Wednesday, March 31, 2021
DZIKIR YANG JADI AZAB (bag.17)
JH Alifulhaq Terapi Alif
Mudah2an apa yang telah saya tulis dalam tulisan bersambung ini bisa dipahami secara benar dan akurat sehingga dalam pengamalannya benar dan akurat pula.
Dengan tulisan berseri ini saya berdoa dan berharap semoga Allah Ta'ala membukakan pemahaman dan ilmu yang luas lagi dalam bagi siapapun yang mempelajarinya.
Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam berkata bahwa derajat orang yang berilmu di akhirat nanti sangat tinggi. Tempat mereka kata Rasulullah seperti di bintang yang kita lihat dari bumi.
Apabila ada diantara saudara2 saya dan teman2 saya yang mencapai derajat tersebut oleh salah sebab tulisan ini, saya sangat mendambakan semoga Allah Ta'ala Rabb Semesta Alam, Rabbku ikut menempatkan saya pada derajad tersebut.
Sekarang saya masuk pada pembahasan yang lebih dalam dan sangat menentukan apakah dzikir kita sudah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Allah Ta'ala.
Kalau sesuai, insyaAllah ibadah kita akan sampai kepada Allah Ta'ala. Kalau tidak, maka ibadah kita akan menjadi milik Iblis dan imperium syetannya yang senantiasa setiap saat menghadang kita di jalan yang lurus yang sudah dibahas sebelumnya. Bila ini terjadi, maka konsekwensinya sangat berat diantaranya berupa AZAB sebagaimana dibahas dalam topik ini.
Allah Ta'ala dalam Al Quran surah Al A'raf ayat 205 memerintahkan dan mengajarkan kepada kita bagaimana cara berdzikir. Ini menjadi patokan utama dalam berdzikir dan tidak boleh keluar atau menyimpang sedikitpun dari patokan itu kalau kita mau selamat di dunia sampai di akhirat nanti.
IsyaAllah akan disambung.
Monday, March 29, 2021
DZIKIR YANG JADI AZAB (bag.16)
JH Alifulhaq Terapi Alif
Sebelum saya lanjut pembahasan ini, ada dua catatan penting dari hasil pembahasan sebelumnya yang harus selalu diingat.
Pertama KALAU ANDA INGAT RABB ANDA MAKA DIA INGAT ANDA.
Kedua, ALLAH TA'ALA RABB SEMESTA ALAM SENANTIASA BERSAMA ORANG2 YANG SABAR.
Dua hal ini harus selalu ditanamkan dalam jiwa kita agar kita senantiasa ditolong oleh Allah Ta'ala dalam menapaki jalan lurus menuju Dia.
Mungkin ada yang bertanya, pembahasan topik ini kok panjang dan lama.
Saya tegaskan disini tanggung jawab saya pada Allah Ta'ala Rabbku yang mengajarkan hal ini pada saya sangat berat. Jangan sampai kesalahan pengamalan anda akibat dari kesalahan pemahaman atas apa yang saya tulis dalam topik ini karena kurang jelasnya atau kesalahan saya dalam mengaraikan topik ini. Ini akan berakibat sangat fatal bagi saya di dunia dan akhirat nanti.
Kalau anda kurang sempurna melarutkan pemahaman tentang makna kata Rabb dalam hati, jiwa, pikiran dan perasaan anda, maka ketika anda berdzikir, akan hadir bermacam-macam dalam hati anda, pikiran anda, perasaan anda bahkan dalam penglihatan bathin anda serta bisikan pada pendengaran anda. Ada yang mengaku sebagai Allah, sebagai Malaikat, sebagai Nabi, orang shalih dan sebagainya. Ada juga yang membawa seolah-olah anda sampai menembus sampai langit setuju.
Cukup banyak kasus seperti ini yang saya temukan ketika saya membuka praktek pengobatan Nonmedis dan pengalaman saya sendiri dalam pengembaraan di dimensi lain atau ada yang menamakan alam atau dunia spiritual.
Hal ini kebanyakan yang menjadi awal bencana DZIKIR YANG JADI AZAB yang jadi pmtopik pembahasan ini.
