Custom Search
Link

Wednesday, June 29, 2016

BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN

JH Alifulhaq Terapi Alif
Ada yang menyangka, apa yang saya lakukan dan kembangkan berupa metode TERAPI ALIF yang bisa membuat penderita sembuh seketika adalah suatu keanehan, mukjizat atau keajaiban. Tidak seperti itu.
Ikuti penjelasannya di link berikut.
BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN

Tuesday, June 28, 2016

MEMURNIKAN IBADAH BERDASARKAN PEMAHAMAN YANG BENAR ATAS DASAR ILMU DISISI ALLAH

JH Alifulhaq Terapi Alif
Banyak orang merasa yakin bahwa ibadahnya kepada Allah Ta'ala adalah murni, dibuktikan dengan kenyataan yang dia alami bahwa apa yang dimintanya pada Allah Ta'ala cepat dijabah dalam arti apa yang dimintanya cepat terwujud.
Pembahasan tentang hal ini, silahkan kilik link berikut:
TERAPI ALIF FACEBOOK

Monday, June 27, 2016

SIAPAKAH MUKHLISIN YANG TIDAK BISA DISENTUH SAMA SEKALI OLEH IBLIS

JH Alifulhaq Terapi Alif
Kalau ada perlu sesuatu dengan Iblis Tua (Iblis yang menggelincurkan Adam as dari surga), saya ajak ngobrol dia. Dua hal penting yang ingin saya capai kalau mengajak dia ngobrol.
Pertama, saya tanya banyak hal tentang dia, keturunannya, imperiumnya, jin dan alam jin umumnya dan tatanan yang ada dikalangan mereka, hubungan mereka dengan manusia dan lain2.
Kedua, karena dia pembohong dan penipu ulung, saya berharap dia menipu atau membohongi saya agar dia mendapat siksaan dari Allah Ta'ala Rabbku. Tetapi memang dasar dia pintar, cerdas, licik dan jago dalam membaca pikiran dan situasi, makanya dia tahu sehingga dia tidak mau melakukannya. Pernah dia lakukan, maka dia langsung kena hajar.
Sebenarnya saya ingin terus menghajar dia sampai ludas karena dia musuh abadi saya dan umat manusia yang telah dan akan terus berjuang mencelakakan manusia, tetapi Allah Ta'ala Rabbku Yang Perkasa Lagi Maha Bijaksana menahan saya untuk melakukannya karena dia sudah sujud pada saya. Jadi tidak ada jalan bagi saya untuk menghajar dia lagi, kecuali dia berbuat salah pada saya.
Kemarin saya ajak ngobrol Iblis Tua, saya tanya dia: "Sampai kapan kamu bersujud pada aku ". Dia menjawab dengan cepat :"Sampai kamu meninggal, aku sujud pada siapa kalau kamu sudah tidak ada". Setelah diam sejenak, sepertinya dia membaca pikiran saya, mengulangi apa yang pernah dia katakan ke saya: "Kalau keturunan kamu, aku tidak berani mendekatinya selama mereka memelihara kemurnian ibadah seperti yang kamu lakukan, kalau tidak seperti itu, aku diberi izin oleh Allah untuk menggarap mereka".
Kemudian saya tanya lagi tentang MUKHLISIN yang ditegaskan oleh Allah Ta'ala dalam Al Qur'an, bahwa kecuali HAMBA YANG MUKHLISIN yang tidak bisa disesatkan oleh dia. Iblis Tua menjawab :"Memang aku tidak bisa menyentuh sama sekali mukhlisin ini, meskipun aku telah berusaha dengan segala cara. Tetapi sangat sedikit manusia seperti ini, sehingga aku bisa membuktikan pada Allah bahwa hanya sedikit manusia yang mengikuti jalan lurus Dia".
Siapakah mukhlisin ini sebenarnya. Kebanyakan orang menafsirkan kata ini adalah orang yang ikhlas. Penafsiran ini kurang tepat, kalau mengikuti makna yang tepat dari bahasa aslinya yaitu bahasa Al Qur'an, mukhlisan adalah orang yang senantiasa memurnikan ibadah dan ketaatannya pada Allah Ta'ala. Jadi orang2 mukhlisin adalah mereka yang benar2 menjaga dan memelihara ibadah kepada Allah secara murni tanpa ada pencemaran atau modifikasi sedikitpun.
Berbahagialah anda yang termasuk dalam kategori ini, jangan takut dan jangan malu diejek atau dikatai macam2 seperti wahabi dan lain2 semacamnya, karena yang mengejek atau yang mengatai anda itulah akan mendapatkan bahagian sangat buruk disisi Allah di dunia dan diakhirat.
Memurnikan ibadah dan ketaatan kepada Allah Ta'ala ini dalam pelaksanaannya adalah suatu yang berat. Pergulatan saya dalam hal yang satu ini seperti yang saya beberkan dalam buku saya MEBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA adalah salah satu perjuangan berat. Hal ini disebabkan, saya lahir, tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan dan pemahaman beragama Islam yang masih ada pencemarannya, meskipun hanya sedikit.
Allah Rabbku Yang Maha Belas Kasih membimbing saya dalam melakukannya dalam arti mebersihkan segala hal yang bersifat modifikasi dan pencemaran dalam tatacara beribadah padaNya, berusaha memurnikannya.
Setelah saya benahi semua dan berjalan agak lama, baru Dia Rabbku Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana, mempertemukan saya dengan Raja Iblis dan Imperiumnya serta Iblis Tua dengan kekuatan dan kekuasaannya yang sangat besar dalam pertarungan habis2an, kecuali Iblis Tua yang cerdas dan licik tidak bertarung habis2an. Pertarungan yang sudah lama saya dambakan dalam munajad terus menerus kepada Rabbku dalam kurun waktu yang sangat panjang.
Kalau bukan karena pertolongan Rabbku Yang Maha Belas Kasih, saya sudah musnah sebelum bisa mendekati sarang Iblis.
MAHA SUCI RABBKU, RABB SEMESTA ALAM yang sangat kasihan pada manusia.

