Custom Search
Link

Sunday, June 26, 2016

JUJUR PADA DIRI SENDIRI

JH Alifulhaq Terapi Alif
 Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan adalah waktu yang baik untuk mengenal diri sendiri disamping untuk Qiyamullail.
Mengenal diri yang saya maksud adalah melihat kembali apa saja yang kita lakukan selama hidup kita, terutama dalam dua kategori umum yaitu kebaikan dan keburukan yang pernah kita lakukan.
Keburukan apa saja yang pernah kita lakukan selama hidup, kalau bisa diingat semua secara jujur, berarti jujur pada diri sendiri, minta ampun pada Allah Ta'ala kalau kesalahan itu padaNya. Kalau kesalahan pada manusia lain, minta maaf pada mereka. Semuanya segera dilakukan sebelum terlambat dalam arti mumpung masih ada kesempatan.
Memohon ampun dan menyatakan tobat pada saat sujud dalam tahajjud seperti pada sepuluh malam terakhir, apalagi jatuh pada lailatul qadar adalah sangat makbul untuk itu kalau memang dosanya bisa diampuni seperti yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta'ala.

Kalau kita lupa kesalahan2/dosa2 kita apa saja, mohon petunjuk pada Allah Ta'ala juga dengan bicara langsung padaNya dikeheningan malam, sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Kemudian kebaikan2 yang pernah kita lakukan selama hidup, kita harus menilainya, apakah cukup sebagai bekal untuk dibawa mati. Kalau memang belum cukup, kebaikan apalagi yang harus diperbuat selama Allah Ta'ala Rabb Semesata masih memberi kesempatan untuk hidup. Kalau tidak tahu tanya juga padaNya, bicara langsung padaNya di keheningan malam seperti itu.
Satu hal yang perlu dilihat secara jujur juga pada diri kita, apakah ada ganjalan selama hidup ini dalam hal permohonan atau munajad pada Allah Ta'ala. Kenapa permohonan belum dikabulkan. Harus disadari, Allah Ta'ala Yang Maha Belas Kasih sangat sayang pada manusia, sehingga setiap permohonan hamba2nya akan dikabulkan selama apa yang diminta tidak membuat yang bersangkutan jadi mudharat baginya buat kehidupan dunia dan akhirat. Hal lain yang harus benar2 disadari agar kita tidak berprasangka buruk pada Dia Yang Maha Belas Kasih bahwa Dia tidak memberikan sesuatu pada HambaNya yang tidak mampu dipukul hambaNya yang sangat Dia kasihi seperti penegasanNya dalam Al Qur'an, Dia tidak akan membebani sesuatu kepada hambaNya melampaui kemampuan hambaNya untuk memikulnya.

Masalah lain yang tidak kalah penting, kalau kita merasakan betapa nikmatnya kehidupan yang dikaruniai oleh Allah Ta'ala, maka banyak bersyukur yang sangat tulus dan sangat dalam padaNya terutama saat sujud di shalat tahajjud di sepuluh malam terakhir bulan ramadhan akan sangat disukai oleh Allah Ta'ala, apalagi hal itu bertepatan dengan lailatul qadar.
Post a Comment
 
Free Blog CounterEnglish German Translation