InsyaAllah akan saya bahas lebih lengkap dan lebih dalam, apa yang terjadi apabila DZIKIR kita salah. Sangat ngeri membayangkan hal ini. Di dunia saja azabnya seperti itu, bagaimana di akhirat nanti.
Suatu ketika saya kedatangan tamu seorang laki2 bercerita tentang pengalamannya dalam mengamalkan yang dikatannya ilmu DZIKIR. Dia berangkat ke Surabaya dari Jakarta tanpa membawa bekal apapun, dia tidak membawa uang sepeserpun. Dia jalan kaki dan selalu singgah di Masjid untuk istirahat dan ada saja orang memberinya makan dan minum sehingga dia tidak kelaparan dan tidak kehausan selama dalam perjalanannya menuju Surabaya.
Begitu sampai di Surabaya tiba2 ada yang dia tidak kenal sama sekali mengajaknya pulang ke Jakarta naik pesawat terbang. Tiketnya dibayar oleh orang itu.
Lebih jauh dia bercerita tentang pengembaraannya di alam spiritual. Dia naik keatas maksudnya menembus langit, cuma tidak mau menyebutkan sampai tembus langit ketujuh.
Saya bertanya apa2 yang dia temukan dalam pengembaraannya menembus langit.
Dia mengatakan bahwa dia bertemu dengan zat yang tidak boleh diceritakan dan diungkapkan. Dia kukuh tidak mau menceritakan.
Kemudian saya beberkan apa2 yang dia lihat dan yang dia temukan. Diapun melongo penuh keheranan dengan penuh tanya kok Pak Yusuf tahu.
Dia lebih melongo lagi ketika saya jelaskan kalau naik lebih keatas anda menemukan ini dan itu.
Saya tidak mau jelaskan kenapa saya bisa tahu karena khawatir dia akan tersinggung dan sangat marah. Sebenarnya apa yang saya beberkan padanya adalah salah satu bentuk tipuan Iblis dan imperiumnya di dimensi yang dijelajahi oleh laki2 tersebut. Apa yang saya beberkan padanya adalah hal yang sudah saya tahu sebelumnya dari pengembaraan di spiritual.
Dari pengembaraan saya di dunia spiritual pula saya menemukan sejumlah ketidak akuratan penafsiran atas ayat2 Al Quran di sejumlah kitab tafsir Al Quran dan terjemahan Al Quran. Sebahagian hal ini sudah saya bahas di tiga buku saya.
Hal lain tentang salah penafsiran ini misalnya tentang dua Masyrik dan dua Magrib serta dua kegelapan yang dilewati janin dalam kandungan ibunya.
InsyaAllah akan disambung.
MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS
SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN
MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA
MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS
SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN
MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA
Friday, March 26, 2021
DZIKIR YANG JADI AZAB (15)
JH Alifulhaq Terapi Alif
Pembahasan saya tentang topik ini sudah cukup panjang sudah masuk pada bag.15, belum selesai juga.
Sebelum saya lanjutkan saya anjurkan anda agar menilai diri anda dengan jujur. Apakah anda sudah paham apa2 yang saya tulis tentang topik ini. Pemahaman yang saya maksud disini apakah anda sudah bisa mengamalkannya.
Salah satu bukti kalau sudah paham, bisa dilihat bagaimana cara shalat anda. Misalnya kalau tadinya shalat anda seperti patuk ayam, sekarang shalatnya sudah tuma'nina, tidak cepat2, tidak grasa-grusu, tetapi sudah sesuai dengan sifat sabar seperti yang diajarkan oleh Allah Ta'ala sebagaimana sudah dibahas sebelumnya.
Bagaimana cara shalat yang benar, ada satu hadits yang sangat penting untuk kita perhatikan.
Ketika Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam sedang duduk dalam Masjid bersama sahabat2 beliau, tiba2 masuk seorang laki2 menghadap beliau. Laki2 tersebut diminta oleh beliau shalat dulu sebelum menghadap beliau.