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Sunday, June 26, 2016

PENJELASAN

JH Alifulhaq Terapi Alif
Sehubungan dengan adanya pertanyaan2 kepada saya lewat email tentang buku saya yang dijual, saya perlu menjelaskan hal2 sebagai berikut :
Selengkapnya silahkan klik :
PENJELASAN

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

JUJUR PADA DIRI SENDIRI

JH Alifulhaq Terapi Alif
 Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan adalah waktu yang baik untuk mengenal diri sendiri disamping untuk Qiyamullail.
Mengenal diri yang saya maksud adalah melihat kembali apa saja yang kita lakukan selama hidup kita, terutama dalam dua kategori umum yaitu kebaikan dan keburukan yang pernah kita lakukan.
Keburukan apa saja yang pernah kita lakukan selama hidup, kalau bisa diingat semua secara jujur, berarti jujur pada diri sendiri, minta ampun pada Allah Ta'ala kalau kesalahan itu padaNya. Kalau kesalahan pada manusia lain, minta maaf pada mereka. Semuanya segera dilakukan sebelum terlambat dalam arti mumpung masih ada kesempatan.
Memohon ampun dan menyatakan tobat pada saat sujud dalam tahajjud seperti pada sepuluh malam terakhir, apalagi jatuh pada lailatul qadar adalah sangat makbul untuk itu kalau memang dosanya bisa diampuni seperti yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta'ala.
Kalau kita lupa kesalahan2/dosa2 kita apa saja, mohon petunjuk pada Allah Ta'ala juga dengan bicara langsung padaNya dikeheningan malam, sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Kemudian kebaikan2 yang pernah kita lakukan selama hidup, kita harus menilainya, apakah cukup sebagai bekal untuk dibawa mati. Kalau memang belum cukup, kebaikan apalagi yang harus diperbuat selama Allah Ta'ala Rabb Semesata masih memberi kesempatan untuk hidup. Kalau tidak tahu tanya juga padaNya, bicara langsung padaNya di keheningan malam seperti itu.
Satu hal yang perlu dilihat secara jujur juga pada diri kita, apakah ada ganjalan selama hidup ini dalam hal permohonan atau munajad pada Allah Ta'ala. Kenapa permohonan belum dikabulkan. Harus disadari, Allah Ta'ala Yang Maha Belas Kasih sangat sayang pada manusia, sehingga setiap permohonan hamba2nya akan dikabulkan selama apa yang diminta tidak membuat yang bersangkutan jadi mudharat baginya buat kehidupan dunia dan akhirat. Hal lain yang harus benar2 disadari agar kita tidak berprasangka buruk pada Dia Yang Maha Belas Kasih bahwa Dia tidak memberikan sesuatu pada HambaNya yang tidak mampu dipukul hambaNya yang sangat Dia kasihi seperti penegasanNya dalam Al Qur'an, Dia tidak akan membebani sesuatu kepada hambaNya melampaui kemampuan hambaNya untuk memikulnya.
Masalah lain yang tidak kalah penting, kalau kita merasakan betapa nikmatnya kehidupan yang dikaruniai oleh Allah Ta'ala, maka banyak bersyukur yang sangat tulus dan sangat dalam padaNya terutama saat sujud di shalat tahajjud di sepuluh malam terakhir bulan ramadhan akan sangat disukai oleh Allah Ta'ala, apalagi hal itu bertepatan dengan lailatul qadar.
SEMOGA INI BISA MENJADI PENCERAHAN DI HARI BAIK DAN BULAN BAIK INI. AMIN.

