Custom Search
Link

Thursday, September 22, 2016

PARA PENAKLUK JIN (BAHAGIAN 2)

JH Alifulhaq Terapi Alif

Suatu malam saya kedatangan seorang tamu, diantar temannya yang menjadi teman saya juga. Kejadiannya sudah cukup lama. Tamu saya itu seorang laki2 masih muda umurnya dibawah saya. Keperluannya, katanya ingin silaturahim dan tukar pengalaman yang berkaitan dengan jin. Saya terima dengan baik dia.

Tamu saya tadi bercerita secara detail pengalamannya tentang jin. Awal mulanya, dia ingin melihat jin dan alam jin, kemauannya sangat kuat. Dia ungkapkan hajadnya ini pada ustadznya. Kemudian ustadznya mengajarkan dzikir, wirid dan rapalan yang harus diamalkan sekian kali setiap hari apabila ingin melihat jin dan alam jin.

Pendek kata, dia mengikuti segala apa yang diajarkan oleh ustadznya secara sempurna dan sungguh2, tanpa ada satu haripun dia alpa menjalankan ritual tadi. Menurut pengakuannya, selama mengamalkan apa yang diajarkan oleh ustadznya, dia merasakan sakit kepala yang luar biasa, tetapi dia tidak mau surut, tidak mau berhenti, dia tidak peduli dengan sakit kepalanya, tekadnya yang sangat kuat mengabaikan sakit kepala yang dideritanya.

Setelah setahun lebih mengamalkan ritual tadi, dia mulai melihat orang2/manusia yang ada disekitarnya tidak normal, dia melihat seperti gambar negative film atau seperti klise foto. Tetapi dia tetap teruskan ritualnya setiap hari. Lama2 akhirnya dia bisa melihat jin dengan jelas dan tegas.

Tamu saya tadi menjelaskan bahwa dengan ritual yang dia lakukan terus menerus rupanya dia berteman dengan satu jin yang terus mendampingi dia yang bisa diajak bicara dan diskusi. Jin yang menjadi temannya adalah satu petinggi suatu kerajaan jin yang berada di awan. Teman jin inilah yang membuat dia bisa melihat jin dan alam jin.

Dia juga bercerita, suatu ketika dia bertarung dengan salah satu jin yang dia temui. Menurut pengakuannya, dalam pertarungannya tersebut dia merasakan sakit yang luar biasa, sehingga dia kapok untuk mengulangi hal tersebut. Dia seperti berguman, bicara dengan dirinya sendiri :"Melawan satu jin saja seperti itu rasanya, bagaimana kalau bertarung dengan banyak jin".

Kemudian saya bertanya, apakah dia sudah melihat raja dari kerajaan jin asal teman jinnya. Dia menyatakan belum dan mau melihatnya. Sayapun memanggil raja jin tersebut dengan satu kalimat pendek. Saya lihat dia keheranan karena melihat raja dari kerajaan itu datang, sujud pada saya, teman jinnya sujud pada rajanya tadi.

Tamu saya memandang saya dengan penasaran sambil bertanya, ilmu apa yang saya pakai sehingga bisa seperti itu, tetapi saya tidak jawab. Kemudian dia jawab sendiri, "ini mungkin namanya ilmu enter ". Saya tanya maksudnya, dia jelaskan, seperti di komputer, Pak Yusuf kalau mau sesuatu tinggal tekan tombol enter, nggak pakai macam2 langsung jadi. Dia sendiri kalau mau melihat jin atau alam jin, dia harus baca rapalan atau wirid dulu dalam waktu sekian lama  baru bisa lihat jin. Memang saya saksikan sendiri dia melakukan hal itu didepan saya sebelum dia katakan sudah melihat jin.

Saya tidak bicara banyak pada tamu saya ini tentang jin, saya hanya menolong dia untuk melihat tokoh jin yang ingin dia lihat. Saya bisa lakukan itu semua bukan kerena bersahabat dengan jin atau jin yang ingin dilihat oleh tamu saya, tetapi saya bisa lakukan karena Allah Ta'ala Rabbku, Rabb Semesta Alam memberi saya karunia diantaranya berupa kemampuan untuk itu.

Maha Suci Allah Rabb Semesta Alam yang mengajarkan manusia segala hal yang tidak diketahuinya. (bersambung).

MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS

SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN

MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA



Post a Comment
 
Free Blog CounterEnglish German Translation