Selesai shalat laki2 tersebut menghadap Rasulullah, tetapi beliau mengatakan bahwa dia laki2 itu belum shalat, terus disuruh mengulangi shalatnya. Sampai kali ketiga laki2 tersebut mengulangi shalatnya Rasulullah tetap mengatakan bahwa dia belum shalat. Pada kesempatan itu Rasulullah mengatakan, SHALATLAH SEPERTI AKU SHALAT.
Dari hadits ini bisa disimpulkan kalau cara kita shalat tidak seperti cara Rasulullah shalat, maka sama artinya kita belum shalat.
Seperti apakah cara shalat Rasulullah, silahkan anda lacak sendiri dari hadits2 yang ada.
Satu hal sebagai tambahan, kalau anda pernah shalat atau melihat tayangan siaran langsung di Tv atau internet shalat di Masjid Nabawi di Madinah, kira2 mirip seperti itulah cara shalat Rasulullah. Masyarakat Madinah sejak Rasulullah masih hidup sampai sekarang sangat mencintai dan menghormati Rasulullah. Mereka tetap memelihara tata cara shalat di Masjid Nabawi seperti yang diwariskan Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam.
Sudah begitu banyak Muslim yang berziarah di Masjid Nabawi di Madinah sejak dulu. Tetapi kebanyakan kita di Indonesia merasa terganggu kalau shalat berjamaah di Masjid agak lama seperti shalat di Masjid Nabawi. Terutama ketika membaca ayat2 Al Quran agak panjang.
Padahal Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam mengatakan bahwa siapa yang lama berdirinya dalam shalat, dia yang dapat banyak pahalanya.
Saya berharap semoga saudara2 saya dan teman2 saya yang telah mempelajari tulisan bersambung ini sudah bisa memahami dengan benar dan baik tulisan berseri ini sehingga sudah bisa mengamalkan secara benar dan baik juga.
InsyaAllah akan disambung.
MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS
SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN
MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA
MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS
SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN
MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA
Thursday, March 25, 2021
DZIKIR YANG JADI AZAB (bag.14)
JH Alifulhaq Terapi Alif
Saya lanjutkan pembahasan tentang khusu'.
Salah satu ayat surah Al Fatihah yang kita baca berulangkali paling sedikit 17 kali sehari dalam shalat fardu yang jumlahnya 17 raka'at yang bermakna HANYA PADAMU KAMI BERIBADAH DAN HANYA PADAMU KAMI MEMINTA saya perlu membahasnya disini karena berkaitan dengan khusu'.
Kata kerja dalam ayat ini adalah bentuk FI'IL MUDHORI juga. Hal lain yang sangat penting tentang ayat ini bahwa bentuk ungkapan ayat ini ketika diucapkan kita tidak bicara sesendiri tetapi ada lawan bicaranya. Siapa lawan bicara kita, dia adalah Rabb kita. Se-akan2 Dia ada dihapan kita. Allah Ta'ala Rabb Yang Maha Belas Kasih memberi kesempatan kepada hamba2Nya untuk berbicara langsung dengaNya.
Dengan ayat ini pula hamba2Nya memgucapkan sebagai ikrat yang mengikat dirinya atas apa diucapkan oleh mereka sampai di akhirat nanti saat bertemu dengan Rabb mereka.
Kalau dalam amal perbuatan mereka beribadah dan atau meminta selain kepada Rabb mereka itu artinya melanggar ikrar tadi. Konsekwensinya pasti ada baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Ketika seorang kiyayi agak sepuh diantar keluarganya ke tempat saya untuk bertobat, saya ungkapkan pada beliau tentang penafsiran ayat tadi. Beliau menghabiskan waktu 15 tahun bermukim di Mekkah untuk meperdalam ilmu agama Islam.
Saya perlu paparkan pemahaman saya tentang ayat tadi agar beliau tidak ragu dengan saya karena melihat penampilan saya seperti seniman dengan rambut gondrong dan masih muda pula waktu itu. Ada juga yang bilang waktu itu penampilan saya saperti preman atau okem.