Wednesday, June 22, 2016

KALAU DALAM KUBUR MALAIKAT BERTANYA TENTANG AL QUR'AN, APA JAWABNYA

JH Alifulhaq Terapi Alif
Salah satu pertanyaan dari Malaikat setelah anak manusia masuk kubur :" Siapakah Imammu ".
Jawaban yang benar adalah AL QUR'AN. Jawaban kita di kubur tidak bisa kita karang, kita tidak bisa bohong. Jawabannya tergantung amal perbuatan kita terhadaP Al Qur'an selama hidup di dunia. Misalnya anda lebih menghayati lagu dangdut,  lagu pop, lagu daerah, lagu Barat dan sebagainya dan sangat menghayati isinya daripada menghayati Al Qur'an, tetntu saja jawaban anda bisa dipastikan BUKAN AL QUR'AN . Begitu juga anda lebih tertarik membaca buku ini dan itu, nonton ini dan itu yang anda jadikan pedoman atau inspirasi dalam menjalani kehidupan di dunia daripada Al Qur'an, jawaban anda pasti BUKAN AL QUR'AN.
Mungkin anda bertanya, lantas untuk bisa memberikan jawaban yang benar yang berkaitan dengan Al Qur'an harus bagaimana. Jawaban dari pertanyaan ini adalah memperlakukan Al Qur'an sebagaimana yang telah ditentukan oleh Allah Ta'ala.
Allah Ta'ala dalam Al Qur'an berulangkali menegaskan bahwa Al Qur'an PETUNJUK, CAHAYA, PEMBEDA, PERINGATAN, PENGAJARAN dan sebagainya. Allah Ta'ala sendiri menyebutkan AL QUR'AN YANG MULIA, AL QUR'AN YANG PENUH HIKMAH dan sebagainya. Untuk menjawab pertanyaan sebelumnya, kita pertanya pada diri kita sendiri secara jujur, bertnya pada relung hati paling dalam, bertanya pada jiwa kita sendiri, sudah kita memperlakukan Al Qur'an sesuai dengan apa yang ditegaskan oleh Allah Ta'ala dalam Al Qur'an segala hal yang berkaitan dengan Al Qur'an dalam keseharian anda. Kalau sudah berarti anda telah menjadikan AL QUR'AN SEBAGAI IMAM, sehingga jawaban anda di kubur nanti tidak akan melenceng.
Kalau anda memperlakukan Al Qur'an selain dari apa yang ditegaskan dan ditentukan oleh Allah dalam arti memuliakan Al Qur'an dan menjadikannya IMAM dalam kehidupan anda, maka sulit bagi anda untuk memberikan jawaban yang tepat di dalam kubur nanti walaupun anda memandang baik perbuatan itu.
MAHA SUCI ALLAH RABBKU RABB SEMESTA ALAM YANG MENURUNKAN AL QUR'AN DI BULAN RAMADHAN.

