yang telah mengenal jiwanya secara benar dan tepat, mereka bisa mengatasi persoalan kesehatan diri, kesehatan keluarga dan orang lain, sepanjang dia tahu cara memanfaatkan pengetahuannya itu.
Mereka juga bisa mengenal dan memilah-milah jiwa-jiwa yang bercokol dan mempengaruhi dirinya.

Orang-orang seperti ini punya kemampuan yang baik untuk membersihakan jiwanya seperti yang diperintah oleh Allah Taala.

Kalau ingin mengetahui jiwa dalam bentuk amaliah/praktek, saya sarankan anda membaca semua artikel yang saya posting di blog ini ( http://www.terapi-alif.blogspot.com ), mudah-mudahan bisa membantu.

Ar Ruh
Masalah ruh ( ar ruh ) tidak berani saya bicarakan secara terbuka disini, karena itu urusan Allah, hanya sedikit yang diajarkanNya.
Kalaupun saya bicarakan yang sedikit itu, paling-paling dalam lingkungan yang sangat terbatas.

Tetapi dengan memahami jiwa secara benar dan tepat, sudah cukup untuk menyelesaikan kasus-kasus kesehatan dan bisa menjawab berbagai persoalan yang belum terjawab selama ini.

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Melihat Sendiri Penyebab Penyakit

JH Alifulhaq
Kebanyakan penderita yang menjalani penyembuhan dengan Terapi Alif bisa melihat sendiri apa penyebab penyakitnya. Misalnya kalau dia kena santet atau sihir dan semacamnya penderita bisa melihat sendiri dengan jelas siapa yang menyantetnya. Penyantetnya melakukan sendiri atau menyuruh orang lain, dukun misalnya. Penderita juga akan melihat siapa dukunnya, dimana rumahnya, bagaimana cara menyantetnya, menggunakan media apa dan dibayar berapa untuk itu. Informasi lainnya bisa diketahui sendiri oleh penderita kenapa dia disantet. Penyebab lainnya misalnya penyakit keturunan dan kekuatan apapun yang dicarinya sendiri untuk pagar diri, bela diri, pengasih, susuk dan sebagainya bisa juga dilihat penderita secara jelas.

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF
 
Free Blog CounterEnglish German Translation