Custom Search
Link

Wednesday, September 28, 2016

PARA PENAKLUK JIN (BAHAGIAN 5)

JH Alifulhaq Terapi Alif

Mungkin diantara anda ada yang bertanya, apa sebenarnya yang dilakukan oleh jin yang ditaklukkan ini untuk memenuhi hajad penakluknya di dimensi lain atau sering disebut di alam jin atau alam syetan. Saya jawab dengan jujur disini, SANGAT MENGERIKAN, SADIS, KEJI dan ada yang masuk kategori BIADAB. Maha Suci Allah Yang Maha Belas Kasih yang tidak membukakan penglihatan kebanyakan anak manusia pada dimensi dan alam ini. Kalau bukan karena belas kasih Allah yang menutup penglihatan manusia akan dimensi dan alam tersebut, betapa dahsyatnya penderitaan anak manusia yang melihat dan merasakan perbuatan jin terhadap jiwa2nya.

Contohnya begini, jin yang ditaklukkan oleh penakluknya spefikasinya penarik rezeki. Namanya juga penarik rezeki, dia cari mana saja rezeki dari anak manusia yang ada bisa ditariknya. Kok bisa. Saya sadar bahwa kebanyakan diantara anda tidak percaya apa yang saya ungkapkan bahwa rezeki seseorang bisa dirampas oleh pihak lain karena kebanyakan diantara anda yakin bahwa Allah Ta'ala sudah menetapkan rezeki setiap makhluqnya, termasuk setiap anak manusia, sehingga ada ungkapan yang populer, "rezeki tidak akan lari kemana-mana".

Saya menjelaskan hal diatas dengan cara yang sederhana. Misalnya Allah Ta'ala menetapkan bahwa anak manusia bernama A rezekinya nilainya 1000. Apa yang ditetapkan oleh Allah Ta'ala ini tidak datang begitu saja secara otomatis, si A harus berikhtiar untuk meraih haknya yang 1000 itu, misalnya bekerja, berdagang dan sebagainya. Rezeki si A yang 1000 itu misalnya sudah terikat dengan 1000 jiwa sekunder si A. Dalam usaha meraih haknya yang 1000 ini, si A harus mengaktifkan 1000 jiwa sekundernya dalam mencari rezeki, agar rezeki yang 1000 tadi jadi nyata dalam arti didapatkannya dalam kehidupan duniawinya.

Persoalannya timbul ketika si A tidak mampu mengaktifkan semua jiwa sekunder pemegang rezeki tadi karena berbagai sebab, terutama karena kesalahan2 tidak mematuhi ajaran Allah Ta'ala. Misalnya si A hanya mampu mengaktifkan 100 jiwa sekundernya tadi, maka jiwa sekundernya yang terikat dengan 900 nilai rezekinya bisa dizarah oleh pihak lain seperti jin penarik rezeki tadi. Artinya jiwa sekunder si A yang 900 tadi diambil oleh jin penarik rezeki untuk penakluknya, sehingga rezeki yang nilainya 900 tadi pindah ke panakluk jin penarik rezeki.

Apa yang saya gambarkan diatas sangat sederhana, tetapi dalam prakteknya di dimensi lain atau di alam jin dan syetan, sangat rumit dan sangat mengerikan, akan tiba saatnya nanti saya beberkan lebih lengkap dan detail.

Dengan fakta yang saya ungkap diatas, anda bisa memahami, kenapa Rasulullah saw memohon ampun sekian kali sehari, ada yang menyatakan 70 kali sehari ada yang menyatakan 100 kali sehari, padahal beliau sudah dipastikan oleh Allah Ta'ala diampuni semua dosa yang lalu dan yang akan datang. Kalau beliau punya kesalahan dalam satu hari, maka beliau ingin kesalahannya dihapus oleh Allah hari itu juga agar jiwa2 sekunder beliau yang dihasilkan dari kesalahan tadi tidak dijarah oleh jin atau Iblis, karena memang itu haknya syetan yang telah ditetapkan sendiri oleh Allah Ta'ala (Surah An Nisa' 118).

Maka banyak2lah mohon ampun dan mohon perlindungan pada Allah Ta'ala Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana agar hak kita tidak dijarah oleh pihak lain.

Maha Suci Allah Rabb Semesta Alam Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana yang senhantiasa melindungi hamba2nya yang menggantungkan diri mereka sepenuhnya pada perlindunganNya. Dia Maha Pengampun atas dosa2 hamba2Nya yang dikehendakiNya. (bersambung)

MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS

SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN

MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA

Post a Comment
 
Free Blog CounterEnglish German Translation