Setelah mendengar pemaparan tentang tafsir ayat tadi seperti diatas, tiba2 beliau menangis sedih, saya biarkan agak lama, tidak mengganggunya dengan pertanyaan.
Kemudian berkata sendiri bahwa beliau tidak mendapatkan pemamahan itu selama di tanah suci. Beliau merasa malu menyandang predikat kiiyayi. Kepada keluarga yang mengantarnya beliau berkata:"Yang pantas jadi kiyayi anak muda ini ".
InsyaAllah akan disambung.
Wednesday, March 24, 2021
DZIKIR YANG JADI AZAB (13)
JH Alifulhaq Terapi
Seperti apakah orang khusu' itu menurut Allah Ta'ala.
Hal ini dijelaskan oleh Allah Ta'ala dalam ayat 46 surah Al Baqarah yang menjadi lanjutan dari ayat 45 yang dibahas dalam tulisan sebelumnya. Jadi ayat ini tidak bisa dipisahkan dari ayat 45 karena merupakan penjelasan dari ayat tersebut.
Kunci dari ayat 46 ini adalah kata YADHUNNUUNA.
Bentuk asal kata dhanna dalam Al Quran cukup banyak kita temukan pada sejumlah surah dan ayat. Tapi disini saya hanya membahas kata YADUNNUUNA pada ayat 46 surah Al Baqarah.
Ada sejumlah versi penafsiran kata ini dalam berbagai kitab tafsir dan terjemahan Al Quran.
Satu hal yang saya pahami bahwa kata YADUNNUUNA dalam ayat ini merupakan bentuk FI'IL MUDHORI yang bisa diartikan sebagai bentuk kata kerja yang menunjukkan bahwa suatu pekerjaan belum selesai dilakukan dan berlangsung secara terus menerus sampai ke masa yang akan datang.
Kata ini dalam penasirannya tingkatannya lebih tinggi dari YAKIN seperti kita temukan dalam sejumlah terjemahan dan tafsir Al Quran.
Saya lebih yakin bahwa makna kata YADUNNUUNA disini yaitu SENANTIASA LEBUR DALAM DIRINYA BERUPA KEPASTIAN YANG NYATA.
Jadi tafsir ayat 46 surah Al Baqarah ini , YAITU ORANG2 YANG SENANTIASA LEBUR DALAM DIRINYA SUATU KEPASTIAN YANG NYATA BAHWA MEREKA AKAN MENEMUI RABB MEREKA DAN KEMBALI PADANYA.
Silahkan pelajari hadits tentang IHSAN yang berkaitan dengan pemahaman ini.
InsyaAllah pada tulisan berikutnya akan dibahas lanjutan penafsiran ayat ini.
InsyaAllah akan disambung.
MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS
SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN
MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA
MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS
SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN
MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA
Monday, March 22, 2021
DZIKIR YANG JADI AZAB (bag.11)
JH Alifulhaq Terapi Alif
Seperti sudah saya ungkapkan sebelumnya, apa perlunya kita berdzikir.
Untuk menjawab pertanyaan ini silahkan pelajari ayat 150 sampai dengan ayat 153 surah Al Baqarah. Pada ayat 152 Allah Ta'ala menegaskan, MAKA INGATLAH AKU, AKU INGAT PADAMU, DAN BERSYUKURLAH PADAKU DAN JANGAN KAMU KAFIR.
Ayat ini menegaskan pada kita bahwa apabila kita berdzikir (ingat) pada Allah, Dia akan mengingat kita. Dalam ayat ini kalau mengingat harus digandengkan dengan bersyukur atas segala apa yang telah diperbuatNya kepada kita seperti yang dijelaskan dalam ayat sebelumnya. Dan harus digandengkan juga dengan sikap yang tidak boleh kafir atau ingkar atas segala nikmat yang telah diberikanNya kepada kita seperti dijelaskan dalam ayat sebelumnya.
Kenapa harus bersyukur, karena misi utama Iblis dan imperium syetannya adalah membuat manusia agar tidak bersyukur pada Allah Ta'ala Rabb mereka. Hal ini dijelaskan dalam surah Al A'raf yang saya sarankan kepada anda untuk dipelajari pada tulisan sebelumnya.