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Tuesday, June 21, 2016

MEMBENAHI DIRI DENGAN MEMURNIKAN IBADAH

JH Alifulhaq Terapi Alif
Modifikasi tatacara ibadah ke Allah Rabb Semesta Alam sudah lama dilakukan oleh manusia, kemudian diteruskan secara turun temurun. Seperti yang pernah dikatan Iblis Tua kepada saya sambil dia  tertawa, manusia sangat kreatif, sehingga sangat menguntung bagi pihak mereka. Salah satu bentuk kreativitas manusia adalah memodifikasi tata cara ibadah.
Contoh yang sangat jelas kita temukan, bangsa Arab Jahiliyah, terutama yang mendiami kota Mekkah adalah keturunan Nabi Ismail as. Setelah sekian generasi, tata cara beribah pada Allah Ta'ala dirubah oleh mereka, diantaranya menyembah Allah harus melawati patung Uzza dan Latta, ini merupakan salah satu bentuk modifikasi.
Pada sejumlah ayat dalam Al Qur'an, Allah Ta'ala mengungkapkan dan menerangkan hal ini disertai ancaman. Model modifikasi semacam ini salah satunya diungkapkan oleh Allah Ta'ala pada ayat 28 surah Al A'raf..
Inilah salah satu karya Iblis seperti diancamkannya ketika dia diusir dari surga seperti dibeberkan oleh Allah Ta'ala pada bahagian awal surah Al A'raf.
Setelah Islam berkembang, modifasi tata cara ibadah semakin canggih, tanpa terasa penyimpangan dan pencemarannya. Salah satu yang sangat krusial dan fatal adalah tata cara berdzikir.
Diantara tata cara dzikir yang saya maksud adalah dengan menyebut kata " ALLAH ' sambil menarik napas panjang, kemudian menahannya sekian lama, diakhiri dengan membuang napas panjang disertai bunyi " HUUUUUUUUU ' yang panjang juga sehingga apa yang diucapkan bermakna Allah dia atau Allahnya, Kasus seperti ini pernah saya tangani dan saya tulis di blog ini juga DZIKIR YANG MENYEBABKAN SAKIT JIWA   
Cara dzikir seperti itu sangat populer di kalangan muslim yang melakukan olah spiritual sejak lama untuk maksud2 tertentu. Itu baru satu dzikir, belum dizikir yang lain dan jenis ibadah lainnya yang banyak saya temukan ketika masih membuka praktek pengobatan.
Kalau mau selamat dunia dan akhirat, pelajari saja apa yang diajarkan oleh Allah Ta'ala dalam Al Qur'an secara benar.
Bagaimanakah menurnikan ibadah pada Allah Ta'ala menurut pengajaran  Dia sendiri dalam Al Qur'an. Banyak sekali pengajaran tentang hal ini tetapi banyak diantara mereka yang baca dan yang mempelajari Al Qur'an tidak memahami karena berbagai sebab, salah satu diantaranya terjemahan atau tafsir Al Qur'an yang tidak akurat.
Salah satu yang mengajarkan tentang hal ini kita temukan di ayat 29 Surah Al A'raf. Disitu Allah Ta'ala menegaskan, " luruskan wajahmu setiap kamu bersujud dan serulah Dia dengan memurnikan ketaatan dan merendahkan diri ". Pengajaran ini sangat jelas dan tegas, sikap fisik kita ketika bersujud padaNya seperti apa, kemudian diikuti sikap spiritual kita yaitu memurnikan ketaatan dalam merendahkan diri se rendah2nya pada Dia sambil menyeru Dia.
Jadi dengan pengajaran ini sudah sangat jelas, yang membuat modifikasi diluar apa yang diajarkanNya ketika sujud pada Dia tadi, maka amalannya tidak sampai pada Dia, menjadi milik syetan.
MAHA SUCI ALLAH RABB SEMESTA ALAM YANG MENGAJARKAN MANUSIA SEGALA HAL YANG TIDAK DIKETAHUI OLEH MEREKA.(JH).

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Cara

 
Free Blog CounterEnglish German Translation