Adam dan Hawa masuk dalam perangkap syetan untuk pertama kalinya Iblis berhasil membuktikan ancamannya. Adam dan Hawa tidak bersyukur atas segala kemuliaan dan kenikmatan dikaruniakan oleh Rabb mereka, jadilah mereka terusir dari kemuliaan dan kenikmatan, seketika keduanya jadi hina. (tentang hal ini silahkan pelajari surah Attin).
Apa yang kita peroleh kalau kita amalkan secara baik, secara benar dan akurat perintah Allah Ta'ala dalam 152 ini.
Kita bisa renungkan apabila Dia Rabb Semesta Alam, pemilik segala sesuatu yang ada termasuk diri kita yang senantiasa menyempurnakan dan memelihara diri kita dengan pemahaman tentang dirinNya telah larut dalam hati, jiwa, pikiran dan perasaan kita, adakah yang bisa membuat kita takut, khawatir dan sedih dalam kehidupan ini. Dia Maha Belas Kasih dan sangat sayang pada hamba2Nya. Berulangkali ditegaskan oleh Allah Ta'ala dalam Al Quran bagi hamba2Nya, JANGAN TAKUT ATAU KHAWATIR DAN JANGAN SEDIH.
Apa hanya itu. Jawabannya tidak. Silahkan pelajari ayat lanjutannya yaitu ayat 153.
InsyaAllah akan dibahas pada tulisan berikutnya.
InsyaAllah akan disambung.
MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS
SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN
MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA
MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS
SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN
MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA
Sunday, March 21, 2021
DZIKIR YANG JADI AZAB (bag.10)
JH Alifulhaq Terapi Alif
Setelah mempelajari secara benar dua ayat dari surah Al An'am yang saya sarankan pada tulisan sebelum ini bagi anda yang dibukakan pemahamannya oleh Allah Ta'ala pasti anda memahami betapa mudharatnya bersekutu dengan jin, apapun urusan dan bentuk persekutuan atau persyerikatan itu.
Orang Arab jahiliyah sebelum Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam diutus, meyakini bahwa berhala2 yang mereka sembah merupakan simbol atau wakil dari jin yang mendekatkan mereka pada Allah Ta'ala. Inilah kemusyrikan yang dilaknat oleh Allah Ta'ala di dunia sampai akhirat.
Saya ingin kembali sejenak membahas tentang kemampuan dalam diri setiap manusia untuk melawan syetan, jin dan Iblis.
Seorang pembaca buku saya (tiga buku saya telah dibaca semua) bercerita kepada saya bahwa sebelumnya dia sangat takut akan syetan, jin,Iblis dan semacamnya. Setelah mempelajari buku saya, dia tidak takut lagi, sampai2 dia sengaja mendatangi tempat2 yang terkenal angker, tidak ada rasa takt sedikitpun.
Saya yakin bahwa saudara kita ini telah dibukakan pemahaman yang benar dan akurat oleh Allah Ta'ala atas apa yang saya tulis di buku2 saya.
Saya yakin bahwa siapapun yang dibukakan pemahaman oleh Allah Ta'ala atas apa yang saya tulis, akan banyak hal yang bisa diraihnya. Salah satu diantaranya tidak lagi ada rasa takut pada syetan, jin, Iblis dan semacamnya. Seharusnya syetan, jin, Iblis dan semacamnya yang takut pada manusia.
Coba jujur pada diri anda, apakah anda lebih takut pada syetan, jin, Iblis dan semacamnya dibandingkan takut pada Allah Ta'ala. Kalau mamang iya, sebelum terlambat sebaiknya anda membenahi keimanan anda pada Allah Ta'ala agar anda tidak menjadi orang merugi di dunia dan akhirat.
Pembahasan pada tulisan berikutnya, apa perlunya kita berdzikir, kenapa tidak shalat, puasa, infaq saja yang banyak. atau ibadah lainnya.
InsyaAllah akan disambung.
Subscribe to:
Posts (Atom)
